Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
Kondisi mumi


__ADS_3

“Kita mesti menyelidiki siapa ayahnya yang merupakan orang tua dari sang mumi. Kalau ketemu, kita akan mengetahui secara pasti dirinya.“


“Kalau DNA nya memang firaun maka dia benar-benar King Tut.“


Itu kecurigaan para detektif yang menelitinya, terutama kedua profesor yang demikian pandai dalam menganalisis. Bagaimanapun sejauh ini tak ada tindakan untuk memadukan antara dua orang tuanya dengan diri si mumi. Maka keinginan itu muncul sebagai bagaian dari penyelidikan. Dan hal ini menjadi suatu yang sangat sulit. Karena kesemuanya itu tidak ada di situ, melainkan jauh di negerinya sana. Yang ada hanya benda paketan tadi.


“Tak mungkin kita semua tahu dia ada di mesir pada suatu museum yang khusus untuknya kok“ ujar yang lainnya.

__ADS_1


Kakinya juga cacat, king Tut cacat, dia demikian juga, menandakan ada kemiripan. Dimana mumi aneh tersebut benar-benar sangat mencurigakan.


Pipi ada keanehan, semacam luka, atau tanda yang sesuai juga dengan kondisi pada si mumi kuno yang terkenal dulu itu, akibat suatu kesalahan saat pembalseman atau cacat permanen. Namun jika membandingkan dengan berbagai gambar pada relief maupun patung diri, yang tak digambarkan, maka kejadian saat pemumian, atau ketika menjelang ajal, bisa saja terjadi.


Giginya tonggos, makanya dulu ditutupi topeng emas, sebagai gambaran kesempurnaan, agar dalam menghadap sesembahannya, sang Amun dia tampak sempurna. Hal ini memang berbeda dengan gambar diri pada relief serta patung kayunya. Dimana penyebutan terakhir itu demikian sempurna dibuat. Dan gambaran yang hebat dilukis oleh pembuatnya yang sudah sangat ahli dan piawai dimasanya, sehingga menjadi juru lukis istana.


Bahunya melenceng, persis sama antara kondisi sang raja dengan si mumi. Karena kondisinya demikian sehingga sukar dalam berjalan, juga kesulitan melakukan aktifitas membuat dia memakai tongkat. Hal demikian terlihat sangat banyak bendanya yang sampai sekarang masih terlihat berasal dari ruangan mewahnya itu.

__ADS_1


Jalan pakai tongkat yang semula dianggap sebagai tanda kebesaran seorang raja. Yang kali ini juga sering dipakai pada para komandan buat memimpin anggotanya. Tongkat dianggap suatu tanda yang penting. Dan mudah dilihat dari segala pihak. Bisa untuk isyarat juga. Serta membantu seseorang dalam beraktifitas. Maka banyak fungsinya.


“Tapi kita yakin dia bukan si Tut dia mumi yang lain.“


“Itu sudah berulang kali kita bahas. Karena belum ada pembuktian, maka semua perkiraan tadi hanya sebatas dugaan.”


Atau mungkin raja muda itu ada kembarannya ini yang perlu diteliti. Karena pada kenyataannya dalam ruang makamnya ada beberapa mumi. Yang kebanyakan bayi. Dan dituduhkan bahwa itu adalah bayinya. Serta anehnya ada empat kotak. Bisa saja semula itu untuk empat orang. Empat orang yang berbeda. Satu dia sendiri. Dua anaknya dan satu lagi belum ada. Maka bisa dimungkinkan kalau yang satu itu adalah bentukan lain yang kali itu tak terdeteksi keberadaannya.

__ADS_1


Lihat mayatnya hitam, persis terbakar. Terkutuk. Karena beda dengan saat masih hidup. Maka itu salah satu gambaran tentang kutukan. Jika tidak dilihat dari sisi lain. Dan oleh banyak orang disebabkan karena lama dalam proses pemumiannya, yang dianggap kurang sempurna. Kala membuat terlalu terburu-buru atau kelebihan zat yang biasa dipakai buat membalsem mumi.


__ADS_2