
“Tapi....“ para detektif mulai mengendus ada sesuatu yang lain. Keanehan. Yang berbeda dengan kesimpulan yang baru saja mereka simpulkan.
“Dia anaknya.“
Itu penyelidikan terkini.
Kalau dia anaknya maka teori tentang perselingkuhan juga kandas dan itu tak mungkin. Menyebabkan semua yang diungkapkan keliru. Bisa saja semua yang canggih itu keliru. Apalagi hanya masalah demikian. Yang lebih berat juga banyak keliru nya. Tapi keinginan meralat itu yang membutuhkan hati yang besar. Dan perasaan yang mesti memahami akan pentingnya pengakuan. Sehingga semua menjadi contoh keteladanan untuk menjadikan lebih baik pada masa berikutnya.
“Kita selidiki lebih mendalam kalau begitu.“
Maka mulailah ada rencana supaya si mumi di teliti lebih cermat, hingga segala kehebohan yang kini tercipta bisa ditelusur secara cermat. Bukan hanya praduga tak bersalah. Namun semuanya berdasarkan kenyataan di lapangan. Pada bukti yang mereka miliki. Toh sudah ada di depan mata. Tinggal menggalinya secara akurat.
“Itu diambil sedikit.“
“Kita masukkan dalam tabung reaksi.“
“Dan dicampur dengan zat kimia. “
__ADS_1
Mereka terus berusaha menyelidiki dengan sekuat tenaga, segala kemampuan yang dimiliki. Baik yang dihasilkan dari sekolah pendidikan, atau dari guyon maton yang dihasilkan oleh percakapan diantara sesama rekan kala selamatan lingkungan, atau muyen bayi.
“Sebentar, aku mau menggoyang gelas ini dulu. “
“Jangan lama-lama, nanti malah mengaburkan yang semestinya.“
Penyelidikan terus dilakukan dengan penuh rasa profesional yang demikian menakjubkan. Kali ini mesti ketahuan. Mesti berhasil. Apa kata semua, kalau hal demikian saja mesti berlama-lama. Serta ngelantur dengan segala sesuatu yang bukan berkaitan dengannya. Yang hanya akan menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat dan lingkungan yang sudah menginginkan pengetahuan luas akan keberadaan benda aneh itu.
“Wah hasilnya kurang jelas ini.“
“Ambil sedikit dagingnya.“
Pipi yang terlihat ada keanehan di korek-korek. Diteliti apanya yang aneh yang menyebabkannya. Adakah kekerasan? Terutama benda tumpul yang mengenainya. Atau cuma kena cium yang terlalu panas dahulunya.
Terus dan terus diselidiki sampai sedetil mungkin biar las jelas taiye...
Memang ini bagian menyenangkan dari seorang detektif. Apalagi kalau bukan suatu hal yang janggal. Satu bukti yang tak jelas, biasanya sanggup mengungkap kebenaran selanjutnya.
__ADS_1
“Tetap tak ketemu,“ ujar para detektif itu yang tetap kesulitan. Sangat membingungkan. Mau bagaimana lagi. Jika hal tersebut begitu aneh. Yang tentunya perlu banyak data guna menyingkap segala sesuatunya. Juga bukti-bukti lain yang lebih akurat. Sayangnya data serta bukti tersebut kali ini belumlah cukup dalam mendapatkan apa yang memastikan suatu permasalahan yang tengah dihadapi itu semakin jelas serta kentara pada penyelesaian dan akhir dari kesimpulan yang mesti diambil.
“Kenapa sih?“
“Masih aneh ini.“ Aneh, dan tetap aneh. Semakin dikulik, semakin tak jelas. Bahkan terus terasa keunikannya. Yang akhirnya membingungkan diri sendiri. Tapi kalau tak diteruskan, maka akan semakin buntu. Semakin besar juga rasa penasarannya. Untuk ingin mengetahui lebih jauh. Satu rahasia tersebut. Dan meskipun akan membiarkan saja jika sudah diketahui. Akan semakin tak tertarik mengenainya lagi, jika sudah mengerti. Itulah akhirnya sesuatu yang belum dipahami akan menggelitik orang demi terkuaknya. Demi membuktikan kalau hal demikian bukan sesuatu yang mesti disembunyikan. Tapi dilihat untuk bisa diketahui umum, diperjelas, serta dipelajari apa fungsi kegunaan dari sesuatu tersebut. Yang kemudian biar pada kebenaran yang intinya mengarah pada sesuatu yang berguna tersebut.
“Bukti kurang? “
“Kayaknya. “
“Ambil saja seperlunya. Kalau perlu semua daging kering itu dikerok. “
Di ambil sedikit daging kering itu untuk di cek di lab canggih pengontrol DNA dan segala bentuk lain.
Para profesor segera membolak-balik peralatan canggih lalu meneliti dengan seksama, mencampur beberapa zat kimia supaya timbul pemisahan unsur elemennya. Dan segala sesuatu yang lainnya.
Detektif lainnya melihat-lihat mumi. Mengendus-endus mumi . Membaui rasa khasnya. Siapa tahu kentut. Sembari menunggu hasil lab yang berkisar satu minggu atau satu bulan. Andai di lokasi lab lain.
__ADS_1
Dan tak berapa lama hasil lab keluar. Para profesor si botak segala itu keluar dengan senyum-senyum sumringah terkulum di bibir, pertanda sudah mengetahui hasilnya.
Hasil dari yang diharapkan. Meskipun bukan suatu yang membahagiakan. Setidaknya hasil itulah yang mampu menyingkap kabut keingin tahuan mereka. Yang semakin terkuak bebas, untuk bisa dilanjutkan dalam menelaahnya. Sudah itu dilanjutkan apa kepentingannya.