Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
Posisi


__ADS_3

“Disini nih, dekat sepatu atau ketapel anti tupai,” para detektif itu terus mencari posisi yang bagus buat menempatkan si mumi. Disana, disini, pada suatu lokasi, dengan sudut pandang dan sudut kemiringan yang terus diukur-ukur, agar penataan kali ini benar-benar sempurna, dimata begitu indah.


“Masa begitu, tak bagus kan. Mayat kering ditaruh pada tempat yang berdekatan dengan benda remeh,“ kata Detektif cantik kali, yang merasa kalau pada bagian itu juga tak mengena, jika diberikan kepada benda antik yang sangat langka dan mahal harganya itu.


“Tapi kan kenangannya demikian menarik ini, tidak kalah dengan benda bersejarah lainnya di dalam museum pribadi sang Bos itu,“ yang lain berpendapat dengan argumen-argumen pendukung dengan disertai data, fakta serta teori-teori yang berhubungan dengan pendapatnya.


“Sama saja kalau disitu. Orang masih satu lokasi. Kayaknya disini saja nih, posisinya bagus, penuh dengan nuansa horor.“


Mereka dengan hati-hati mencoba meletakkan benda antik buat diposisikan pada satu tempat yang tepat dengan persetujuan dua per tiga dari semua yang hadir sembari bergotong royong di lokasi tersebut.


“Tempatkan di tengah kan, yang betul?“

__ADS_1


“Boleh juga.“


Pada ruangan yang demikian lega. Seperti pada asalnya sana. Biasanya peti itu diletakkan sendirian, tepat pada tengah-tengah ruangan yang luas. Menghadap pada bintang yang diinginkan. Bisa jadi, roh mereka akan kekal di langit yang bercahaya setiap malam. Dimana, para generasi setelahnya bakalan memuja dan berdoa, sementara dia diatas sana akan memberi kekuatan batin yang terpancar lewat cahayanya itu.


Pada ruang tersebut diberi hiasan yang bagus. Dengan warna-warni yang indah. Membentuk lukisan cantik yang paling hebat pada masanya. Lukisan dan tulisannya itu menggambarkan perjalanan hidup, atau sejarah heroik yang pernah dialami oleh tokoh yang dimumikan itu, dalam menghadapi berbagai kemelut yang pernah diatasinya.


“Eh... bagaimana kalau ditaruh depan pintu saja. Nanti kalau orang luar dan bakalan berbuat tidak baik, dia akan terhentak, dan merintih lirih,“ ujar Detektif hitam kulit keriting rambut, “Kaget-kaget dah lu....“ Pikirnya, kalau orang yang tak diinginkan dan bakalan berbuat nakal nanti melihat, dia akan merinding dan balik badan. Tapi, tentu saja pendapat tersebut tak mendapat respon positif dari dua pertiga peserta dalam ruangan yang kala itu hadir.


“Nah tempatkan disini yang lega saja.“


“Yuk kita pergi. Semua sudah beres tentang peletakan batu pertama ditandai nya letak si mumi itu. “

__ADS_1


“Mesti cuci tangan ini, jangan sampai bakterinya yang nanti bakalan menyerang kita, hingga kutukan bakalan didapat atau kumbang mengerikan itu yang akan menyerang nanti, lalu mengejar dan akan masuk ke dalam tubuh.“


“Kumbang scarab itu kan?“


“Barangkali....“


“Berharap yah....“


“Ah... itu cuma mitos. Karena kenyataannya mereka bukan pemangsa kita. Dia itu hanya binatang biasa yang dapat membunuh manusia dalam kasus yang rumit. Tapi kebanyakan justru mereka yang dihabisi manusia. Sebab habitat mereka juga beda. Tak bakalan berbuat mengerikan,“ jelas profesor.


“Ya sudah, tinggalkan saja dia disini. Kita kunci dari luar, biar semuanya aman didalam untuk kita selidiki di waktu berikutnya. “

__ADS_1


“Sini item tapi eksotis....“


“Apa... Gua samplak lu...“ ujar detektif eksotis yang mangkel banget merasa dilecehkan akibat dipanggil secara guyonis itu.


__ADS_2