Misteri Mumi Kiriman

Misteri Mumi Kiriman
19


__ADS_3

“Awas dia datang!“ mereka demikian curiga. Apalagi sebelumnya tak melihat keberadaan dua musuhnya. Ada di dalam atau sudah bergerak. Membuat semua waspada. Dan langsung mengarahkan senjata hebat kepadanya. Terutama As Kriting. Yang lain juga waspada. Dengan memegang senjata lain. Yang tidak mempunyai menggunakan benda apa saja yang ditemukan, untuk terus melemparkannya andai sudah kelihatan.


“Gawat!“


Datang dari kegelapan asap yang pekat, dengan langkah tegap, yang semakin lama, semakin mendekat saja. Dan semua keadaan bertambah seram. Terutama detik-detik saat keseluruhan muka tampak terlihat jelas.


“Huh... itu prop.“


Rupanya orang yang keluar dari kabut misteri tersebut adalah profesor yang kembali dari membeli barang-barang mewah. Dia langkahnya demikian mungkin akibat melihatnya tak tajam, akibat banyaknya penghalang. Juga karena membawa barang yang bisa dia tenteng.

__ADS_1


“Hampir kita tembak,“


As kriting yang sudah mempersiapkan senjata terakhirnya yang belum sempat dia ledakkan tadi Secara berbarengan Dan dia cancel ulang.


“Apa sih kok ada asap?“ kata Profesor sembari batuk-batuk dan mengusap mata akibat sedikit memedihkan kala menyapu mata. Kelihatannya asap itu tidak seperti asap pembakaran biasa. Namun bercampur dengan berbagai bahan kimia. Ini tentu akibat yang keluar adalah bagian dari persenjataan hebat sang superhero. Yang diracik oleh ahlinya yakni Profesor yang kali ini malahan mengenainya. Mungkin bisa dikatakan senjata makan tuan. Tapi tuannya kan As Kriting, jadi bukan itu kelihatannya, melainkan senjata makan prop.


“Dia tak ada?“ tanya para detektif lain, yang keheranan serta penasaran pada pandangannya, karena semula tertutup asap pekat, dikira masih ada disana para musuh negara itu.


“Kenapa dia pergi ya?“

__ADS_1


“Nggak tahu, gue bukan keluarganya, jadi tak sempat tanya,“ ujar profesor yang juga kebingungan, sebab tak tahu menahu pada musuh yang sebelumnya juga dia tidak tahu. Dia baru kembali sudah itu ditanya–tanya demikian. Maka pusing lah hatinya....


“Jangan-jangan, dia luluh jadi debu,“ duga para detektif yang menjadi wajar kalau musuh hilang karena dengan menjadi bagian terkecil itu, membuatnya menghilang untuk teruraikan oleh hembusan angin yang santer mengenainya. Dan nanti bentukan itu kembali membentuk suatu benda yang berbeda dengan keadaan kali ini.


“Nanti akan diselidiki, saat kabut pekat itu, perlahan sirna bersama angin yang berhembus,“ ujar para detektif cantik yang dalam meneliti berikutnya akan membawa senjata yang canggih, lembut namun mematikan, semisal selendang dengan benang dari tenunan baja lembut, atau lipstik tapi isinya racun. Bisa juga HP namun pulsanya menggunakan senjata biologis yang tak kasat mata.


“Benar juga, anda kan menembaknya membabi-buta. Siapa tahu, dia begitu saja terkoyak dan hancur luluh menjadi asap dan hilang bersamanya.“


“Ya sudah, kita masuk saja. Berat kalau terus ditenteng benda-benda ini. Didalam nanti kita bicarakan apa yang mesti dilakukan. Baik pada musuh, bahan yang kita beli, juga mumi aneh itu.“ Bagaimana tidak aneh, belum lama disimpan sudah menjadi perburuan banyak orang. Banyak yang menginginkannya. Berarti benda demikian saja, sangat penting isinya.

__ADS_1


Mereka berjalan masuk. Sembari mengamati tempat tersebut. Dimana ada kerusakan parah, puing-puing benda hancur, serta asap yang masih ada meskipun perlahan menghilang tertiup angin.


“Siapa tahu, dia tiba-tiba nanti bakalan menjadi pembentukan ulang.“ Karena sedemikian jauh kontak fisik itu terjadi, membuat mereka paham akan kesaktian musuh yang suatu saat akan kembali lagi. Andai dia tidak hancur dan tak membentuk ulang kembali pada ujud semula.


__ADS_2