Musim Gugur Di Kent

Musim Gugur Di Kent
Blueberry di Musim Dingin?


__ADS_3

‘Oh... Hai Cathy.’ Nancy Gray memecah kebekuan di antara mereka. ‘Kami tidak menyangka kamu ada di sini. Mike bilang kamu pulang ke rumah keluargamu...’


‘Aku selalu merayakan Natal bersama mereka. Sekarang giliranku untuk merayakannya bersama keluarga baruku,’ jawab Cathy dengan wajah yang seketika berubah ramah dan hangat. Dengan ceria dan akrab memeluk mereka satu persatu sambil menanyakan kabar.


‘Ayo, masuk langsung ke dapur. Kami sedang membuat cokelat panas dan marshmallow. Atau kamu mau kopi?’ Nancy menawarkan.


‘Cokelat panas saja,’ jawab Cathy sambil berjalan masuk mengikuti Nancy. Mike dan William berjalan di belakang mereka. Puti yang berjalan mendahului mereka, segera menyiapkan dua cangkir tambahan dan menuangkan coklat panas ke dalamnya. Dua cangkir itu kemudian dia letakkan di depan Mike dan Cathy yang sudah duduk manis di kursi dapur di seberang William dan Nancy.


‘Thanks, Puti,’ ucap Mike dan Cathy kompak. Puti mengangguk tanpa mengucapkan apa-apa. Kemudian dia menarik kursi dan duduk di samping William.


‘Sebenarnya kedatanganku ini sekalian untuk membahas rencana perkawinan kami dengan kalian,’ Cathy memulai percakapan setelah meneguk cokelat. Dia tebarkan pandangannya ke orangtua Mike dan Puti. Ketiga-tiganya nampak tenang. Dia tidak menyangka Puti akan setenang itu menghadapi berita darinya.


‘Cathy, sebaiknya kita bicarakan nanti...’ bisik Mike sambil memegang lengan Cathy.


‘Mike, kita tidak punya waktu. Kita harus membahasnya secepat mungkin,’ bantah Cathy tegas. Tiga orang di depannya menunggu dengan sabar.


‘Kami mendapat informasi kalau awal tahun depan, Mike akan ditugaskan di luar negeri. Kalau tidak ke Itali ya ke Spanyol..’ Cathy mulai menjelaskan. ‘Kami merencanakan untuk menikah sebelum itu. Hari Valentine nampaknya hari yang sempurna untuk merayakan cinta kami ...Bagaimana menurut kalian?’


William Gray menyadari kalau Puti yang duduk di sampingnya mendadak tegang. Dia menoleh ke arahnya dan melihat wajah Puti begitu pias. Puti bangkit dari kursinya.


‘Silakan dibahas... Maaf, aku harus balik ke hutan. Tadi kulihat banyak blueberry, aku mau mengambilnya sebelum gelap,’ ucapnya sambil berjalan menuju ke laci dapur, mengambil pisau kecil dan keluar.


‘Apakah aku kurang sensitif?’ Melihat Puti yang tiba-tiba keluar, Cathy bertanya.


‘Sebaiknya kita bahas lain kali, kalau tidak ada Puti,’ William Gray berdiri. ‘Blueberry? Blueberry di musim dingin?’ Gumamnya sambil mengenakan jaket kembali dan keluar menyusul Puti.


‘Maaf, Nancy, tapi kami tidak mempunyai banyak waktu lagi. Kami hanya punya waktu satu setengah bulan untuk mempersiapkan semuanya. Tidak mungkin kami menunggu hingga Puti rela melepas Mike.’


‘Cathy, cukup!’ Mike memperingatkan dengan dingin.

__ADS_1


‘Kalian putuskanlah sendiri. Kami akan menyesuaikan dengan keputusan kalian,’ kata Nancy Gray tenang.


‘Kalian tidak keberatan kan kalau kami melangsungkan perkawinannya di DC? Teman-teman kami kebanyakan tinggal di DC.’


☘️


William Gray bergegas meninggalkan rumah untuk menyusul Puti ke hutan. Gundukan salju yang tebal menghambat langkah kakinya. Ternyata, gadis yang disusulnya tidak masuk ke dalam hutan. Dia duduk di salah satu ayunan yang digantung di pohon oak tua di halaman belakang. Senyum sendunya terkembang melihat kedatangannya.


‘Tidak jadi metik blueberry?’ Tanya William sambil duduk di ayunan yang satunya. Puti menggeleng.


‘Kamu tahu kan kalau blueberry tidak ada di musim dingin?’


‘Really?’ Tanya Puti tidak percaya. William menganggukkan kepalanya.


‘Dan semua orang tahu kalau tidak ada blueberry di musim dingin?’ Kejar Puti.


‘Blueberry baru ada di pertengahan musim semi hingga pertengahan musim panas. Kadang kalau beruntung, masih ada sisa sedikit di musim gugur,’ ayahnya menjelaskan.


‘Suasana di dapur tadi benar-benar canggung,’ ucap Puti setelah lama terdiam. ‘Cathy ingin membahas rencana perkawinan mereka dengan kalian. Dengan adanya aku, pembicaraan jadi kikuk. Semua berbicara dengan hati-hati.’


‘Suasana di rumah akan tidak nyaman bagimu, Put. Cathy yang merasa insecure, tidak percaya diri, akan berupaya memamerkan kemesraannya di depanmu. Mike tidak punya pilihan lain kecuali mendukung Cathy.’ Willam mencoba menjelaskan sikap Cathy yang dia rasa terlalu over acting. ‘Kalau kamu merasa tertekan dan ingin balik ke Kent, aku bisa mengantarmu.’


‘Aku tidak apa-apa, Dad. Hanya butuh sedikit penyesuaian,’ jawab Puti mantap


☘️


Malam itu Puti masuk ke kamarnya lebih awal. Dia mengambil sebuah buku cerita dan bermaksud membacanya hingga habis, malam itu juga. Kira-kira tengah malam dia merasa haus bukan main. Dia ingat dia tidak membawa air minum ke kamarnya. Maka dia terpaksa turun ke dapur untuk mengambilnya. Di depan pintu dapur, langkahnya terhenti karena mendengar suara orang berbicara. Dia heran siapa yang berbicara selarut ini dalam dapur yang gelap.


‘Aku membutuhkan informasi yang lengkap, McCroom!’ Puti mendengar suara Mike. Suara itu sebenarnya diucapkan dengan pelan namun karena tidak ada suara lainnya maka suara itu jelas terdengar.

__ADS_1


Mike sedang menelpon, pikir Puti. Dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya saja daripada harus berhadapan dengan Mike sendirian dan di tengah malam pula. Tetapi niatnya batal ketika dia mendengar namanya disebut-sebut. Puti bergeming di tempatnya.


‘McCroom!’ panggilan Mike kembali terdengar. McCroom? Billy? Puti mengira-ngira. ‘Kamu dengar, aku menginginkan informasi yang lengkap tentang Steve Carroll.’ Mike menegaskan. Puti benar-benar kaget mendengar kata-kata itu. Untuk apa Mike meminta informasi mengenai Steve? Menyelidikinya? Apakah ada hubungannya denganku? Puti berusaha untuk bertahan. Sesudah hening sejenak suara Mike kembali terdengar.


‘Katakan kepada Mrs. Belmont kalau aku akan datang sesudah Natal untuk membayar gaji Puti.’


Hampir saja Puti pingsan mendengar kata-kata Mike yang terakhir. Cepat-cepat dia kembali ke kamarnya. Hausnya serta-merta hilang. Yang dia rasakan kini hanyalah kehancuran hatinya. Dia duduk di atas tempat tidurnya dengan nafas yang tidak karuan. Dadanya turun naik tidak teratur. Dia benar-benar marah dan tersinggung.


‘Mike, mengapa kamu tega melakukan ini kepadaku?’ bisik Puti sambil mendekap bantal dengan erat. Satu-satu airmatanya turun membasahi pipi.


☘️


Keesokan harinya, Puti terlambat bangun. Walaupun dia tahu kalau dia sudah terlambat, dia tidak segera turun ke ruang makan melainkan mandi dulu di kamarnya. Setelah mandi dan berpakaian siap pergi, barulah Puti turun ke bawah.


‘Maaf aku terlambat bangun. Terlalu nyenyak tidurku,’ ucapnya kepada Nancy, Will, Mike dan Cathy yang sudah selesai sarapan tetapi masih duduk di meja makan. Nancy dan Will tersenyum bijak sementara Mike dan Cathy memandangnya dengan pandangan yang sukar diartikan.


‘Mom, boleh aku pinjam mobil hari ini?’ Puti meminta persetujuan Nancy sambil menuang kopi ke cangkirnya.


‘Boleh,’ jawab Nancy. ‘Mau ke mana?’


‘Aku ingin ke Poland ketemu teman,’ jawab Puti. Poland adalah kota kecil di dekat Salem.


‘Aku bisa mengantarmu,’ Mike menawarkan diri.


‘Terima kasih, Mike. Tapi aku ingin pergi sendiri, kalau tidak ada yang keberatan. ‘


‘Tentu saja tidak ada yang keberatan, honey. Pergilah, tapi hati-hati,’ pesan Will. Puti mengangguk sambil tersenyum ceria.


☘️

__ADS_1


Puti sama sekali tidak pergi ke Poland. Bahkan melewatinya saja tidak. Dia keluar dari Salem menuju ke highway 76 yang menghubungkan Salem dan Kent. Dia akan pergi ke Kent.


__ADS_2