Musim Gugur Di Kent

Musim Gugur Di Kent
Tongkat Pintar


__ADS_3

‘Siapa Steve Carroll?’ Nancy dan William bertanya bersamaan.


‘Kakak tiri Emma Walden. Mike meminta teman kuliahku, Billy McCroom, untuk menyelidiki Steve,’ jawab Puti tenang.


‘Apa?!’ Kembali Nancy dan William berseru bersamaan. Mike terkejut. Dia tidak menyangka kalau bakal Puti berani membahas tentang Steve di depan orang tuanya. Tapi nampaknya Puti pantang untuk mundur. Mike yang duduk tepat di seberang Puti menatapnya untuk mengukur keseriusan Puti. Puti balas menatapnya dengan matanya yang jernih. Mata yang teduh. Tidak ada tanda kemarahan sama sekali di matanya. Mike merasa kalau kesabarannya sedang diuji.


‘Aku punya alasan kuat untuk menyelidiki Steve, tapi aku tidak berniat untuk mengungkapkannya di sini,’ ucap Mike pelan.


‘Apa urusanmu dengan Steve? Kalian tidak saling kenal,’ sanggah Puti. Kemudian dia menggerakkan pandangan matanya ke arah Cathy yang duduk di samping kiri Mike, William di kepala meja dan Nancy yang duduk di sebelah kanannya untuk melibatkan mereka di dalam percakapannya dengan Mike. ‘Beberapa minggu ini, aku akrab dengan Steve. Kami banyak menghabiskan waktu bersama. Banyak yang mengira kalau aku pacaran dengan Steve. Banyak yang menentang kedekatan kami, karena Steve punya banyak cewek. Emangnya kalau aku dekat dengan Steve merugikan orang lain?’


‘Steve anak tunggal dan pewaris John Stuart Carroll,’ Mike berkata. ‘Industriawan John Stuart Carroll dari Cleveland,’ lanjutnya. Puti sadar kalau semua orang dimeja makan itu tidak asing dengan nama yang disebut Mike.


‘Kamu bilang dia kakak Emma?’ Nancy bertanya kepada Puti.


‘Kakak tiri,’ jawab Puti membetulkan. ‘Emma dan Steve punya ibu yang sama,’


‘Lantas? Kalau dia anaknya industriawan tidak boleh berteman denganku yang bukan siapa-siapa?’ Tantang Puti kepada Mike.


‘John Stuart Carroll tidak pernah kawin lagi sejak bercerai dengan ibu Emma. Dia duda kaya raya yang ganti cewek sesering dia ganti baju. Bintang film, penyanyi, model, politisi, tua, muda bahkan yang di bawah umur dia pacarin,’ Mike menjelaskan. ‘Kudengar Steve pun demikian. Makanya aku minta Billy untuk mencari informasi, bukan menyelidiki, apa intensi Steve mendekatimu,’ lanjut Mike. Puti menggeleng-gelengkan kepalanya.


‘Mengapa intensi Steve begitu penting bagimu? Aku yang menjalaninya saja tidak peduli,’ tanya Puti.


‘Justru karena kamu tidak peduli, aku memutuskan untuk campur tangan,’ jawab Mike. ‘Steve hanya mempermainkanmu. Steve seorang pemain yang tidak seliga denganmu. Dengan mudah dia bisa memanfaatkanmu.’


‘Wow, lihatlah kita,’ seru Puti. ‘Kamu bukan seorang pemain, intensimu terhadapku baik, tapi nyatanya kamu bisa dan tega meninggalkanku tanpa alasan apa pun.’


‘That’s not fair!’ Cathy yang sedari tadi diam tiba-tiba menyela. Puti menatapnya tajam. Dari sudut matanya Puti melihat ayah dan ibunya menatapnya kagum. Sementara di depannya, Mike untuk sesaat tertegun. Sama sekali dia tidak menduga kalau Puti akan seterbuka dan segamblang itu.


‘Aku hanya bicara fakta. Pastinya Mike punya alasan, tapi dia tidak pernah mengatakan kepadaku alasannya. Tahu-tahu dia sudah menyusun rencana untuk mengawinimu,’ kata Puti. ‘Kalau sekarang dia kuatir Steve, yang seorang pemain dan di luar ligaku mendekatiku, bagaimana aku harus menyikapinya?’

__ADS_1


‘Menghargainya karena dia masih peduli kepadamu,’ jawab Cathy yakin sambil memandang Puti penuh kemenangan.


‘Terima kasih, Mike,’ ucap Puti meledek sambil tersenyum ekstra manis ke arah Mike. ‘Tapi aku membacanya lain. Kamu mengharapkan aku untuk move on, Mike. Mengharapkanku untuk merelakanmu pergi. Tapi begitu aku dekat dengan orang lain, kamu bertingkah. Menurutku, kamu sendiri belum move on. Kamu masih mencintaiku.’


‘Tentu saja aku masih mencintaimu. Akan selalu mencintaimu,’ sahut Mike otomatis. Tiba-tiba ruangan menjadi hening. Cathy nampak pucat dan tegang. William dan Nancy tidak berani berharap apa-apa.


‘Cinta seorang kakak untuk adiknya,’ Puti memecah kebisuan dan berusaha menetralkan ucapan Mike. ‘Tapi kalau kamu masih juga mencampuri urusan pribadiku, aku akan menganggap kalau kamu cemburu. Kalau kamu masih juga ingin tahu tentang Steve atau cowok lain yang dekat denganku, aku akan menganggap kalau sebenarnya kamu masih ingin kembali kepadaku,’ ultimatum Puti kepada Mike.


‘Dan, Cathy..’ Puti beralih ke Cathy. ‘Jangan kuatir aku bakal merebut Mike kembali. Aku sudah melepaskan dia sepenuhnya. Aku sudah membakar semua jembatan di belakangku. Aku hanya bisa berjalan ke depan. Aku bukan sainganmu dalam memperebutkan Mike. Aku tidak tertarik,’ ucap Puti dingin dan menohok ulu hati, Dia sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan orang lain. Dia libaskan lidah tajamnya, selaiknya pendekar Manga mengayunkan pedang peraknya.


☘️


Mungkin karena lega sudah bisa mengungkapkan uneg-uneg yang bersarang di hatinya, Puti bisa tidur dengan nyenyak tanpa beban. Bangun-bangun, matahari musim dingin sudah menerobos masuk lewat kaca jendelanya. Berarti sudah lewat tengah hari. Cepat-cepat dia beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.


Sewaktu dia berniat untuk keluar dari kamar, dia melihat hadiah Natal dari Steve yang tergolek di atas meja belajarnya. Puti merengkuh dan menimangnya. Ringan. Pelan-pelan Puti melepas pitanya sambil mengira-ira apa isinya. Begitu kertas pembungkusnya terbuka, tawa Puti meledak.


Kado Natal dari Steve ternyata sebuah tongkat pintar. Tongkat jalan elektronik untuk tuna netra yang dilengkapi dengan GPS sehingga bisa untuk menuntun sekaligus untuk mencari alamat. Di dalam kotak itu ada kartu ucapan dan penutup mata warna hitam. Di kartu itu Steve menulis dengan tulisan tangannya yang rapi:


Karena kamu tidak mau operasi mata, mulailah belajar menggunakan tongkat ini.


Yang selalu mengagumimu,


Steve


Puti tersenyum. Tongkat ringan itu diayun-ayunkannya sejenak, kemudian dia bawa turun ke lantai bawah bersama buku petunjuknya. Puti berniat untuk mencobanya di ruang keluarga yang luas.


Di lantai bawah Puti menyadari kalau rumah lengang sekali. Puti berjalan ke dapur dan melihat ada pesan dari ibunya di tempel di kulkas yang menyatakan kalau ayah dan ibunya pergi ke gereja hingga sore.


Puti balik ke ruang keluarga, duduk di sofa dan mulai membaca buku petunjuk penggunaan tongkat yang kelihatan canggih tersebut. Sedang asyiknya dia membaca tahu-tahu Mike telah muncul di ruang keluarga dan duduk di samping Puti. Senyumnya terkembang hangat, seakan tidak ada masalah di antara mereka.

__ADS_1


‘Dari mana?’ Tanya Puti yang menyadari kalau Mike masih mengenakan jaket dan masih beraroma udara luar.


‘Mengantar Cathy ke airport’ jawab Mike.


‘Cathy sudah pulang?’ Tanya Puti tidak percaya. ‘Kukira dia akan disini sampai tahun baru.’


‘Ada yang harus diurusnya di Maryland,’ jawab Mike.


‘Mike, tentang tadi malam ...maafkan aku bila aku terlalu menekanmu dan membuat Cathy merasa tidak nyaman. Membuat semua merasa tidak nyaman.’ Puti yang merasa Cathy tergesa pergi karena dirinya merasa perlu untuk meminta maaf kepada Mike. ‘Biasanya aku pintar menahan diri, entah mengapa tadi malam aku menumpahkan kekesalanku secara terbuka.’


‘Kamu berhak untuk kesal, Put. Perlakuanku terhadapmu memang tidak termaafkan. Meninggalkanmu tanpa alasan, pulang ke rumah seolah tidak ada kejadian apa pun, kemunculan Cathy yang tanpa rencana, sok tahuku tentang Mrs Belmont dan Steve.. ‘


‘Aku sudah berniat untuk melupakan itu semua dan mulai menjalani hidup baru,’ potong Puti.


‘Suatu saat, Puti, kala luka kita sudah tidak sakit lagi, kala kamu sudah benar-benar bisa memaafkanku, kala kamu sudah menemukan pria yang mencintaimu, menghargaimu dan membahagiakanmu, aku akan jelaskan semuanya. Tidak sekarang. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang,’ janji Mike serius. Puti menggelengkan kepalanya.


‘Aku tidak ingin tahu, Mike. Tidak sekarang, tidak juga nanti. Kita tidak berjodoh. Itu saja. Marilah kita jalani hidup kita masing-masing. Kita tidak mungkin selamanya saling menghindar. Ada mom dan dad yang akan mempertemukan kita dari waktu ke waktu.’


‘Jadi ... kita akur?’ Tanya Mike. Puti mengangguk. Mike mengembangkan tangannya untuk memeluk Puti dan Puti membiarkan Mike untuk memeluknya sebagai simbol perdamaian di antara mereka. Pada saat berpelukan itu Mike menyadari kalau ada yang mengganjal di antara dirinya dan Puti.


‘Apa ini?’ Tanyanya sambil mengangkat tongkat yang menyandar di sofa.


‘Hadiah dari Steve,’ jawab Puti.


‘Tongkat tuna netra?’ Tanya Mike heran.


‘Steve tahu kalau aku sering salah melangkah, dia berharap tongkat ini akan menuntunku ke arah yang benar,’ jawab Puti sengaja menyamarkan alasan Steve memberinya tongkat tersebut.


☘️

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2