Musim Gugur Di Kent

Musim Gugur Di Kent
Mike Ingin Kembali


__ADS_3

Operasi mata Puti berjalan dengan baik. Pada hari ke lima dia sudah bisa melihat kembali walaupun masih harus mengenakan kacamata ekstra gelap karena matanya belum bisa menerima sinar yang terlalu kuat. Dia sudah mengijinkan Steve untuk menelepon keluarga Gray untuk mengabarkan keadaannya. Tadinya Puti ingin merahasiakan operasi tersebut dari keluarganya. Namun, begitu dia tahu kalau operasinya berhasil, Puti merasa sanggup untuk bertemu siapa saja.


‘Kamu sudah menelepon ayah ibuku, Steve?’ tanya Puti ketika Steve muncul di kamarnya. Steve mengangguk.


‘Mereka sedang dalam perjalanan kemari. Kurasa sebentar lagi mereka tiba.’


‘Aku tidak tahu bagaimana mengucapkan terimakasih kepadamu,’ ucap Puti tulus.


‘Kamu segera pulih saja aku sudah senang,’ jawab Steve. Puti tersenyum sambil mengamati Steve melalui kacamata gelapnya.


‘Steve, kamu sakit?’ tanya Puti ketika menyadari Steve sangat lesu dan tidak bergairah.


‘Tidak. Memangnya kenapa?’


‘Kamu tampak lesu,’ jawab Puti. ‘Kamu yakin kamu tidak apa-apa?’


‘Aku sehat, Put. Mungkin agak lelah mengawasi pembangunan rumah kita. Tahap pertama sudah hampir selesai. . ‘


‘Ya, Tuhan … ‘keluh Puti. ‘aku telah melalaikan tugas-tugasku. ‘


‘Hei … Hei! ‘Steve memperingatkan. ‘Proyek kita masih panjang. Sekarang masih dalam tahsp konstruksi awal. Belum sampai interior. Kamu masih bisa bergabung nanti. Semuanya beres, Put. Aku yakin kita bakal memenangkannya. Empat rumah yang lainnya sama sekali bukan saingan kita. ‘


‘Jangan takabur dulu! ‘Puti menegur.


‘Bukan takabur, tapi optimis,’ kilah Steve. Puti tertawa. Tiba-tiba saja Steve melihat jam di pergelangan tangannya.


‘Aku harus segera pergi, Put,’ ucapnya.


‘Pergi? Kamu baru saja datang. ‘


‘Aku ada janji dengan kontraktor listrik,’


‘Tidak bisakah kamu menunggu untuk beberapa saat lagi? Mom dan Dad pasti segera datang. Aku ingin memperkenalkan kamu kepada mereka.’


‘Maaf, Put. Susah untuk mengatur pertemuan dengan kontraktor listrik ini. Sampaikan salamku kepada orangtuamu,’ jawab Steve sambil tergesa-gesa pergi


Selang beberapa menit setelah kepergian Steve, pintu kamar Puti diketuk. Kemudian muncul sebuah wajah yang sempat membuat jantung Puti berhenti berdetak. Wajah Michael Gray.


‘Hai!’ sapa Mike sambil masuk kemudian mendekati Puti dan mengecumbibirnya dengan lembut.Apa-apain ini ? ini pikir Puti bingung.

__ADS_1


‘Di mana Mom dan Dad?’ tanya Puti setelah beberapa saat menanti tetapi dua orang itu belum juga kelihatan.


‘Steve tidak mengatakan kepadamu?’ Mike ganti bertanya sambil duduk di samping tempat tidur Puti.


‘Mengatakan apa?’


‘Kalau Mom dan Dad pergi ke India. ‘


‘Pergi ke India? Kapan? Mengapa mereka tidak memberitahu?’ tanya Puti beruntun. Mike tersenyum kemudian mengambil tangan Puti dan digenggamnya dalam tangannya.


‘Mereka pergi sejak empat hari yang lalu. Mom sudah berusaha pamit kepadamu, tetapi kamu tidak bisa di temui. Mula-mula Mom meneleponmu hape-mu, tidak aktif. Mom menelpon apartemen, tidak ada. Mom mengira kamu hanya malas menerima teleponnya saja. Keesokan harinya Mom datang langsung ke asramamu. Kamu benar-benar tidak ada. Mom hanya bertemu Emma dan Emma mengatakan kamu pergi berlibur bersama Steve. Wow, sebuah alasan yang benar-benar masuk akal. Mom mempercayainya. Mengapa kamu harus menyembunyikan keadaanmu seperti itu?’ tanya Mike. Puti tertawa keras. .Emma … Emma, darimana kamj dapat ide seperti itu?


‘Maaf, Mike,’ Puti menghentikan tawanya. ‘Aku mentertawakan Emma. Aku tidak menyangka dia bisa membuat alasan yang sebagus itu. ‘


‘Lalu alasan apa yang akan kau kemukakan mengapa kamu tidak memberi tahu kami kalau kamu menjalani operasi?’


‘’Aku tidak ingin merepotkan mom dan dad. Itu saja. Kalau aku bilang aku mau operasi mereka pasti ngotot untuk menungguiku.


‘Puti apakah kamu mulai menjauhi kami lagi?’


‘Tentu saja tidak, Mike. Hanya kalian keluarga yang kumilik di dunia ini. Aku hanya belajar mandiri. Kamu mengerti kan?’ Puti mencoba menerangkan. Mike menganggukkan kepalanya. Dia tidak ingin berbantah. Pada pertemuan mereka yang terakhir dulu masalah ini pula yang mereka pertentangkan dan mereka tidak menemukan titik temu.


Untuk beberapa saat mereka berdiam diri.


‘Oh, kukira baru awal Maret nanti,’


‘Diajukan.’


‘Mom dan dad sudah tahu?’


‘Aku sengaja datang ke Salem untuk memberitahu mereka dan memberitahumu.’


‘Apakah itu berarti perkawinananmu dengan Cathy diajukan juga?’ Tanya Puti.


‘Tidak ada perkawinan. Tidak ada lagi Mike dan Cathy. Aku berangkat sendiri.’


‘Mike, apa maksudmu?’


‘Seminggu setelah tahun baru, aku dan Cathy memutuskan untuk putus.’

__ADS_1


‘Tidak ada hubungannya dengan aku kan?’ Tanya Puti kuatir. Dia ingat betul kata-katanya yang pedas di malam terakhir Cathy berada di rumah keluarga Gray. Puti ingat betul keesoksn harinya Cathy langsung pulang ke Maryland. Mike tersenyum mendengar nada kuatir dari Puti.


‘Semuanya berhubungan denganmu, Put,’ sahut Mike ringan.


‘Mike jangan bercanda. Apa yang terjadi?’


‘Cathy meyakini kalau aku tidak bakal bisa melepaskanmu dan aku tidak berusaha untuk meyakinkan dia. Begitu saja.’


‘Mengapa kamu tidak berusaha meyakinkan dia?’ Kejar Puti.


‘Karena kurasa Cathy benar. Aku tidak bakal melepaskanmu.’


‘Mike, kamu sudah melepaskanku,’ Puti mengingatkan.


‘Aku ingin mendapatkanmu kembali.’


‘Lelucon yang tidak lucu,’ desis Puti. ‘Mike sebaiknya kamu keluar dari sini!.


‘Puti kamu mengira aku bergurau? Aku serius, Put. Aku mencintaimu.’


‘Keluar dari sini, Mike!’ Puti kembali mengusir. Mike bergeming dari tempatnya.


‘Puti aku mencintaimu. Aku ingin kembali kepadamu. Aku ingin kamu memaafkan kebodohanku. Marilah kembali seperti dulu lagi.’


‘Aku tidak mau kembali seperti dulu lagi, Mike. Aku serius waktu mengatakan kalau aku sudah membakar semua jembatan di belakangku. Aku tidak akan pernah menoleh ke belakang,’


‘Puti?’ desah Mike tidak percaya. Puti mengangguk sambil menahan tangis.


‘Tinggalkan aku sendiri, Mike. Kondisi mataku belum kembali sempurna. Jangan sampai aku menangis,’ pinta Puti pelan.


Mike berdiri. Membelai rambut Puti sejenak.


‘Oke, aku pulang dulu. Lusa aku kembali untuk menjemputmu dan membawamu pulang ke Salem.


☘️


Puti duduk mematung di depan jendela ruang tamu keluarga Gray di Salem. Salju yang turun di luar luput dari pandangan matanya. Begitu pula burung-burung yang sedang ramai berebut roti. Pikiran dan hatinya benar-benar kosong. Tidak berduka tapi tidak juga bahagia. Seharusnya dia menyambut gembira putusnya hubungan antara Mike dan Cathy tetapi mengapa bibirnya tidak mampu untuk melahirkan senyum? Apa yang salah denganmu, Puti? Bukankah kamu menginginkan Mike kembali ke sisimu? Mengapa kamu harus memikirkannya kembali? Kamu mencintai Mike kan? Puti menggelengkan kepalanya dengan keras. Dia berusaha memerangi hati kecilnya sendiri.


Seorang loper koran berjalan di halaman rumah itu menuju ke pintu masuk. Puti melihatnya. Dia segera bangkit dan berjalan menuju pintu. Udara dingin menyerbunya ketika dia membuka pintu.

__ADS_1


‘Hallo, Dean!’ sapa Puti pada sang loper, teman sekolahnya di Salem High dulu.


‘Hai, Puti. Aku tidak tahu kamu berada di Salem. Libur?’ tanya Dean. Puti menggangguk sambil menerima koran yang diulurkan kepadanya.


__ADS_2