Musuhku Kekasihku

Musuhku Kekasihku
Epilog


__ADS_3

Dasar Ronin mesum. Sudah setahun sibuk sekolah, hidup begini-begini aja. Terlihat bertobat dan sangat bermartabat. Eh setelah ketemu Hanna tetap saja kembali mesum. 


Lihat saja Ia sekarang. Yang tadi katanya mau jalan, malah ujung-ujungnya mengajak gadis itu ke rumahnya lagi. 


Ya semoga saja tidak ketahuan mamanya lagi ya. Meskipun sebentar lagi mereka akan menikah. Tapi kan tetap saja malu gitu kan kalau ketahuan lagi mesra-mesraan yang panas-panas. 


Hanna berusaha berpikiran positif. Gadis itu mencoba tidak berpikir yang aneh-aneh. Kini sibuk mengamati barang jualan dari kekasihnya ini. Keren banget. Kekasihnya berhasil membangun bisnis, dan Hanna hanya memantaunya dari jauh. Lah gimana, kesini saja tidak boleh.


meskipun begitu, Hanna tetap ikut andil membantu pemuda ini membuka toko online, membantu membuat laporan keuangan, sll yang bisa Ia lakukan secara online.


Belum sempat Hanna mengucapkan sepatah kata pun untuk membuka obrolan, tangan nakal Ronin sudah menelusup melewati perutnya. 


Astaga. Langsung gas nih? 


Hanna membalik tubuhnya hingga menghadap Ronin. Menatap manik mata pemuda elang ini yang juga tengah menatapnya dengan penuh kerinduan. 


Rindu sekali ya. 


Satu tahun bukan waktu yang sebentar. Tapi mereka bisa melewati ini. Mereka bisa tetap stay meskipun jarang sekali bertemu dan bumi selalu gonjang ganjing karena banyak kejadian. 

__ADS_1


Tidak pernah sekalipun keduanya mengucapkan ingin berpisah. Saat berdebat pun setelahnya malah tambah sayang-sayangan. Saat Hanna menangis pun Ronin selalu menenangkannya meskipun hanya lewat vc. Pun saat Ronin frustasi dan kebingungan dengan bisnis barunya, Hanna selalu membantu dan menyemangati.


"Kangen, Sayang." Ronin berbisik. Pemuda itu menangkup wajah Hanna. Memandangi kecantikannya yang serupa seorang dewi. 


"Aku juga." Hanna pun berbisik. Memejamkan matanya tiap kali Ronin mengelus wajahnya. Merasakan tanda cinta yang terasa semakin kuat, semakin tak tertahankan. 


Rindu sekali. 


Ronin tiba-tiba saja berjongkok. Pemuda itu menunjukkan sekotak cincin yang sedari tadi disembunyikannya. 


"Kamu mau kan nikah sama aku?"


Hanna syok. Perlahan air matanya juga turut andil memberi jawaban. Gadis itu mengangguk. Menerima cincin itu yang kini dipakaikan padanya. Menerima cinta Ronin dengan sepenuh hati. 


Ronin kembali berdiri. Pemuda itu kembali mengelus pipi Hanna dengan sayang. "Terima kasih sudah menerimaku. I love you, Hanna."


"I love you too, Ronin."


Ronin menyatukan bibir mereka. Mentransfer segala rasa dan cinta yang Ia punya. Ia memagut bibir Hanna dengan begitu lembut. Tangannya bergerak menarik tengkuk gadis itu agar semakin dekat.

__ADS_1


Rindu sekali.


Ronin melepaskan pagutannya. Keduanya tersenyum. Bahagia rasanya. Rindu ini terbayarkan.


"Ronin." Hanna menarik tengkuk Ronin agar mendekat kembali. Mencium pemuda itu, seperti tak puas jika hanya ada satu ciuman.


Seperti itu lah cinta mereka bersatu.


- The End -


Haaaaai, sekali lagi Terima kasih ya yang sudah baca, komen, like, share. aku mah apa tanpa kalian semua.


mohon maaf ceritaku mungkin banyak banget kurangnya, semoga nanti2 makin bagus ya hehehe


maaf juga pendek ya, karena ga terbiasa bikin cerita panjang. tapi ini cerita terpanjang aku sebenernya heheheh


lalu, buat yang baca cerita ini karena hanazo, atau ml, atau buat yang pengen baca ceritaku lagi tunggu yaaa. tanggal 3 aku rilis cerita baru, semoga sukaaa


Terima kasih dan semoga sehat selalu ya {}

__ADS_1


__ADS_2