Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
Pria sejati


__ADS_3

Bayu mempersilahkan Tama untuk duduk di kursi yang ada di sana, Dia juga meminta mbak Ijah membuatkan mereka minuman dan beberapa cemilan.


" Apa yang ingin kamu bicarakan" Ucap Bayu to the poin. Selisih umur mereka tidak jauh beda mungkin Tama lebih tua satu tahun dari Bayu.


" Aku minta maaf tentang keputusan ku menikah kan kamu dengan ayu" Bayu tidak merespon apapun, dia diam melihat ke arah Tama dan menunggu apa yang akan di katakan Tama selanjutnya.


" Kamu mungkin bertanya, kenapa aku bersikeras ingin menikahkan mu dengan ayu. karena aku percaya kamu bisa mengobati lupa pada adik ku itu"


" Lalu aku? apa kamu tidak memikirkan tantang perasaan ku?"


" Bukankah kalian mengalami situasi yang sama, Mencintai seseorang yang tidak akan bisa kalian miliki" Bayu tersenyum masam mendengar apa yang di kata kata Tama.


" lalu menurut kamu, dengan menikah kan aku dengan ayu luka itu akan sembuh, dan apa menurutmu ayu juga akan begitu." Tama terdiam mendengar Bayu "Cih.. pernahkah kamu memikirkan apa yang adik mu rasakan" lagi-lagi ucapan Bayu membuat Tama bungkam.


" kamu itu terlalu egois, tidak memikirkan perasaan adikmu."


Keduanya sama-sama terdiam. Tama mencerna apa yang baru saja Bayu katakan. Bener kata Bayu, dia egois tidak memikirkan perasaan ayu waktu itu, ia terus bersikeras untuk menikahkan ayu dan Bayu, hanya demi menyembuhkan luka pada adiknya, tanpa mendengar jawaban ayu terlebih dahulu.

__ADS_1


" Dan kamu menjadikan ku sebagai pelampiasan dan begitu juga dengan adikmu!!" kekesalan Bayu pada Tama ia luapkan malam ini, kakak iparnya ini harus tahu semuanya, Agar dia sadar dengan apa yang dia lakukan, tidak selamanya baik.


"Aku minta maaf, Aku tidak memikirkan ini semua waktu itu" Tama meneteskan air mata penyesalan. " aku hanya ingin adik ku bahagia, tidak menangis laki-laki yang bukan untuknya." Tama menyesali perbuatannya, Dia menangisi perbuatannya..


Bayu mendekati Tama dan menepuk pundak Kakak iparnya " Sudah, tidak perlu menyesali sesuatu yang telah terjadi" Tama menatap Bayu dengan penuh arti.


Bayu tersenyum " Karena berkat kamu, aku bisa memiliki istri seperti ayu. jujur saja aku sangat kesal melihat mu datang kesini, tapi setelah aku mengetahui tujuan mu kemari untuk mengakui kesalahanmu aku bahagia, kamu pria sejati" Bayu menepuk pundaknya Kakak iparnya.


" Dan kamu benar, aku sangat beruntung mendapatkan istri seperti Adikmu"


****


" Entah perasaan apa yang aku rasakan pada mu saat ini, Rasanya aku ingin melindungi mu. Kamu wanita kedua yang ingin aku Jaga Dan aku ingin kan selalu berada di dekatku, setelah mamaku"


Bayu mencium kening istrinya, walaupun ayu tertidur dengan mengunakan jilbab Bayu terus mengelus kepala sang istri, sampai ia terlelap menghadap ayu.


Pagi hari, ayu bangun lebih dulu. ia membuka mata, dan ia melihat suaminya di depannya. " kenapa kamu tampan " ucap ayu tanpa sadar, setelah puas memandangi wajah suaminya ayu pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.

__ADS_1


Setelah itu, ia pergi membuat sarapan untuk sang suami dan juga kak Tama. Ayu membuat nasi goreng di pagi hari ini untuk sarapan mereka. Beberapa menit berkutik di dapur, makanan yang ia buat akhirnya jadi.


" Wah, ini sangat wangi. Apa kamu membuat nasi goreng "


" tebakan Kakak sangat benar, Apa wanginya sampai ke kamar Kaka?"


" Iya, mungkin seisi rumah ini mencium wangi nasi goreng buatan mu"


" Kaka bisa saja"


" Kenapa membuat sarapan sepagi ini?"


" Aku ada kuliah kak pagi hari ini, Bayu ingin sarapan dengan masakan buatan ku di pagi hari, jadi aku membuatnya di sepagi ini" Tama mendengar apa yang di katakan ayu, sepertinya Bayu dan ayu menerima satu sama lain. ia mengingat Bayu yang berterima padanya tadi malam.


" Yang di buatin cuma Bayu doang?" Kata Tama kecewa.


" Bukan seperti itu kak, Aku membuatnya untuk kita bertiga." Jawab ayu dengan cepat.

__ADS_1


" Kaka juga tidak masalah jika kamu hanya membuat sarapan untuk suamimu" wajah ayu berubah menjadi merah, Tama ingin tertawa melihat wajah adiknya.


__ADS_2