
Bayu sudah sampai di rumah sakit yang di maksud istrinya, ia langsung ruangan istrinya, sekarang.
" Sayang kamu gak papa kan? yang mana luka? " Tanya Bayu panik melihat ayu berbaring lemas di tempat tidur.
" By, aku gapapa. aku cuma pingsan tadi." senyum penuh ke bahagian itu di tunjukan pada suaminya ini.
" Kenapa bisa pingsan? Jangan bilang kamu tidak sarapan ?" Tanya Bayu, pasalnya tadi pagi ia harus berangkat lebih awal dan istrinya memberi dirinya bekal kerena tidak sempat untuk sarapan dirumah.
" Aku sarapan kok by, duduk sini. " ayu menepuk pinggir kasur mempersilahkan Bayu untuk duduk.
" Kamu tahu, aku panik banget tadi. Aku takut kamu kenapa-kenapa" Ucap Bayu setelah tenang.
" Maaf aku bikin kamu panik"
" Gak papa sayang, ya terpenting sekarang kesehatan kamu. tadi dokter bilang apa?" Ayu melihat Bayu dengan mata berkaca-kaca.
" Sayang, Kok lihat aku kayak gitu?"
" By, ada yang ingin aku katakan sama kamu."
" Apa"
" Nanti di rumah aja ya by, Aku ingin mama, papa kakak tahu tentang kondisi ku" Jawab ayu menundukkan kepalanya.
" Sayang, kamu sakit? " ayu menggelengkan kepalanya " terus apa? "
__ADS_1
" Nanti di rumah aja ya by, biar keluarga kita tahu kondisi ku kayak gimana"
" Sayang jangan bikin aku panik dong"
" Aku gak papa by. " berusaha menenangkan suaminya agar tidak terlihat panik. " Senyum dong, aku suka senyum mu" mau tidak mau Bayu tersenyum pada istrinya walaupun dalam hati was-was..
***
Malam tiba...
Bayu terus menghawatirkan kondisi istrinya, ia menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Semua mereka sedang berkumpul di ruangan tamu setelah makan mala selesai.
" sepertinya kita tidak seharusnya datang kemari " kata Tama yang memperhatikan adik iparnya yang tidak mau jauh dari istrinya.
" Kenapa Kakak ngomong kayak gitu?" Tanya ayu sedikit sensitif.
" Kalau gak mau datang kesini gak usah ikut, mama papa saja cukup. "
" Nak gak boleh ngomong kayak gitu sama Kakak mu" tegur Miranda.
" Oo iya, kamu tadi siang ingin ngomong apa?" Tanya Bayu mengalihkan pembicaraan agar tidak berlanjut. sontak mimik wajah ayu berubah.
" Tunggu disini " Mereka melihat kepergian ayu hanya bisa saling tatap satu sama lain.
" Aneh" kata Tama.
__ADS_1
" Diam, nanti kalau adek mu dengar bisa panjang perdebatan lain." timpal Ibnu.
" Mama kamu gak kesini? "
" Mungkin mama Dateng besok mama"
" Aku kembali" Kata ayu membawa sebuah kotak di tangan nya. " Perhatian perhatian, tolong yang masih main hp, hpnya di taruh dulu. ini berita sangat penting" kata ayu membuat orang di ruang tengah ini heran..
" By, coba kamu buka, Terus setelah itu kasih tahu apa isinya sama yang ada sini. " Bayu menerima kota berikut panjang itu dan membukanya.
" Positif?" Bayu mengangkat benda yang di dalam kotak itu..
" Testpack? positif?" kata Miranda " Kamu hamil Sayang" ayu menganggukkan kepalanya.
" Selamat mas kamu akan jadi kakek, dan aku jadi nenek" Miranda memeluk suaminya, haru.
" Hamil? disini ada bayi? anak kita?" Ayu menganggukkan kepalanya " Terimakasih sayang. " tangis haru di ruang tengah malam ini sangat mengisi ruangan ini.
" Selamat sayang" Miranda memeluk ayu bahagia.
" Selamat sayang, putri papa akan jadi ibu"
" Wah kamu hebat juga, selamat kamu akan jadi papa" Kata Tama memeluk adik iparnya.
Setelah itu ayu mendapatkan banyak wejangan dari sang mama, Mungkin untuk beberapa bulan juga sang mama akan menemani sang putri nya disini.
__ADS_1
***
Terimakasih sudah mampir 🤍