Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
keturunan


__ADS_3

" Sayang " panggil Bayu lembut. Ayu menutup semua badannya dengan selimut tebal. " Sayang... aku ingin bicara.." Ayu membuka selimut itu dan melirik suaminya.


" iya, mau bicara apa?"


" Aku sudah bicara dengan mama.. mengenai baju itu. mama tidak akan mengirimkan itu lagi"


" Bagus lah.... aku sangat malu bay. Bay aku ingin memeluk mu" dengan senang hati Bayu memenuhi permintaan istrinya.


" Sudah jangan malu lagi... mama punya tujuan mengirimkan mu baju itu sayang, mereka ingin kita cepat punya anak. mereka tidak sabar mengendong cucu. " ucap Bayu mengelus kepala istrinya.


" Bay.."


" Apa sayang .."


" Bagaimana kalau aku tidak bisa memberikan anak pada mu, mereka akan kecewa." kata ayu sedu.


" Hai. kenapa bicara seperti itu. " Bayu sedikit marah dengan perkataan ayu. bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu.


" Tidak. aku hanya takut itu terjadi pada ku. " Ucap ayu melepas pelukannya, ia menyenderkan kepalanya di dada suaminya " Aku pernah membaca artikel, banyak wanita tidak bisa memiliki anak, walaupun ia masih muda. "


" Sayang... "

__ADS_1


" Bay, kalau aku tidak bisa memberi mu keturunan, apa kamu masih menerima ku" ayu melirik suaminya hanya diam saja. sedangkan suaminya sedang mencerna apa yang baru saja ia ucapkan. " kenapa diam bay?" Ayu mengelus dada suaminya.


" Jangan bicara seperti itu, aku tidak suka. walaupun kamu tidak bisa memberikan ku keturunan aku akan selalu ada di sampingmu, karena kamu istriku dan hidupku."


" Kamu sangat mencintai ku, terimakasih "


" Sayang ada apa kenapa sikapmu sangat aneh. Apa seharian ini kamu menghabiskan waktu mu dengan membaca artikel itu?" Ayu mengangguk kepalanya. " Jangan baca lagi, itu bisa merusak mental mu"


" Iya, aku tidak akan membacanya lagi. hanya saja tadi judulnya sangat menarik jadi aku membukanya. "


" lain kali jangan baca artikel seperti itu lagi, lagi pula Kenapa kamu sangat khawatir akan hal itu, kamu masih muda dan juga... " Bayu melihat istrinya, senyum penuh arti.


" Kita baru melakukan satu kali, jadi kita harus melakukan lagi lagi lagi dan lagi sayang"


***


Tak terasa pagi hari sudah tiba, semua keluarga berkumpul untuk sarapan pagi. Bayu dan ayu sudah siap untuk pergi ke kantor dan kuliah. Tapi pagi ini Miranda terlihat cemberut dan dia juga sudah rapi dengan pakaiannya..


" Mama mau kemana? " Tanya ayu sebelum berangkat kuliah..


" kami akan pulang hari ini nak" kata Ibnu membawa koper mereka. " Papah serahkan semua pekerjaan disini sama Tama" sambungnya.

__ADS_1


" pulang? Kenapa mendadak sekali pah?" Tanya ayu melirik suaminya, dan melihat sang papah.


" aku masih ingin disini mas. " regek Miranda.


" Tidak, sekarang kita pulang sekarang. " kekeh Ibnu " Nak Bayu, Jangan anak papa ya, mungkin Nanti kami akan kesini lagi"


" iya pah, tapi kenapa papa sama mama pulangnya sangat mendadak?"


" Ada urusan penting yang harus papa urus. Kalau begitu papa dulu nak, Agar tidak ketinggalan pesawat "


setelah berpamitan ibnu dan Miranda pergi ke bandara ti antara Tama. Miranda terus saja cemberut dari tadi, dia membuang muka.


" Tidak usah kesal seperti itu, ini semua karena ulah mu" Kata Ibnu sibuk dengan ponselnya.


" Aku melakukan ini Agar kita cepat punya cucu" kesal Miranda.


Ibnu menghela nafas " Mira, mereka baru menikah dan membuat anak itu butuh waktu, walaupun kamu terus mengirimkan baju seperti itu, tidak akan mempercepat kita punya cucu. tapi kamu akan membuat anak kita malu dan juga takut"


" Takut kenapa?" Tanya Miranda melihat suaminya..


" Aku takut, mereka tertekan karena ulah mu, dan akan muncul rasa takut pada mereka" Ucap Ibnu menatap istrinya. " keinginan mu memiliki cucu itu tidak salah, tapi pikir kan juga mereka. Mereka baru menikah dan kamu menaruh harapan sangat besar padanya. Jika suatu saat kamu tidak mendapatkan apa yang kamu harapkan, kamu akan terpukul. aku tidak ingin melihat mu seperti itu, cukup aku melihat itu di masa lalu. jangan buat aku melihat itu lagi di masa sekarang."

__ADS_1


__ADS_2