
Dalam perjalanan menuju rumah ayu dan Bayu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ayu melirik suaminya yang hanya diam saja, ayu merasa bersalah.
Jam menunjukkan pukul sebelas malam, pasti penghuni rumah sudah tertidur. Baru saja mereka memasuki rumah, terlihat mama Titin membawa koper keluar kamar..
" Mama mau kemana jam segini?"
" Mama harus pergi ke Singapore" Jawab Titin, menghentikan langkahnya didepan kedua anaknya.
" Kenapa gak besok aja mama? "
" Gak bisa nak, mama harus segera kesan. "
" Ya udah aku antar mama ke bandara ya" kata Bayu.
" Aku ikut " Ucap ayu.
" Nggak nak, kalian istirahat saja. kalian juga baru pulang kan? pasti kalian capek. Mama sudah pesan taksi jadi kalian istirahat saja."
" Tapi ma.."
" Nggak ada tapi-tapian. mama harus pergi sekarang. jangan diri kalian baik-baik."
" Baiklah, kami antar ke depan ya ma" Bayu dan ayu mengantar Titin sampai di depan rumah. setelah kepergian Titin baru mereka masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri baik ayu dan Bayu tidak Langsung tidur, Bayu terlihat siapa untuk mengintrogasi istrinya.
" Apa yang sebenernya terjadi?" Tanya Bayu dengan lembut. " Kenapa dia ingin menyentuh tangan mu? Apa dia mengenal mu?" Timpalnya lagi.
" iya, dia dosen aku di kampus. " Jawab ayu jujur. Ayu menceritakan semuanya pada suaminya tanpa terlewatkan sedikit pun.
" kenapa gak pernah cerita sama aku?" Tanya Bayu kesel.
" Karena aku mengganggap itu tidak penting."
" Tapi sayang... kamu harus tetap ceritain semuanya sama aku, baik itu penting kek, atau tidak penting kamu harus menceritakannya mulai sekarang!!"
" iya by, aku janji akan menceritakan semuanya pada mu" kata ayu..
" Ya mulai sekarang aku akan memanggil mu by, Hubby. suamiku." Jawab ayu melihat Suaminya.
" Yah, salting. Salting kamu kentara banget by " Ucap ayu menggoda suaminya.
" Ya udah sekarang kita tidur." kata Bayu merebahkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya salting dengan bantal.
" by kita gak ngelakuin itu malam ini?"
"Emang kamu gak capek?"
__ADS_1
" gak tuh"
****
Sementara di keluarga gintara. Terlihat Nyonya gintara sangat marah dengan kejadian malam ini, selepas kepergian ayu dan Bayu, nyonya gintara menyuruh putranya untuk menyusulnya ke sebuah ruangan yang khusus keluarga gintara.
" Mama tidak menyangka kamu mengincar istri orang" Sentak nyonya gintara, Anaknya ganteng, mapan bisa dibilang sangat sempurna dan tidak akan ada wanita yang bisa menolak pesonanya, anaknya malah mengincar istri orang.
" Mama tidak habis pikir " sambungnya lagi.
" Dia beda dari wanita lain ma. " Jawab David, membela dirinya.
" Tapi tidak istri orang juga David!!!! " Nyonya gintara menggelengkan kepalanya anaknya ini masih saja mencari pembelaan, sudah jelas-jelas perbuatannya ini salah.
" Kamu ingin merusak reputasi keluarga gintara hah? Kamu itu sempurna tidak ada wanita yang bisa menolak mu!"
" Ada... Ada yang menolak ku.." jawab David, mengingat bagaimana penolakan ayu pada dirinya. " dia, wanita yang bersuami itu menolak ku ma, aku tidak terima."
Nyonya gintara geram dengan David " Dia menolak mu karena dia sudah punya suami!!"
David terdiam mendengar apa yang di katakan sang mama, Apa karena itu ayu menolak nya.
" Kenapa kamu hanya diam saja, Apa kamu baru menyadari itu?" David bungkam. " Cih.. pupus sudah keinginan ku mendapatkan menantu dan cucu, kamu saja tidak becus dalam memilih pasangan. dan mama juga tidak mau tahu kamu harus terima wanita pilihan mama!!"
__ADS_1