
Seusai makan malam, kedua pasangan halal itu kembali ke kamar. tidak seperti biasanya, biasanya Bayu akan langsung berkutik dengan laptopnya. tapi lain halnya untuk malam ini, ia menempel pada istrinya.
Ayu sudah pasrah dengan apa yang Bayu lakukan, suaminya ini menempel pada dirinya tidak mau lepas.
" Bay bisakah kamu tidak memelukku"
" Tidak bisa, aku nyaman memeluk mu"
" Aku mau bikin tugas kuliah, aku harus mengerjakan dulu"
" Baiklah, kemarin kan tugas mu, aku akan membantu mu" Bayu melepaskan pelukannya, dan menyuruh istrinya mengambil laptop. dan benar saja Bayu membantu istrinya mengerjakan tugas kuliah. selama satu jam Bayu fokus berkutik di laptop itu, dan sekali-kali ia menyuruh sang istri mencari beberapa jurnal, sampai akhirnya tugas kuliah itupun jadi.
" Sudah jadi" kata Bayu menyerahkan laptop itu pada ayu, ia menyuruh sang istri memeriksanya.
" wah kamu hebat" ujar ayu yang melihat pekerjaan suaminya ini sangat memuaskan.
" Suami ayu lestari nih bos senggol dong" ucap Bayu membuat ayu terkekeh.
" Apan sih, lebay banget"
" Emang bener kan, aku Suamimu"
" iya, kamu memang suami ku" ucap ayu, " karena kamu sudah membantu ku menyelesaikan tugas kuliah ku, kamu boleh minta apa pun"
" Serius? " ayu menganggukkan kepalanya. " Kalau aku minta hakku sekarang gimana?" istrinya terdiam mendengar apa yang di katakan nya. " Aku bercanda kok" timpal Bayu dengan cepat.
" Maafkan aku, aku belum siap"
" Tidak apa, aku akan bersabar. tapi kalau minta ciuman boleh?" Baru saja ayu lega mendengar apa yang di ucapkan suaminya, tapi ia malu mendengar ucapan terakhir suaminya..
" gimana?"
__ADS_1
" Boleh" Ayu mendekat dan mencium pipi suaminya. membuat Bayu tidak percaya.
" Kamu salah sayang, haru nya itu gini" Bayu mencium bibir istrinya dengan mesra, beberapa saat mereka menikmati aktivitas mereka, Sampai mereka hampir kehabisan napas.
" Itu baru bener"
****
Jam dua pagi, ayu terbangun kerena merasa perutnya yang sangat sakit. seperti di tusuk- tusuk, ia mencoba membangunkan suaminya.
" Bay, Bangun" ayu mengoyak tubuh suaminya.
" Ada apa yu?"
" Bay, sakit" Keluh ayu, tangannya terus meremas perutnya. nyeri, ngilu jadi satu.
" Kamu kenapa? " Bayu sangat panik melihat istrinya terlihat sangat kesakitan, pucat dan kering dingin.
" Tolong oles kan di perut, sakit" istrinya terus menggulingkan tubuhnya ke kanan kiri, nyeri di perut tidak bisa ia tahan, Air mata membasahi pipinya..
" Diam dulu dong, aku oleskan dulunya"
" Bay sakit, " Ucap ayu menangis, membuat suaminya tidak tega.
" Kita ke rumah sakit saja ya, aku gak bisa lihat kamu seperti ini" Istrinya sangat keras kepala, ia menggeleng kepalanya. " Ya sudah, tunggu disini aku minta bantuan sama mbak Ijah" Bayu pergi meninggal ayu sendiri di kamar, ia terus merintih ke sakit.
" Mama sakit, sakit "
sampai di Kamar mbak ijah dan pak Asep, Bayu langsung mengetuk pintu. Cukup lama ia mengetuk pintu sampai akhirnya pintu itu terbuka.
" Ada apa pak?" tanya pa Asep dan mengucek matanya.
__ADS_1
" Mbak Ijah mana pak? "
" Sebentar saya bangun kan pak" Pak Asep masuk ke dalam untuk membangunkan mbak Ijah. dan keluar.
" Ada apa pak?" tanya mbak ijah..
" Istri saya sakit perut mbak, mungkin mbak Ijah bisa membantunya " mbak Ijah pun langsung menunju kedapur, ia mengerti apa yang sedang di alami majikannya. tiga puluh menit mbak Ijah datang dengan membawa secangkir jamu..
" Ini Bu, diminum dulu. Semoga bisa meredakan sakitnya " ayu meminum itu, setelah mengantar kan itu mbak Ijah kembali ke kamarnya.
" Gak enak, ini sama seperti yang mama buatkan untuk ku"
" Habiskan dulu, biar sakitnya berkurang "
" tapi ini gak enak"
" baiklah kalau begitu " Bayu meminum jamu itu, walaupun rasanya aneh bayu tidak memuntahkan nya lalu ia mencium istrinya, dan secara tidak langsung jamu yang tadi Bayu masukan ke mulutnya masuk ke dalam mulut ayu.
" Mau lagi cara begini?" tanya Bayu melihat istrinya yang keras kepala ini.
" Gak aku bisa minum sendiri " Ayu langsung meminum semua jamu itu sampai habis, dia tidak habis pikir dengan semuanya ini, memberinya minum dengan cara seperti ini..
" Sekarang tidur ya "
" Tapi perut masih sakit bay"
" Apa ini sering terjadi?"
" iya, setiap mendekati hari datang bulan. perutku akan saki seperti ini"
" sini biar aku elus" Bayu membaringkan tubuh istrinya dan ia memeluknya, perlahan tangannya masuk ke dalam baju sang istri dan mengelus perut istrinya dengan lembut. perlahan ayu terlelap, tidak merintih kesakitan lagi.
__ADS_1