Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
Baju haram lagi


__ADS_3

" Wah bener kah, berarti tadi malam kalian..."


" Ah mama, aku malu.." Ayu menyembunyikan wajahnya dengan mengunakan baju haram yang di tangannya..


" Sayang ini hadiah dari mama" Ucap Miranda membawa kota yang masih terbungkus dengan kertas kado.


" Ma... " ayu melihat mertuanya dan mamanya bergantian. " Apa ini sama dengan hadiah yang diberikan mama?" Tanya ayu pada Miranda, firasatnya mengatakan bahwa kado sang mama dan mama mertuanya satu paket, dengan kata lain sama tapi beda bentuk.


" Tu kan sama, sama-sama baju kurang bahan." Ucap ayu lesu setelah membuat kado mamanya..


" gak pa-pa sayang, kan biar tambah banyak koleksinya. " jawab Miranda tanpa dosa.


" tau ah, aku males. mau ke atas dulu." Ucap ayu meninggalkan kedua wanita yang memberikan dirinya hadiah. sebenernya ia tidak kesal dengan kedua wanita ini, tapi ia sangat malu.


" apa kita salah memberikan ini padanya?" Tanya Titin pada Miranda.


Miranda menggelengkan kepalanya " tidak, kita tidak salah. mungkin Bayu belum mengurangi stok baju yang kita kirimkan" Tawa kedua wanita itu pecah.


Sementara di kamar ayu terlihat sangat kesal, dan bosan. tadi ia mengira berbincang dengan mertua dan mamanya akan membuat dirinya tidak merasa bosan, tapi kedua wanita paruh baya itu malah membuat dirinya sangat kesal.

__ADS_1


" aku sangat bosan aaa... aku harus apa di kamar terus menerus? tapi kalau keluar aku sangat malu, kenapa mereka sangat senang memberiku baju haram itu. astaga aku bisa gila."


Tidak mau memikirkan baju haram yang di berikan mertuanya dan mamanya, ia memilih untuk menghubungi Suaminya.


" Kamu sudah bangun?" Tanya Bayu di seberang sana. " apa itu masih sakit."


" Bisakah kamu tidak menanyakan itu?" Tanya ayu dengan kesal. Niat awal ingin menghilangkan rasa malunya, tapi Suaminya malah membuatnya kesal dengan pertanyaan yang di ucapkan tadi.


" iya maaf, ada apa kenapa sepertinya sangat kesal?"


" Bagaimana aku tidak kesal, apa kamu tahu mama kamu dan mamaku memberikan ku hadiah, itu sangat memalukan!"


Bayu mengerutkan keningnya " memerlukan? memalukan bagaimana?" suaminya heran, kenapa memalukan? biasanya orang mendapatkan hadiah dari orang lain mereka akan bahagia, tapi kenapa istrinya ini sangat berbeda.


" Jadi kamu mendapatkan baju haram lagi dari mama?" Tanya Bayu dengan senyum penuh arti.


" iya, Kenapa senyum mu membuat ku sangat kesal."


" sayang, mama itu mengerti dengan kebutuhan kita, jadi jangan kesal seperti itu."

__ADS_1


" kamu sama saja, ngeselin...." Ayu mematikan panggil video itu dan melempar ponsel ke atas kasur.


" Mereka sangat menyebalkan"


Sementara Suaminya di kantor sedang membayangkan muka kesal istrinya, pasti sangat menggemaskan. " Apa emosi seseorang setelah melakukan hubungan intim itu akan seperti dirinya tadi?"


" saya tidak tahu pak?" Jawab Yogi.


" aaaaaahkk sejak.... kapan kamu ada disana?" tanya Bayu terkejut, saking terkejutnya dia hampir melempar ponsel yang ada di tangannya.


" Sejak anda mempertanyakan, apa emosi seseorang...."


" Diam!! kamu tidak perlu mengatakan selengkapnya." Astaga Kenapa ia tidak menyadari keberadaan Yogi di sini, ini sangat memalukan. " Ada apa?" Tanya Bayu menghilangkan keheningan.


" Ada tamu yang ingin bertemu dengan anda, apa saya bisa menyuruh dia untuk masuk?"


" Iya, persilahkan saja ia masuk!"


" astaga apa pak Bayu semalam melakukan hubungan intim dengan istrinya, apa ini untuk pertama kalinya? tidak mungkin ini pertama kalinya mereka sudah menikah bulan lalu, jadi ini tidak mungkin untuk pertama kalinya. tapi kenapa beliau mempertanyakan itu?" Gumam Yogi.

__ADS_1


" Yogi, sampai kapan terus berdiri di depan pintu seperti itu? Keburu tamunya pulang." Tegur Bayu yang melihat Yogi masih berdiri depan pintu.


" ah iya pak, maaf "


__ADS_2