Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
Surprise


__ADS_3

Ayu sudah siap dengan bajunya ia kenakan. sedang suaminya sangat terpesona dengan kecantikan istrinya malam ini, begitu sangat cantik.


" sayang kamu sangat cantik"


" aku memang cantik, Apa kamu baru menyadari ya?"


" tapi malam ini kamu berbeda dengan malam lainnya sayang, kamu sangat cantik"


" Terimakasih suamiku atas Fujian mu, aku sangat bahagia mendengarnya " jawab ayu sedikit membungkukkan badannya seperti orang Jepang yang sedang membersihkan hormat pada rajanya.


" Apa sudah cukup gombalannya? Apa kita bisa pergi sekarang suamiku" tanya ayu melihat bayu yang terus tersenyum ke arahnya.


" Aku suka dengan panggilanmu itu sayang"


" Oh ya, Mulai besok aku akan memanggil mu dengan sebutan itu, suamiku"


" Kenapa harus besok, kenapa tidak sekarang?"


" Baiklah suamiku, apa kita bisa pergi sekarang?"


" Tentu" ia meraih tangan istrinya untuk digandeng. pasangan yang sangat serasi, yang satunya tampan dan Satu cantik.


Bayu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, Tangannya terus menggandeng tangan istrinya, dan yang satunya mengendalikan stir.


Sesampainya di tempat yang di maksud Bayu, Bayu menutup mata istrinya, karena ia ingin memberikan kejutan pada Istrinya..


" kenapa harus di tutup, gak mau. kamu pasti mau aneh-aneh!!"

__ADS_1


tak.... Bayu menyentil kening istrinya.


" sakit "


" makanya jadi orang itu jangan suka berprasangka buruk, apa lagi sama suami sendiri!!"


" iya iya maaf, tapi ini gak aneh-aneh kan?"


" Gak sayang, aku ada kejutan untuk mu" kata Bayu untuk menyakinkan istrinya.


" Ya udah" Bayu menutup mata istrinya dengan kain yang sudah ia sediakan. dan membantu istrinya untuk masuk kedalam..


" dalam hitungan ke tiga aku buka ya penutup matanya " Ucap Bayu berdiri di belakang istrinya.


satu


dua


Perlahan ayu membuka matanya, dan samar-samar ia melihat mertua, orang tuanya dan kak Tama ada di sana.


surprise


" Mama " Ayu berlari memeluk Miranda, Ibnu dan Titin. ia sangat merindukan kedua orang tuanya dan juga mertuanya.


" Mama sama papa kapan datangnya?" Tanya ayu terharu.


" Kemarin sayang. duh jangan nangis gini dong, entar cantik nya hilang."

__ADS_1


" Kemarin? kenapa tidak menghubungi aku"


" Kan mau buat kejutan untuk kamu sayang. masa kami ngasih tahu ke kamu kalau kita mau dateng, itu bukan surprise namanya" Ya, mereka semua sudah merencanakan ini dari dua hari lalu.


" Sayang jangan nangis" Kata Titin.


" Aku terharu ma, aku kangen kalian" ucap ayu masih dengan isakan tangisnya.


" Kami sudah di sini, jangan nangis lagi" Ibnu, memeluk putri kesayangannya.


" papa Gimana kabarnya?" Tanya ayu setelah pelukan mereka terlepas..


" Alhamdulillah papa baik sayang, jangan nangis lagi" Ibnu mengusap air mata ayu.


" Katanya kangen, lupa sama kakak sendiri" sindir Tama, ia seperti tidak di hiraukan ke berandanya di sini.


" Aku cuma kangen sama papa mama, kalau sama kak Tama gak tuh" Jawab ayu.


" anak kecil, sini kamu. " Tama mendekat ingin menyentil kening sang adik, tapi dengan cepat ayu berlari ke arah suaminya.


" Bay lindungi aku" Ucap ayu bersembunyi di belakang suaminya.


" mentang-mentang sudah ada bekingan "


" Ya dong, dari pada kakak jomblo terus. "


" sini kamu!" Ayu terus menjadikan tubuh suaminya menjadi perisai dirinya. sedang suaminya hanya diam saja.

__ADS_1


" Nak udah, kasian Suamimu" ucap Ibnu menghentikan perkelahian anaknya ini. Miranda dan titik hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan anak dan menantunya.


" Sudah, lebih baik kita makan" ucap Miranda.


__ADS_2