
" By, sakit" Melihat istrinya yang kesakitan membuat Bayu tidak tega melihatnya. ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menemani ayu dan menggenggam kuat tangan istrinya.
" Sayang, kamu pasti bisa." Ucap Bayu.
Ayu mengikuti instruksi yang di katakan dokter padanya. Setelah berjuang antara mati dan hidup akhirnya buah hatinya lahir dalam keadaan sehat.
" Terimakasih sayang, kamu sudah berjuang sampai detik ini" Kata Bayu, terus mengecup kening istrinya. Bayu sangat terharu melihat buah hatinya lahir dalam keadaan sehat, salain itu Bayu bangga pada Istrinya.
" By, anak kita sudah lahir. " kata ayu penuh bahagia, rasa sakit yang ia rasakan tadi, langsung hilang ketika melihat buah hatinya selamat. Baik Bayu dan ayu tidak bisa membendung air mata mereka.
" Pak silahkan ikut saya" Kata suster, Bayu pergi mengikuti kemana suster tersebut membanya, Bayu di bawa ke ruangan khusus bayi, Bayu langsung menggazankan anaknya.
**
"Cairo Al Mahdy Pratama " kata ayu, ia menyentuh hidung putranya membuat semua orang yang ada di ruangan ini ikut bahagia melihat Bayi kecil itu tersenyum.
" Masya Allah tabarakallah, nama yang bagus nak. Lihat pah dia sangat lucu." kata Miranda melihat cucu pertamanya.
" Dia sangat mirip dengan ku" ucap Tama.
" Dia mirip seperti papanya, bukan seperti kakak" Jawab Ayu.
" Sudah jangan berdebat tentang itu, Nak apa papa boleh menggendongnya. " kata Ibnu.
" boleh pah."
" Jangan mama dulu yang menggendongnya " Miranda.
" Lebih baik aku saja dulu, dari Pihak papanya si bayi " Kata Titin tidak mau kalah dengan besannya.
__ADS_1
" Berikan pada Kakak aja, siapa tahu setelah menggendong si bayi Kakak bisa Nemu jodoh dalam waktu singkat ini"
" Aamiin " Jawab semua orang yang ada di ruangan ini. membuat Tama jengkel, karena dari sebelumnya semua keluarganya mempertanyakan kapan dirinya akan menikah.
" Terimakasih sayang." Kata Tama memeluk istrinya.
" Terimakasih kembali by, kamu selalu ada untuk aku"
" Itu sudah kewajiban ku sebagai suami mu sayang, sekarang kita sudah punya malaikat kecil, semoga malaikat kecil kita bisa membawa kita ke surga kelak."
" Aamiin"
Satu Minggu setelah lahiran ayu di bawa pulang ke rumah orang tuanya, seperti yang sudah mereka semua rencanakan.
" Anak bunda sudah bangun, aaa anak bunda ternyata pipis ya, bunda ganti dulu ya popoknya "
" Ada apa sayang? Al kenapa?" Tanya Bayu baru masuk kedalam kamar.
" Aku gak pa-pa kok pah, aku pipis jadi celana aku basah, Aku gak nyaman." Kata ayu meniru suara anak kecil.
" anak papa nangis karena pipis ya? biar bunda tahu ya. kalau anak papa ini lagi pipis"
" Aku juga anak bunda pa"
" iya, Cairo Al Mahdy Pratama anak papa Bayu dan bunda ayu"
" selesai " kata ayu.
" kasih asi dulu sayang, siapa tahu malaikat kecil kita ini laper"
__ADS_1
" Papa tahu aja kalau aku lagi laper"
" Sayang, kalau dia biasa bicara nanti pasti dia sangat lucu "
" Iya pasti sangat lucu. papa sama mama ke mana, tumbe gak lihat cucunya"
" Papa mama tadi keluar, ada keperluan yang harus di beliin katanya " Beberapa lama akhirnya buah hati mereka kembali tertidur, ayu menaruhnya di box bayi itu kembali.
" Dia sangat mirip dengan mu sayang"
" kami juga, lihat hidungnya, sama seperti mu"
Keduanya asik melihat ke arah Beby Al yang tertidur pulas, kebahagiaan mereka tambah sempurna dengan kehadiran buah hatinya. memiliki keluarga yang sangat menyayangi mereka membuat mereka sangat beruntung dan sangat bersyukur.
.
.
.
.
.
.
..
Tamat?
__ADS_1