
Melewati sarapan pagi membuat perutnya terasa kosong. hari sudah siang dan ia baru saja bagun dari tidurnya. selesai melaksanakan sholat Zuhur, ia memutuskan untuk turun kebawah.
" mbak masak apa siang ini?" Tanya ayu pada mbak Ijah.
" Saya masak ikan kuning dan ada juga ikan balado"
" Saya mau makan mbak, saya lapar banget"
Ayu menyantap makanan yang ada di depannya, sungguh dia sang lapar.
" tuan rumah baru bangun" Sindir Tama.
" apa sih kakak" Tidak mau meladeni Tama, ia melanjutkan makannya tanpa menghiraukan Tama.
" dih jutek banget Jawabnya, kan cuma nanya. oops emang kenyataan."
" terserah aku dong, ini kan rumah suamiku eee"
" oo sekarang berani ya. mentang-mentang ini rumah suamimu tapi lupa kalau kami sedang berkunjung "
" Maaf, tapi kan aku juga gak tahu Kalau bakalan begini"
__ADS_1
" emang semalam kenapa?" Ayu terdiam. tidak, tidak mungkin aku memberi tahu kakak Tama soal semalam, batin ayu.
" gak ada" jawab ayu dengan cepat membuat Tama menebak-nebak apa yang sebenernya terjadi. tanpa di beri tahu Tama pun tahu apa yang telah terjadi pada adiknya.
" Tahu kok, kakak juga ngerti juga kali"
" Kakak tahu apa, jangan sok tahu deh"
" kamu begadang kan tadi malam?" melihat ayu seperti menghindar kotak mata membuat Tama semakin menjahili adiknya. " semoga kakak Cepat punya keponakan " bisik Tama membuat wajah ayu merah padam..
" Habiskan makan siang mu, Kakak mau tidur siang dulu" Pamit tama meninggalkan ayu di ruang makan sendirian.
" Aaa apa kakak Tama tahu kalau semalam aku...gak mungkin." Ucap ayu tidak percaya dan malu.
" sayang, sini. Mama ada hadiah untuk mu." Titin memberikan paper bag Yanga da di tangganya pada ayu.
" Ini apa mah?" Ia membuka paper bag itu satu persatu dengan perasaan yang tidak menentu, ia berharap tidak menemukan hadiah yang akan membuat dirinya malu, seperti baju haram.
" Buka aja nak, kamu pasti suka. mama lupa kemarin malam ngasih ke Kamu, kita terlalu keasyikan ngobrol" Ayu membuka hadiah itu.
" Tas? ini pasti sangat mahal ma" Ucap ayu setelah mengetahui kado dari mertuanya. tas yang bermerek, sudah di pastikan ini sangat mahal.
__ADS_1
" Ini tidak mahal nak, mama sengaja'membelikan ini untuk mu. ini sangat cocok untuk mu"
" terimakasih mama" Keduanya berpelukan.
" Wah ada apa ini" Kata Miranda yang baru saja datang menghampiri mereka.
" Aku di kasih kado ma, sama mama Titin. lihat mama ini pasti sangat mahal."
" Wah, bagus banget. Tapi kalau mama lihat tasnya sangat cocok dengan mu"
" Tuh kah. mama juga bilang apa, tas ini memang sangat cocok untuk mu"
" mama juga punya hadiah untuk mu lho. bentar mama ambil dulu." Miranda pergi mengambil hadiah untuk ayu, sementara itu ayu sibuk membuka hadiah dari mertuanya. banyak sekali yang ia dapatkan, mulai dari tas, sepatu dan satu set baju.
" Dan ini paling sepesial sayang, buka lah." suruh Titin. Ayu yang tak menduga isinya pun langsung membukanya.
" Mama!!" ucap ayu melemah, dan ia sangat malu.
"Hehehe, gimana sayang. ini sangat bagus bukan" ejek Titin. Muka menantunya saat ini sangat malau dan terlihat lucu di mata mertuanya.
" Mama sudah banyak mengirimkan ku baju seperti ini, aku mohon jangan kirim lagi. " ucap ayu, hadiah yang di bilang sangat spesial itu isinya lingerie warna merah dan sangat tipis.
__ADS_1
" Haha, mama akan terus mengirimkan mu hadiah seperti ini sayang, agar mama cepat punya cucu"
" Tapi ma, tanpa mama mengirimkan baju seperti ini, mama akan tetap mendapatkan cucu. " bukannya tidak ingin menerima hadia dari sang mertua melainkan ia sangat malu.