Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
Tersemogakan


__ADS_3

Seperti biasa Bayu akan pulang sekitar pukul lima sore. Dan dari siang tadi istrinya tidak keluar dari kamarnya.


" Assalamualaikum ma, pah, kak." sapa Bayu ketika masuk kedalam rumah, dan melihat sang mama dan keluarga Istrinya berada di ruang tengah.


" Waalaikumsalam warahmatullahi" jawab mereka.


" Ayu mana? tidak bergabung dengan kalian?" Tanya Bayu, apa istrinya masih kesal seperti yang ia katakan tadi siang.


" Lagi di kamar, dari tadi tidak keluar. " Jawab Miranda, menahan tawanya.


" Iya, selsai makan siang tadi. ayu Langsung naik terus tidak keluar dari kamar." ucap Titin.


" Ya, udah kalau gitu aku ke kamar dulu" Pamit Bayu, pergi ke kamar.


" Pasti dia masih kesal pada kita" Tawa kedua wanita ini.


Sementara di kamar ayu sibuk mengutak-atik laptopnya dari siang tadi, ia menghabiskan waktu menonton drama Korea.


" Assalamualaikum, aku pulang" Ucap Bayu setelah memasuki kamar dan mendapati istrinya sedang menonton drama Korea.


" Waalaikumsalam warahmatullahi " Jawab ayu tanpa melihat ke arah suaminya.


" apa dia masih kesal?"


" sayang kamu lagi nonton apa?"Bayu mendekati istrinya yang masih asik dengan tontonannya.


" Biasa, Drakor "

__ADS_1


" Sayang, lihat aku. apa kamu masih marah?"


" Aku marah? tidak, aku tidak marah. "


" Kalau begitu, aku boleh minta tolong?"


" Minta tolong apa bay?"


" Matikan dulu laptop nya!"


" baiklah, Aku akan mematikannya dulu" ayu mematikan laptopnya " Apa ?" Tanyanya.


" Tolong siapkan air hangat untuk ku, Rasanya hari ini sangat aku sangat lelah." Tanpa di suruh dua kali ayu langsung menyiapkan apa yang di suruh suaminya.


" Sudah siap" Ucap ayu keluar dari kamar mandi.


" Aku mandi dulu"


" Apa kamu masih kesal sama mama?" Tanya Bayu hati-hati.


" Aku tidak kesal, hanya saja aku sangat malu menerima pakaian yang kurang bahan seperti itu"


" Baiklah, nanti aku akan bicara sama mama, agar tidak membeli baju kurang bahan itu lagi."


****


Jam makan malam, semua keluarga sudah berkumpul di meja makan. Miranda dan Titin melirik ayu yang dari tadi diam dan fokus pada makanannya. Senyum ke-duanya terukir ketika mengingat bagaimana tadi Bayu menyuruh mereka berhenti untuk membelikan istrinya baju kurang bahan.

__ADS_1


" Ma " Bayu melihat kedua wanita yang ada di depannya. " bisakah mama tidak memberikan ayu baju seperti itu lagi. Tadi siang dia menghubungi ku, dan dia sangat malu, aku juga kena sasaran kekesalannya. "


" Nak, aku tahukan mama melakukan itu agar...."


" iya ma, aku tahu. Kami sedang berusaha. Doakan saja, semoga apa yang kalain semoga cepat tersemogakan."


" Kenapa mama melihat ku seperti itu?" Tanya Bayu melihat kedua wanita itu tersenyum penuh arti. Ayu, Tama dan Ibnu yang mendengar itu pun melihat ke arah Miranda dan Titin.


" Mira kenapa melihat menantu seperti itu?" Tanya Ibnu, ngeri melihat tatapan istrinya.


" Tante Titin juga, kenapa melihat Bayu seperti itu. Ini sangat mengerikan"


" Apa yang ada di pikiran mama dan mama Titin. " Gumam ayu dalam hati.


" Biarkan saja mereka, tidak perlu di hiraukan. lanjutkan makan kalian. " kata Ibnu. " semenjak sampai sini, tingkah mereka berdua sangat aneh" Ibnu menggelengkan kepalanya, mengingat tingkat laku istrinya dan juga besannya akhir-akhir ini sang aneh.


" Aku sudah selesai, aku dulu pah, kak" ucap ayu.


" sayang kenapa makanan sangat sedikit?"


" Aku sudah kenyang bay, Aku duluan" Ayu pergi meninggalkan meja makan.


Sementara Miranda dan Titin masih ada di dunia bayangan mereka. Mereka membayangkan sedang mengendong cucu mereka, anak pertama ayu dan Bayu.


Sampai Tama, Ibnu dan Bayu menyelesaikan makannya, mereka masih asik dengan bayangan mereka. dan pada akhirnya mereka tersadar ketika mendengar suara piring.


" Kemana yang lain?" Tanya Miranda sadar dari lamunannya..

__ADS_1


" Ya, kemana yang lain?"


" yang lain sudah selesai nyonya, Saya pamit kebelakang nyonya " Kata mbak Ijah..


__ADS_2