
Selesai makan malam, Titin, Miranda, Ibnu dan Tama ikut pulang bersama ayu dan Bayu. mereka akan tidak tinggal di rumah ayu dan Bayu Semalam disini.
Bayu dan ayu tidak mempermasalahkan masalah itu semua, malah mereka sangat senang keluarga mereka berkumpul menjadi satu.
Sesampainya di rumah, Titin, Miranda, Ibnu dan Tama langsung masuk ke kamar masing-masing, begitu juga dengan ayu dan Bayu. kini Bayu tengah menatap istrinya yang sedang menghapus mek up.
" Sayang, tadi aku nerima paket atas nama kamu" Ayu langsung melihat ke arah suaminya.
" Paket? Kamu nerima paket?" Tanya ayu, Bayu menganggukkan kepalanya. " pantes saja tidak menerima paket hari ini, ternyata Bayu yang menerimanya"
" Iya paket " Jawab Bayu, melihat raut wajah istrinya yang sangat panik membuat dirinya curiga pada istrinya. " untuk apa membeli pakaian yang seperti itu, jika tidak untuk di pakai?"
Ayu dengan susah payah menelan ludahnya mendengar pertanyaan Suaminya.
" ini isi paketnya " ucap Bayu menenteng dua baju dinas istrinya.
" bay, aku tidak memesan ini semua" Ucap ayu mencoba menjelaskan pada suaminya kalau ia tidak memesan baju haram itu.
" Maksudmu apa?"
" sebenernya, itu kiriman dari mama Titin dan mama Miranda. kedua orang tua kita yang merencanakan ini. aku tidak pernah memesan baju haram seperti itu" jelas ayu panjang lebar.
__ADS_1
" Jika kamu yang memesan ini juga tidak masalah sayang, itu namanya memanjakan suami mu"
" Bay, jangan seperti ini" Ucap ayu, kerena risih melihat apa yang di lakukan suaminya. tapi Bayu tidak mendengarkan itu, ia terus mencium leher istrinya. " Bay"
" Sayang, aku mau kamu pakai baju ini" pinta Bayu, pada istrinya.
" Tapi bay" Ucap istrinya jelas itu penolakan.
" Kalau kamu tidak mau tidak apa-apa. aku tidur dulu" Bayu tidak memaksa, walaupun ia sangat menginginkannya.
Ayu yang melihat suaminya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur merasa bersalah, tidak seharusnya ia menolak suaminya. suaminya berhak mendapatkan ini semua.
Selesai membersihkan wajahnya, ayu mendekat ke arah lemari tempat ia menaruh baju haram yang pertama kali mamanya kirim.
ia melihat dirinya di pantulan cermin, betapa mininya pakaian yang ia kenakan sekarang ini. ia tidak mau membuat suaminya kecewa dan ia juga harus menjadi milik suaminya seutuhnya.
ayu membuka pintu kamar mandi, dan berjalan menuju tempat tidur. ia mendekat ke suaminya, tangannya mulai meraba dada suaminya. Suaminya yang belum tidur pun terusik dan membuka matanya.
Yang pertama kali ia lihat itu istrinya, dengan rambut yang terurai, sebagian menutup wajahnya. " apa yang kamu lakukan" tanya Bayu menyadari kalau istrinya memakai baju haram itu.
" Aku ingin memanjakan suamiku" Ucap ayu dan menidurkan kepalanya di dada Suaminya.
__ADS_1
" Astaga dia sangat agresif"
" Sayang, aku tidak ingin memaksa mu" Ucap Bayu berat, menahan sesuatu yang harus di tuntaskan.
" Ayu sudah siap, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya " Ucap ayu. ia mengubah posisi nya menjadi duduk begitu juga Suaminya..
" apa kamu ikhlas?" tanya suaminya, karena ia tidak ingin istrinya melakukan nya karena terpaksa.
" Ya aku ikhlas"
" Ya udah kita sholat dua rakaat dulu" Ajak Bayu, dan mereka melaksanakan sholat Sunnah. selsai membereskan peralatan sholat mereka, pasangan suami-istri itu pun melakukan apa yang harus mereka lakukan sebagai pasangan suami-istri.
Kedua insan yang sedang di mabuk cinta, sangat menikmati persatuan mereka malam ini.
**
Pagi hari, Miranda dan mbak Ijah sedang menyiapkan sarapan. sedang Titin hanya bisa membantu besannya menyiapkan makanan di meja makan. mereka semua sudah berkumpul di meja makan, tapi tidak dengan tuan rumah, baik ayu dan Bayu tidak bergabung dengan mereka.
" Kemana mereka? apa masih di kamar?" Tanya Titin pada suami orang yanga ada di meja makan.
" Mungkin mereka kesiangan hehe rencana kita berhasil" Tawa Miranda pada besannya.
__ADS_1
" Ah iya, aku lupa. semoga kita cepat punya cucu" doa Titin. dua laki-laki yang melihat dua wanita di depannya yang sedang berbisik-bisik hanya diam saja.