Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
kenapa tidak wanita itu?


__ADS_3

" Kalau ada, emang kenapa?" kata Bayu santai, dan melihat ke arah sang istri. Sedang ayu langsung membuang muka.


" Tidak, hanya bertanya" lain di hati lain di mulut, hatinya sakit mendengar jawaban Bayu. Bayu tersenyum melihat ayu yang membuang muka, Tidak mau menjelaskan apa pun Bayu menyalahkan mobil dan meninggalkan area kampus.


" ini bukan jalan pulang?" Tanya ayu memperhatikan jalan yang mereka lewati.


" memeng bener"


" Kita mau kemana?"


" Kantor, temani aku makan siang"


" kenapa mengajak aku? kenapa tidak wanita itu?"


" Kamu istri ku, ayok turun" suruh bayu ketika mereka sudah ada di depan kantor Bayu.


" Ini kantor kamu?"


"Ayok turun" Bayu membuka pintu mobil untuk ayu..


" Apa tidak masalah aku ikut ke sini? " tanya ayu khawatir kalau ke hadirannya mengganggu.


" tidak, Ayok turun" Bayu menggandeng tangan sang istri dengan mesra, secara tidak langsung ia memberitahu kalau wanita yang di sampingnya ini Istrinya, wanita yang ia cintai.


" Bay, banyak memperhatikan kita. aku malu"

__ADS_1


" Tidak usah malu, kamu istriku. aku tidak peduli tentang mereka" Sesampainya di ruangannya, Bayu mempersilahkan ayu untuk duduk, sedang dirinya mengambil makanan yang ada di atas mejanya dan membawanya ke ayu.


" Kita makan" Bayu membuka makanan yang sudah di siapkan Yogi untuk nya. " Kenapa bengong?"


aaaa


" Aku bisa sendiri "


" Sendoknya cuma satu" ayu menghela nafas, melihat Bayu dengan kesel, bagaimana tidak kesel Bayu terlihat bahagia dengan cuma satu sendok itu.


***


Berjam-jam ayu menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya. Setelah makan siang tadi, ayu ingin pulang tapi Bayu memaksa dirinya untuk diam disini.


" Aku sudah selesai, ayok pulang" Ajak Bayu, terlihat ayu sangat lesu disana. Ayu langsung berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului Bayu.


" Sore, saya duluan" Ucap ayu dan meninggalkan Yogi dan suaminya.


" Saya duluan " Bayu mempercepat langkahnya untuk menyusul istrinya.


Sampai di mobil Bayu langsung melaju kendaraannya untuk pulang, ayu hanya diam saja, sangat irit bicara. Bayu melirik ke arah istrinya.


" Mau beli sesuatu dulu atau langsung pulang" Ucap Bayu memecahkan keheningan.


" Langsung pulang" Jawab ayu tanpa melihat Bayu.

__ADS_1


" Okeh "


Sesampainya di rumah, ayu langsung menuju ke kamar dan membersihkan dirinya, sama dengan Bayu juga, ia juga membersihkan dirinya di kamar lainnya. Setelah selsai ayu pergi ke dapur dan menemui mbak Ijah disana.


" Lagi buat apa mbak?"


" pagi buat puding buk, oiya, ibu dan bapak mau makan malam apa hari ini? biar saya masakin." Tanya mbak Ijah.


" Lihat apa yang ada di kulkas saja mbak" Ayu melihat isi kulkas, dia menemukan sayur SOP disana. " Saya bikin SOP aja mbak" Ayu langsung memasak tanpa bantuan mbak Ijah.


Ayu dan mbak Ijah, sangat akrab seperti tidak ada perbedaan status di antara mereka. ayu sibuk dengan masakannya dan mbak Ijah sibuk dengan pekerjaan, obrolannya tetep berjalan, tanpa menggangu perkejaan mereka.


" Wah, lagi masak apa? wangi banget" ucap Bayu mendekat. " Wah mbak Ijah bikin puding"


" Iya pak, saya pamit kebelakang dulunya pak, Bu" Kata mbak Ijah setelah memasuki puding itu ke dalam kulkas..


" Sibuk banget sih, istriku ini" Entah berapa lagi ayu mendengar Bayu memanggilnya dengan sebutan istriku dan itu membuat jantungnya tidak aman.


" kenapa diam saja?" Ucap Bayu gemas..


" Bay, kamu terlalu dekat. " Ucap ayu risih.


" Kenapa? apa ada yang salah?"


" nanti mbak Ijah lihat "

__ADS_1


" mbak Ijah di belakang, dia tidak akan melihat kita" Bayu perlahan memeluk ayu dari belakang, itu membuat ayu terdiam..


__ADS_2