Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
kemarahan ayu


__ADS_3

" Selamat pagi pak" sapa Yogi pada Bayu yang baru saja sampai.


" Pagi juga." Balas Bayu, ke-duanya masuk ke dalam ruangan Bayu.


" Pak, ini ada surat untuk bapak" Yogi memberikan amplop putih.


" Surat? dari siapa?" Bayu menerima surat itu dan memperhatikan membaca siapa pengirimnya. " perusahaan gintara"


" Kapan surat ini datang?" Tanya Bayu, membuka surat itu..


" Pagi ini pak" Jawab Yogi, " Kalau begitu saya pamit dulu pak." Bayu menganggukkan kepalanya..


" Pesta perusahaan " Heran Bayu. Perusahaan gintara adalah salah satu perusahaan terbesar di tanah air, mungkin jika perusahaan yang dipegang sang mama yang mendapatkan undangan ini ia tidak heran, tapi yang membuat dia heran itu, perusahaan nya di pengang sekarang itu kecil dan cukup mengherankan bagi dirinya mendapatkan undangan seperti ini.


Bayu menekan tombol di samping " Keruangan saya sekarang!"


" iya pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Yogi.


" ini surat dari perusahaan gintara, Apa kita berhubungan dengan mereka?" Tanya Bayu.


" iya pak, kontrak yang anda tanda tangani beberapa hari lalu itu adalah salah satu cabang dari perusahaan gintara pak, yang di pimpin oleh nyonya Yesi, dimana nyonya Yesi memiliki ikatan keluarga dengan pemilik perusahaan gintara."

__ADS_1


" Aku baru tahu" Gumam Bayu " Apa kamu tahu siapa pemilik perusahaan gintara sekarang? saya dengan pemiliknya sudah berpindah tangan"


" Saya tidak tahu pak, keluarga gintara menutup rapat itu semua." Bayu menganggukkan kepalanya.


" Apa perlu kita menghadiri pesta ini?" tanya Bayu ragu.


" Menurut saya, anda harus menghadirinya pak. itu juga bagus untuk promosi perusahaan kita"


" Baiklah. kamu ikut saya besok. "


" Apa... tidak sebaiknya anda pergi dengan istri anda pak?"


" Aku rasa akan sulit untuk mengajak dia, tapi akan ku coba"


Di kampus ayu mengikuti pembelajaran dengan baik, otaknya sangat encer dan bisa memahami semua yang di sampaikan dosen. sedangkan citra, benar benar menghilang dari kampus hari ini.


" Anak itu bener-bener tidak masuk kuliah. kenapa dia sangat takut sekali dengan pak David, padahal beliau biasa saja" Ucap ayu, berjalan menuju kampus.


Selama menuju perpustakaan ayu hanya fokus pada ponselnya, dia sibuk berbalas chat dengan suaminya.


" Apa kamu ada waktu?" Tanya David tiba-tiba sudah ada di sampingnya.

__ADS_1


" Maaf, saya tidak ada waktu" Jawab ayu ketus dan mempercepat langkahnya..


David meraih tangan ayu " Tunggu"


" LEPAS!!" sentak ayu sangat marah. untung saja tidak ada mahasiswa di sini. " Berani sekali anda menyentuh saya!!"


" Maaf.. Aku tidak sengaja!!"


" Cih tidak sengaja." ayu tersenyum sinis, ponselnya berdering " My husband"


" Jangan pernah mengganggu saya, lihat. " ayu menunjukkan layar hpnya.. " saya perempuan bersuami, jadi jangan ganggu saya!!"


" Aku tahu kamu sudah bersuami, aku akan memastikan apa laki-laki itu baik untuk mu" Ucap David dingin.


" Astaga.. " Ayu tidak habis pikir. " Siapa anda? kakak saya bukan, keluarga bukan, dan apa yang baru saja Anda katakan? Cih ini sangat memuakkan!!"


Entah apa yang di pikirkan laki-laki yang ada di depannya ini, apa yang dikatakan tadi? memastikan apa suaminya baik untuknya? ini sangat menyebalkan.


" Ingat ini bapak David yang terhormat, hubungan kita hanya sebatas dosen dan mahasiswa. anda tidak ada hak untuk mencampuri urusan pribadi saya dan keluarga saya..dan ya, urungkan saja niat murahan anda itu, tidak perlu memastikan apa pun, karena saya sangat mengenal suami saya. dan yang pastinya kami menikah karena restu kedua orang tau kami!!"


" Ingat itu" Ucap ayu dengan mata tajam menatap David penuh dengan kemarahan. dan langsung memasuki perpustakaan.

__ADS_1


" Tidak ada wanita seberani dia, dia wanita kedua yang berani membentakku setelah mama"


__ADS_2