
Hari demi hari mereka jalani, di masa ke hamil ini ayu tidak merasa di bebani, ia sangat menikmati kehamilan pertamanya ini. Sejauh ini ayu tidak pernah mengalami ngidam yang berlebihan dan ia juga tidak mengalami yang namanya Morning sickness.
Pertemuan ayu dan Rudi di rumah sakit itu adalah pertemuan pertama dan terakhir mereka. Rudi memutuskan untuk pergi ke luar negeri ia tidak ingin mengganggu kenyamanan putranya. cukup ia memantau dari jauh sudah cukup.
Sekarang usia kandungan ayu sudah menginjak usia tujuh bulan, ayu dan Bayu di suruh untuk kembali ke kota kelahiran mereka, mereka sama sekali tidak keberatan, untuk masalah kantor Bayu sudah mempercayakan semuanya pada Yogi, sedangkan ayu sudah mengambil cuti selama satu tahun lamanya.
" Sayang ini susunya" Kata Bayu membawakan segelas susu hangat untuk istrinya.
" Terimakasih by" ayu menerima susu yang di berikan suaminya. " By, jalan-jalan yok, aku mau ke danau"
" Yang lain aja sayang, kalau danau terlalu jauh dari sini. "
" waktu itu dekat deh, gak jauh. "
" Sekarang beda, kita juga harus memikirkan calon anak kita. Yang deket-deket aja ya "
" Ya udah, walaupun aku ingin sekali pergi ke danau itu. "
" Kalau dia sudah lahir, kita kesana bertiga."
" Ya by, biar dia tahu kalau tempat itu lah yang membuat kita menikah. " mendengar ucapan istrinya membuat ia tertawa, apa yang di katakan istrinya memang benar adanya, kalau saja waktu itu Tama tidak melihat mereka di danau mungkin mereka tidak akan pernah merasakan ke bahagian yang mereka rasakan saat ini.
__ADS_1
" Sang ini bubur yang kamu minta " Kata Miranda membawa semangkok bubur.
" Terimakasih ma, Wangi sekali ma. pasti rasanya sangat enak. "
" Ya udah di makan ya sayang, mama mau keluar dulu"
" iya ma, hati-hati.
" aku suapin ya" Bayu mengambil mangkok itu ingin menyuapi istrinya.
" Apa lihat-lihat" kata Tama, yang melihat ayu sedang melihat ke arahnya. Setelah mengucapkan itu Tama pergi ke luar rumah, ingin menemui Ibnu.
" by, aku mau di suapin sama Kakak Tama" kata ayu melihat Bayu.
" gak, aku maunya sama Kak tama. " mendengar permintaan istrinya Bayu pun, mau tidak mau harus memanggil kakak iparnya.
" Kak " panggil Bayu, Melihat tama dan Ibnu sedang duduk dengan mertuanya.
" iya, ada apa?"
" Hehe itu kak, ayu" mendengar kata ayu Tama sudah paham, tapi tidak ingin mewujudkan permintaan adiknya.
__ADS_1
Melihat muka malas Tama, Ibnu terkekeh " ikutin aja, ikut kemauan ke ponakan mu"
" tapi pah, kasian suaminya. masa yang selalu nyuapin dia makan aku doang semenjak dia ada di sini. " Ya dua bulan lamanya mereka tinggal disini, ayu selalu minta di suapin sama kakaknya.
" Begini nak, kalau ibu hamil menginginkan sesuatu terus keinginannya tidak terpenuhi, nanti anaknya ileran. kamu mau punya keponakan ileran?" Tama menggeleng kepalanya. " ya sudah sana, biar nak Bayu yang nemenin papa mau catur. " dengan malasnya Tama pergi meninggalkan Ibnu dan Bayu.
" Terimakasih Kak" Ucap Bayu sebelum Tama masuk ke dalam rumah.
" Kenapa gak di suapin sama Suamimu saja" Kata Tama Setelah ia duduk di samping ayu, " Kasian dia, setiap weekend kamu selalu minta di suapin sama kakak, Kakak gak enak sama Suamimu. Hari weekend itu harus yang kamu bermanja-manja dengan suami mu, begitu juga sebaliknya. tapi kamu kalah minta di suapin sama kakak " Kata Tama panjang lebar, tanpa henti menyuapi adiknya.
" Tapi dia mau di suapin sama kakak"
" gak usah bawan dia, dia tidak tahu apa-apa "
" Aku bener lho kakak, Semenjak hamil, aku tuh sering kangen sama kakak, terus nih ya, aku tuh harus lihat Poto Kakak dulu sebelum tidur baru aku bisa tidur. " Kata ayu menceritakan ke jadian beberapa bulan lalu yang lalu, Dimana saat itu usia kandungan tiga bulan.
" kakak gak yakin anak kalian mirip sama kalian, pasti anak kalian mirip aku nantinya"
" Nauzubillah "
***
__ADS_1
Maaf kalau ceritanya kurang nyambung🙏