
Bayu terbangun ketika mendengar azan subuh, Senyum manis di bibirnya mendapati istrinya sedang memeluknya. Perlahan ia melepas pelukan istrinya dan setelah berhasil ia pun pergi ke kamar mandi.
Tak tega membangunkan istrinya, ia memilih melaksanakan sholat sendiri, dan setelah sholat itu melihat ke arah istrinya dan beranjak untuk membangunkan.
" Yu, bangun. sholat subuh dulu" ia mengusap kepala istrinya dengan lembut, isterinya masih terjaga membuat dirinya nya gemas sendiri.
" Yu bangun, sholat dulu" bisik Bayu, dan membuat istrinya sedikit terganggu.
" ada apa?" Tanya ayu dengan mata yang sih tertutup.
" Sholat dulu, nanti tidur lagi" Ayu bangun dari tidurnya dan merasakan ada yang aneh di bawah sana.
" Kenapa?"
" Aku gak sholat dh, maaf seprainya merah" Ucap ayu sangat malu. Ayu turun dari tempat tidur dan benar saja seprai itu bernoda.
" Tidak pa-pa, Aku akan menggantinya. bersihkan diri mu" Suruh Bayu, ia mengerti dengan ke adan istrinya.
" Aku yang akan membersihkan nya"
" Jangan keras kepala, cepat bersihkan diri mu. " Ayu menurut ia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. semantar di kamar Bayu mengganti seprai yang bernoda itu dengan seprai lainya.
__ADS_1
Merasa isterinya sudah sangat lama di kamar mandi, ia takut kalau terjadi sesuatu, ia pun mengetuk pintu.
" Apa kamu masih lama didalam? " Tanya Bayu..
" Bay, aku lupa membawa pembalut" Ucap ayu.
" Dimana kamu menyimpannya ?"
" Di laci paling bawah" Bayu langsung mengambil pembalut yang di laci yang di maksud isterinya. dan ia kembali ke depan pintu kamar mandi.
" Buka pintu nya, ini pembalut mu" ucap Bayu dan ayu membuat kamar pintu, hanya tangan nya yang keluar dari pintu untuk mengambil pembalut itu. " terimakasih" Ayu kembali menutup pintu.
" Apa perutmu masih sakit?"
" Tidak, Maaf aku cuma membuatkan mu nasi goreng saja "
" Tidak apa-apa, ini sudah sangat spesial karena yang masak istri ku"
" Kenapa kamu sering memanggilku dengan sebutan istriku? "
" Karena kamu istriku, apa kurang jelas pernyataan kemarin sore?"
__ADS_1
" Iya, cukup jelas. Apa kamu bahagia menikah dengan ku?"
" Seharusnya pertanyaan untuk mu, Aku bukan tipikal laki-laki yang suka main wanita, jika aku sudah memiliki ikatan dengan seorang maka aku akan menjaga dan mempertahankan nya. kamu istriku dan itu sudah kewajiban ku untuk mencintaimu. "
Ayu terpukau dengan apa yang baru saja di ucapkan Suaminya. Suaminya bener-bener mencintai nya, ayu tidka meragukan itu karena suaminya tidak pernah menuntut dirinya dan suaminya sangat meratukan dirinya selama pernikahan mereka ini, yang masih bisa di bilang seumur jagung.
" Aku akan mencoba menjadi istrimu yang sesungguhnya, Aku nyaman berada di dekat mu. mungkin kita memang sudah di takdirkan untuk berjodoh. Aku ikhlas menerima pernikahan ini" Bayu tersenyum mendengar penuturan istriny. Rasa senang nya tidak bisa ia sembunyikan.
Mereka akan mereka akan memulai ke kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya, ya walaupun mereka sudah menjalani itu. tapi bedanya sekarang mereka akan menjalani ini dengan berjuang bersama dengan rasa cinta yang mereka miliki.
" Baik-baik di kampus, belajar yang rajin" Pesan Bayu mengelus kepala istrinya.
" iya, kamu juga jangan nakal di kantor" Ucap ayu, mengingat ke jadian beberapa hari yang lalu ketiak ia mendapati bekas lipstik di jas suaminya, Ia ingin menanyakan tentang lipstik itu tapi waktu tidak memungkinkan, ia harus masuk sekarang, sebentar lagi kelas akan di mulia.
" Aku masuk dulu" pamit ayu dan meraih tangan suaminya. Bayu mencium bibir istrinya.
" vitamin untukku setiap pagi"
" Kamu sangat mesum"
" aku hanya mesum sama kamu sayang"
__ADS_1