Musuhku Surgaku

Musuhku Surgaku
Bonus akhir penantian tama


__ADS_3

Teryata perkataan Gus Sayhan tentang memperkenalkan Tama dan adiknya bener terjadi. Zahra yang hanya menduga itu hanya bercanda saja waktu itu terkejut melihat ke datang Tama dan keluarganya.


Satu bulan yang lalu Aisyah adiknya Gus Sayhan pulang ke Indonesia di karenakan dirinya sedang libur kuliah. Aisyah tidak menolak ketika Gus Sayhan menyuruhnya untuk berkenalan dengan Kakak dari taman Kakak iparnya.


" Ini dia, yang kita tunggu-tunggu" Kata Ibrahim. " Kemari nak" suruh Ibrahim pada Aisyah.


" Mata ya tolong di kondisikan " Sindir ayu pada Tama. Mendengar kata ayu membuat Tama langsung memalingkan wajahnya.


" ini anak kami, Aisyah Humaira" kata Ibrahim memperkenalkan putrinya.


" Adek, ini laki-laki yang Kakak maksud, kamu pasti sudah membaca CV yang Kakak berikan bukan?" Tanya Gus Sayhan. Aisyah menganggukkan kepalanya.


Sekarang adalah proses lanjutan dari tahapan ta'aruf antara Tama dan juga Aisyah. Dimana sebelum proses ta'aruf ini berlanjut ada proses yang di namakan mempelai laki-laki berhak melihat wajah wanita yang akan melakukan ta'aruf dengannya. setelah itu akan di putuskan apa ta'aruf ini akan di lanjutkan atau tidak..


" sekarang buka cadar mu, Agar nak Tama bisa melihatnya." Ibrahim.


Perlahan Aisyah membuat cadarnya, dan memperlihatkan senyumannya pada orang yang hadir di acara ini.

__ADS_1


" Masya Allah, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan" Gumam Tama.


" inget belum halal " Kata ayu melihat kakaknya terpanah dengan kecantikan Aisyah. Membuat semua orang yang ada di sini tersenyum bahagia.


" Apa boleh kita langsung tentukan tanggal pernikahannya saja?" Kata Tama, membuat orang langsung melihat ke arah Tama.


" Wah anak mama sama kayak papanya" Kata Miranda.


Ibrahim tersenyum melihat Tama " Tapi nak Tama, anak kami belum menyelesaikan pendidikannya. apa nak Tama tidak keberatan kalau LDR -an?" Tanya Ibrahim karena Aisyah belum menyelesaikan pendidikannya, pendidikannya akan berakhir dua tahun ke depan.


" Apa sebaiknya tunangan aja dulu pak, sebagai pengingat. Sepertinya anak saya suka sama nak Aisyah" Kata Ibnu.


" Apa kamu kuat LDR-an Mesir indo. jauh lho itu." Kata miranda.


" yang penting bisa halal dulu mama, Bagaimana dik Aisyah?" Tanya Tama.


" Aisyah nurut ke putusan Abi saja" Jawab Aisyah terus menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Menurut saya, lebih baik kita ikat saja dengan cincin dulu. Biar kan Aisya menyelesaikan pendidikannya dulu" Kata Gus Sayhan, karena ia mengerti tentang impian sang adik ingin menyelesaikan pendidikan di Mesir terlebih dahulu.


Sudah lama berdiskusi akhirnya ke dua keluarga menemukan keputusan final, yang hanya mengikat Tama dan juga Aisyah dengan cincin. dan akad nikah akan di adakan ketika Aisyah menyelesaikan pendidikannya di Mesir.


Dua tahun ber lalu, Waktu yang di tunggu belah pihak akhirnya sampai pada hari ini dimana acara Akad nikah antara Tama dan Aisyah.


Mereka sudah sah menjadi pasangan suami-istri, dan membuat kebahagiaan yang lengkap terutama keluarga Tama, akhirnya anak laki-laki mereka menikah di usia yang sangat matang.


" Akhirnya kakak aku nikah, Selamat ya kakak, dan kakak ipar. " kata ayu menahan air matanya agar tidak terjatuh.


" Selamat menikmati malam pertama kalian, dan jangan lupa aku minta ke ponakan perempuan, secantik Kakak ipar ku ini"


" Adek, tuh anak kamu nangis. " Kata Tama.


" itu sama papa ya, oiya Kakak. kakak mau aku ajari gak biar bisa punya anak perempuan "


" sudah sana pergi. anak aku nangis. "

__ADS_1


Ya, begitulah perjalanan cinta Tama, pada akhirnya ia menikah dengan seorang wanita yang tertutup dan yang pastinya Sholehah.


......-BONUS-......


__ADS_2