
Sejak kembali ke kamar, tangan Bayu terus mengelus perut istrinya yang masih rata, Rasa syukur tak henti-hentinya ia ucapkan.
" By, geli" keluh ayu, karena tangan suaminya tidak henti-hentinya mengelus perutnya.
" Maaf, Sekarang kita tidur ya" kata Bayu memeluk tubuh istrinya.
" Aku mau cerita tentang hari ini by"
" iya, kamu belum cerita tentang kenapa kamu bisa tiba-tiba pingsan, dan siapa yang membawa mu ke rumah sakit?"
" tapi janji ya jangan marah by"
" Kenapa emangnya?" apa ada yang di sembunyikan oleh istrinya ini..
" Janji dulu."
" Iya, janji" Jawab Bayu pasrah.
" Sebenarnya tadi habis kuliah aku ke rumah sakit untuk ketemu sama papa kamu " Bayu terdiam, ia teringat dengan apa yang di katakan iris ketika ia kekantor tadi, ia memberi tahu kalau Rudi sedang berbaring lemas di rumah sakit.
" by kamu marah?" Tanya ayu yang melihat suaminya hanya diam saja dan tidak merespon apapun. " By, Maaf aku pergi tanpa minta izin dulu"
" Bagaimana keadaan nya?" Tanya Bayu.
"kondisinya lumayan baik kata dokter, tapi penyakitnya bisa kambuh kapan saja, dan itu bisa membahayakan kesehatannya. "
" By, mau kan jenguk papa besok?" Tanya ayu hati-hati.
" Sudah malam sayang, ayok tidur." Bayu mengalihkan pembicaraan.
" By, kamu marah. "
__ADS_1
" Sayang sekarang tidur, tidak baik untuk kesehatan mu dan dedek bayi kalau tidurnya larut malam. "
****
" Ayok nak sini, mama sudah buatkan susu untuk mu" kata Miranda melihat ke datang Bayu dan ayu.
" Terimakasih Ma, kakak Tama mana?" Tanya ayu mencari ke beranda Tama.
" Masih di kamarnya nak, ini Kopinya nak " kata Miranda pada Bayu..
" terimakasih ma"
" Kamu hari ini kuliah?" Tanya Ibnu pada ayu.
" iya pah, ada kelas hari ini, dari pagi sampai sore"
" sayang apa sebaiknya kamu tidak ambil cuti dulu" kata Miranda khawatir.
" Usia kandungan mu masih sangat muda, dan rentan terjadinya keguguran nak, kamu paham kan nak"
" iya ma, aku paham. mama tenang saja, kemarin kata dokternya kandungan aku sangat kuat. jadi mama tidak perlu khawatir. "
" kalau mama ngasih tahu itu harus di dengerin, jangan ngeles!" celoteh tama.
" Ya sayang apa sebaiknya kamu cuti dulu?" tanya Bayu, mendengar apa yang di katakan mertuanya tadi membuat dirinya khawatir tentang kondisi Istrinya ke depan nya..
" Terus aku harus apa di rumah? aku bosen by di rumah terus. " Belum sampai Bayu menjawab istrinya lagi, Ibnu memberikan kode agar tidak menjawab lagi.
" Ya udah, lakukan apa pun yang membuat mu senang, tapi ingat sekarang di dalam tubuh ada janin yang harus kamu jaga. Jangan melakukan sesuatu secara berlebihan karena itu akan berdampak pada kondisi janin mu" kata Ibnu..
" Papa emang the best "
__ADS_1
" Kalau sudah begini mama galah" kata Miranda, tidak bisa membantah perkataan suaminya.
" mulai dari sekarang kamu gak boleh bawa mobil lagi" Kata Bayu.
" kalau aku gak bawa mobil nanti kamu bisa repot, harus antar jemput aku by, apa lagi sekarang kamu sedang menyelesaikan berbagai macam proyek. "
" Biar Kakak yang anter hari ini, sebelum ada sopir untuk mu"
" Ya nak, benar kata suami mu, kamu gak boleh bawa mobil lagi. "
" iya, aku nurut "
" Anak pinter" Tama mengelus kepala ayu, yang membuat ayu kesel.
" kakak!! Jauhkan tangan kakak." Kata ayu
" Emang kenapa? dih sensi"
" By, lihat kakak Tama!!"
" Kakak, Jangan di sentuh lagi ya kepala istriku, soalnya hanya aku yang boleh menyentuhnya" Kata, karena kata-kata ini yang ingin di denger istri.
" Tuh denger!!"
" Biasa aja deh dek, sebelum nikah Kakak sering tuh elus kepala kamu, tidak ada masalah. "
" Beda sekarang sama dulu, dulu sebelum ni-"
" mau debat atau sarapan?" tanya ibnu, melihat kedua anaknya berdebat.
" Sarapan pah" Jawab ayu dan Tama serempak, Bayu yang melihat istri dan kakak ipar hanya bisa menggeleng kepalanya.
__ADS_1