
Ayu bersiap untuk menunggu kepulangan suaminya, ini pertama kalinya dia menunggu suaminya untuk pulang kerja. Dia sangat cantik dengan gamis dan jilbab yang senada.
Tok tok
"Paket "
" atas nama siapa pak?"
" Ayu lestari mbak, ini rumah mbak ayu lestari kan?"
" Iya pak, saya sendiri" Meskipun bingung, ayu tetap menerimanya. " tapi pak, saya tidak memesan apa-apa pak"
" saya hanya pengantar paket mbak, oiya yang nyuruh ngater paket ini menulis pesan sama mbak. dia bilang mbak tidak boleh membuka paketnya sebelum membaca ini" kurir itu memberikan ayu sebuah amplop coklat kecil.
" ya udah saya terima ya pak" Ayu menandatangani surat terima paket. Ayu masuk membawa paket itu masuk kedalam. sesampainya di sana ayu membuka amplop coklat itu.
" Buka paketnya sama suamimu Sayang".
" siapa sih yang ngirim ini, bikin orang penasaran saja"
tring
suara pesan masuk.
" Sayang, paketnya sudah diterima?"
" Udah ma, isinya apa ma? aku penasaran?"
" ingat buka sama suamimu nanti!"
" iya ma, terimakasih mama ku sayang "
Ternyata paket itu adalah kiriman dari orang tuanya. Tanpa ayu sadari suaminya sudah berdiri di sampingnya, Ayu terus fokus pada ponselnya..
" Lagi chattingan sama siapa?"
__ADS_1
" Astaga bay, kamu bikin kaget aja!"
" aku sudah ada dari tadi, tapi kamu fokus chattingan. ayok kamu chattingan sama siapa?" Kata Bayu posesif.
" cie ada yang cemburu. "
" gak, aku gak cemburu "
" tu tu tu suamiku sedang cemburu, gemas banget deh" Bayu yang awalnya mode posesif dengan muka datarnya, di buat salting dengan ucapan istrinya " suamiku"
" Tadi manggil aku apa?"
" suamiku "
" Gak denger"
" suamiku "
" Apa gak denger?"
" I love you "
****
Bayu tidak menyangka istrinya menyatakan cinta padanya sore tadi. Bayu terus tersenyum mengingat ketika istrinya membisikkan pernyataan cintanya.
" kamu kenapa sih, senyum senyum seperti itu. merinding tahu aku lihatnya" istrinya memang ceplas-ceplos tidak ada saringan sama sekali.
" sini deh, aku mau bisikin kamu sesuatu"
" Gak ah, nanti kamu teriak lagi di telinga aku"
" gak sayang, percaya deh sama aku"
" janji ya?" bayu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" apa ?" Tanya ayu meliah ke arah suaminya yang tak kunjung membisikkan sesuatu di telinga nya.
" kamu cantik "
" Aku emang cantik dari dulu, kamu saja baru nyadar."
" Bukan baru nyadar, tapi memang kamu sangat cantik malam ini, apa kamu berniat menggoda suami mu ini"
" Dih, siapa yang mau menggoda mu, kamu saja yang nafsuan"
" Yu, aku serius kamu sangat cantik malam ini"
" Bay, jangan gombal deh, btw mama ngirim paket lho untuk kita. katanya aku harus membukanya sama kamu, kalau gak sama kamu gak boleh "
" Oh iya? paketnya mana? "
" Bentar aku ambil dulu" Bayu mengambil paket yang ia taruh di meja tadi " ini, kita buka bareng" dengan semangat empat lima ayu membuka paket itu dan di bantu suaminya.
Setelah berhasil membuka paket itu, ternyata ada surat di dalamnya. " bacakan bay" Suruh ayu, dan ia sibuk membuka kotak itu..
" Pakai pas bareng suamimu ya sayang" Bayu mengkerut keningnya dan penasaran dengan isi paket yang di kirim mertuanya..
" Sayang, isi paketnya apa?" tanyanya, Tapi istrinya sudah mengamankan isi paket itu.
" Gak ada, bukan apa-apa hehe " ayu menyembunyikan isi paket itu di belakang.
" Sayang itu apa?"
" Bukan apa-apa, kamu gak boleh tahu hehe" Bayu berhasil rebut isi paket itu dari tangan suaminya..
" Untuk apa mama Miranda mengirim baju kurang bahan seperti ini. banyak sekali"
"iya mama Kayak salah kirim deh bay" Ayu lega melihat Suaminya yang tidak tahu fungsi baju yang di kirim sang mertua.
" Tapi tidak mungkinkan mama Miranda mengirimkan pakaian seperti ini kalau tidak ada fungsinya " Ayu menelan ludahnya dengan susah payah mendengar apa yang di ucapkan suaminya. Jangan sampai suaminya mengetahui fungsi baju ini.
__ADS_1