
Suasana berkabung di kuburan tampak keluarga itu memakai baju hitam semua,banyak sekali pelayat yang hadir.
Acara pemakaman itu sudah selesai tetapi beberapa orang belum mau beranjak dari tempat itu,seraya tak percaya mereka dengan cepat kehilangan seorang ibu yang sangat perhatian dan juga baik hati.
Ibu Anna sudah berpulang ,bapak Harry sudibyo tampak sedih melihat pusara istrinya berpulang dengan cepat.
Pak Harry belum puas untuk menikmati hari - hari terakhir bersama almarhumah ,pak Harry belum sempat pula mengajak almarhumah ke tanah suci.
Tetapi beliau sudah pergi lebih dulu meninggalkan pak Harry.
Cuaca hari itu tidak sedang mendukung ,mendung dan hujan rintik - rintik sudah mulai menetes terpaksa mereka menggunakan payung untuk supaya tidak kehujanan di kuburan.
▪️
Walau cuaca dingin tetapi kesibukan di sebuah gudang perusahaan es batu tetap berjalan dengan cepat dari cara pengolahannya,sampai bisa menjadi es batu.
Ada beberapa tahap sampai air tidak berbau dan bisa di proses dengan cetakan kecil di dalam drum biru yang besar.
Setelah itu es akan keluar dengan sendiri setiap 20 menit,begitulah pegawai- pegawai pabrik es harus mengepak es dengan cepat sebelum mencair di taruh di gudang yang menggunakan pendingin hingga 3 derajat.
Pegawai - pegawai itu bertarung dengan rasa dingin setiap hari.
Sebelum es itu di kirim ke berbagai tempat.
Pak Harry setiap hari mengecek bagaimana data penjualan es batu kristal itu,meningkat atau menurun.Walau masih dengan suasana berduka tetap usaha harus berjalan.
Malam itu hari ke tiga ibu Anna meninggal.
Acara doa di kediaman pak Harry sudah selesai ,Siska dan Tony membagikan bingkisan untuk para anak yatim piatu.
Tony dan Siska adalah anaknya pak Harry ,setelah anak - anak yatim berserta pak ustad pulang.
Mereka menikmati makan makam mereka di meja makan.
Siska sehari - hari seorang yang cuek dengan lingkungan ,tapi hari ini untungnya Siska masih bisa berpikir normal di depan orang banyak.
Kalau ada mamanya pasti kena tegur,mamanya sekalu mengingatkan supaya Siska berpakaian yang pantas.
Sedang Tony orang yang tidak bisa diam,terlalu sibuk dengan urusan yang tidak jelas,dan senang foya - foya.
Kedua anak pak Harry sudah dewasa sehingga sulit untuk di atur ,mereka hidup dengan dunianya.
▪️
Hari ini pak Harry pagi - pagi sudah di ruang kerja.
Ruang kerja pak Harry cukup luas.
Kalau sedang di rumah pak Harry lebih banyak berdiam diri di ruangan itu.
Pak Harry orang yang baik jarang marah.
Ponsel pak Harry berbunyi.
Pembicaraan sepertinya akan ada kerja sama baru di bidang travel.
"Ok pak nanti sore kita bertemu ," ujar pak Harry.
Siska mendengar dan tahu kalau ayahnya akan keluar kota,karena ada rapat usaha baru.
Siska tidak sia - sia_kan waktu untuk berkumpul dengan temannya.
"Eh ... Wulan loe ke rumah gue ya,gue tunggu nanti malam ,bermalam di sini ,bokap gue enggak ada ," ujar Siska.
Rumah pak Harry cukup besar,ruang pembantu rumah tangga terpisah jauh,kalau Siska membutuhkannya mereka tinggal terhubung dengan telepon dan bel.
Sewaktu mamanya masih ada ,kalau mereka butuh pembantu mereka menggunakan semacam bel dari kuningan untuk memanggil mereka.
Terbiasa dengan keadaan itu membuat Siska semakin bebas berbuat apa saja di rumahnya tanpa pengawasan.
Siska membuka lemari koleksi minuman ayahnya.
__ADS_1
"wah ... Yang mana nih yang enak dan mantap," ucap Siska.
Mereka asyik buka shampanye,mereka mengoyang - goyang botol shampanye itu dan tutup botol itu terbuka.
"Pluk ... Bunyi tutup botol shampanye.
Shampanye muncrat ke mana - mana sampai membasahi baju mereka.
Mereka joget - joget di atas meja sambil memasang lagu ,mereka tertawa - tawa happy sekali.
"Eh kita ke klub yuk ," ucap Siska.
"Ayo ! Siapa takut ... ,"Jawab Wulan.
Siska dengan cepat berganti pakaian dan menyetir mobilnya sendiri bersama Wulan.
Sesampai di klub ,mereka cepat berbaur dengan beberapa cowok dan berpelukan ,musik terdengar sangat keras hingga mereka sulit untuk satu sama lain berbicara.
Siska dan Wulan sangat menikmati malam itu.
Mereka pulang menjelang subuh dan tertidur di ruang tamu.
Pembantu pagi hari_nya masuk ke ruangan melihat semua berantakan.
Mbak Tata dan mbak Ati geleng kepala melihat dua wanita tergeletak di sofa dan semua meja begitu lengket bekas percikan shampanye.
"Astaga naga ini pada lengket semua," ucap mbak Tata.
"Baru saja ibu meninggal kok sudah anjal kaya gini sih?," ucap mbak Tata.
"Iya ya ampun deh," ucap mbak Ati.
Ke dua pembantu itu geleng - geleng kepala.
" Wah ... kalau tuan tahu,abis deh !," ujar mbak Tata.
"Padahal kuburan ibu masih basah tapi seakan semua itu terlupakan begitu saja,"Ujar mbak Ati ketus.
▪️
Beberapa anak berkumpul sedang berlatih bela diri di lapangan yang masih berupa tanah lapang.
Karena di desa kondisinya seperti itu.
Asti itu panggilan seorang gadis muda pedesaan yang cantik alami usianya kira - kira 20 thn.
Kehebatannya sudah terdengar sampai ke luar kota.
Tetapi Asti tak pernah sombong dan merasa dirinya hebat.
Asti tak mampu sekolah karena untuk makan sehari - hari saja sudah susah ,apalagi untuk bayar SPP sekolah.
Asti dapat gratis belajar bela diri dari ayahnya.
Ayahnya dulu pernah menang kejuaraan di daerah itu.
Asti merasa umurnya sudah cukup untuk bisa hidup mandiri.
" Yah ,aku boleh enggak kerja ke kota," ujar Asti,sambil menyiapkan makan malam bersama ayah dan ibunya.
" Waduh ... Ibu takut nak kamu nanti kesulitan enggak ada yang bantu di sana," ujar ibu.
Akhirnya dengan memberi keyakinan kepada ke dua orang tuanya ,Asti bisa berangkat ke kota jakarta.
Asti turun di terminal dan terus berlanjut ke naik bis lagi jurusan kota.
Sewaktu Asti di bis sekilas melihat laki - laki yang sedang di todong dan di apit kiri kanannya.
Melihat itu Asti meminta kondektur bis untuk menurunkannya.
Diam - diam Asti mengikutinya sambil bersembunyi di balik tembok.
__ADS_1
Mereka belok ke arah kiri dan membawa orang itu.
"Mana dompet cepat keluarkan! dan jam ... Jam lepas,jangan berteriak kalau kau berteriak pisau ini akan ku tancapkan di lehermu," ancam orang itu.
Sedang orang yang satunya bertugas mengumpulkan barang - barang yang berhasil di sitanya.
Melihat laki - laki berumur itu tak berdaya,Asti merasa kasian.
"Hei kalian mau kalian apakan bapak itu,kembalikan barangnya ," hardik Asti.
"Kamu siapanya orang ini," tanya penjahat itu.
"Bukan siapa - siapa ! Itu tidak penting untuk membahas tentang aku ," bentak Asti semakin maju ke arah mereka.
" Gila juga nih oerempuan berani menghalangi kerjaan kita," ujar penjahat itu.
Penjahat itu menyuruh temannya untuk tetap menaruh pisau di leher laki - laki itu sedang yang satunya maju berdekati Asti.
" Baik,sebenarnya tidak suka menghajar wanita,tapi kali ini mau dibilang apa,terpaksa," ujar penjahat itu.
Penjahat itu maju ,dengan mengepal tangannya ,menggoyangkan pundaknya seakan ingin segera mematahkan tulang badan Asti.
Tetapi Asti tetap diam di tempat dengan tenang tanpa ekspresi.
"Hayo ... Maju sini ," ucap penjahat itu.
Dengan sekali pukulan kaki saja sudah membuat penjahat itu terkapar.
Melihat bosnya terkapar temannya berteriak.
"Bos ... bos bangun bos teriak temannya yang masih menaruh pisau di leher bapak itu ,tiba - tiba melepaskan bapak yang sudah berumur itu.
Dan ikut melawan Asti ,perkelahian tak terhindarkan ,tapi dengan keahlian Asti dengan mudah mereka
dikalahkan, kedua penjahat itu telah tergeletak tak berdaya.
" pergi kau sana!," pekik Asti sambil menendang bos penjahat itu.
Laki - laki yang ditolong itu tertegun memandang Asti,"luar biasa wanita muda ini.
" Siapa namamu de?," tanya laki - laki berumur itu.
" Aku Asti pak," ucap Asti.
"Bapak tidak apa - apa _kan?," tanya Asti.
" Enggak apa - apa berkat Asti ,saya selamat," ujar laki - laki itu.
"Oh ya sebentar pak!," ucap Asti.
Asti merogoh kantung para penjahat itu dan mengambil barang - barang yang sudah disita mereka dan mengembalikannya ke bapak itu.
"Ini pak barangnya," ucap Asti.
"Terima kasih Asti," ujar bapak itu.
"Oh ya ini kartu nama saya,kamu nanti sore ke rumah saya ya,saya tunggu ya !
Terima kasih sudah membantu saya," tutur bapak itu.
Asti melihat kartu nama itu.
Bapak Harry Sudibyo
"Direktur Karya sakti," ucap Asti .
Asti memandang kepergian bapak itu.
"Ini di mana ya,aku enggak tahu jalannya ??
Sambil menggaruk kepalanya yang tiba - tiba terasa gatal.
__ADS_1
"Pusing nih ?," ucap Asti.
\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_