Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.2 Tinggal di rumah pak Harry


__ADS_3

Asti diam - diam mengikuti pak Harry,karena Asti tidak tahu jalan ,Asti memandang gedung tinggi itu .


Asti mundar - mandir di depan gedung dan ragu untuk masuk ,satpam dari satu jam yang lalu telah mengusirnya.


Tapi Asti balik lagi menunggu pak Harry keluar dari gedung tersebut.


Setelah agak sore baru sosok pak Harry keluar gedung itu,pak Harry kaget kalau Asti masih di situ.


"kok kamu masih di sini," tanya pak Harry.


"maaf pak saya baru dari kampung enggak tahu jalan," ujar Asti.


"Oh dari kampung?ok kamu ikut sama saya ," ucap pak Harry.


"Baik pak ," jawab Asti.


Asti bisa percaya begitu saja dengan pak Harry ,karena Asti merasa pak Harry orang baik.


Asti sedikit kesal dengan satpam penjaga gedung itu ,begitu pak Harry mengajaknya ,Asti menjulurkan lidahnya mengejek pak satpam itu.


"Woe ... Woe ...Asti cepat berlalu pergi meninggalkan satpam yang rada kesal dengan dirinya .


Asti ikut masuk dan duduk dimobil pak Harry,dan takjub melihat dalam mobil pak Harry yang serba otomatis dan merasa kursinya super empuk untuk di duduki.


Pak Harry cuma tertawa melihat kekonyolan Asti di dalam mobil .


Mobil memasuki halaman rumah yang mewah ,seorang satpam buru - buru membukakan pintu gerbang.


Setelah mobil berenti dan supir itu turun membukakan pintu untuk pak Harry juga Asti.


Ini rumahnya pak Harry dalam hati Asti terkagum - kagum melihat rumah yang super megah.


"Wah ... Besar banget dan luas ," ucap Asti tidak percaya dirinya ada di rumah ini sekarang.


"Ayo masuk ," ujar pak Harry.


Pak Harry memanggil pembantu dengan bell,langsung mbak Tata dan mbak Ati datang tergopoh - gopoh ke ruang tamu.


"Mbak Tata dan mbak Ati ,kenalkan ini de Asti sementara ini akan tinggal di sini ,nanti disiapkan kamar tamunya ,de Asti ini tamu saya !,layani dengan sebaik - baiknya ya ," pesan pak Harry.


Silakan de Asti lewat ini ," ujar mbak Tata dan mbak Ati.


Asti masih kagum dengan seisi rumahnya.


"Silakan de Asti lewat sini,kita antar ke kamarnya,"ucap mbak Tata dan mbak Ati.


Asti kaget melihat kamar yang dia tempati luar biasa indahnya dan tempat tidurnya yang ukurannya medium dan busanya super empuk ,juga bantalnya halus sewaktu dipegang.


Ruangan itu tidak terlalu besar tapi buat Asti itu sudah sangat cukup.


Karena kelelahan Asti cepat tertidur.


Tiba - tiba Asti terbangun karena ada yang mengetuk pintunya .


"De Asti ini aku mbak Tata bawakan sarapannya," ucap mbak Tata.

__ADS_1


"Hah ... Sarapan ,oh iya sebentar mbak ," ujar Asti.


Asti langsung membukakan pintunya.


"Pagi 'de Asti ,mbak Tata memberi salam sambil menaruh sarapannya di meja .


"Silakan ,'de Asti sarapan dulu ," ucap Mbak Tata.


Setelah sarapan ,Asti bersihkan diri di kamar mandi dan coba keluar kamar menuju taman ,udara segar terasa menyapu wajah Asti yang memang sangat cantik tanpa polesan make up sekalipun.


"Apa kamu suka tinggal di sini," tanya pak Harry.


"Eh bapak ... Suka sekali pak ," ujar Asti.


" Maaf bapak belum sempat bicara - bicara sama kamu ,karena bapak agak sibuk," ucap pak Harry.


" Enggak apa - apa pak," ucap Asti.


" Ok sekarang bapak mau tanya ,kamu punya cita - cita atau keinginan yang belum terwujud ,kira - kira itu apa?


"Asti ingin sekolah suster ," jawab Asti dengan tegas.


" kenapa ingin jadi suster tidak yang lainnya ," tanya pak Harry.


"Karena ... Karena Asti suka menolong dan merawat orang ," jawab Asti.


"Ok ... Ok ,besok bapak coba cari info dulu ya?," ujar pak Harry.


"Ok karena sudah siang bapak harus ke kantor dulu,kamu baik - baik ya di rumah ," ujar pak Harry.


Asti banyak bertanya ke mbak Tata juga mbak Ati tentang anak - anak pak Harry.


Mbak Tata menjelaskan soal Siska yang selalu berpakaian yang tidak pantas dan suka ke pub dan Tony yang suka dengan mudah ganti pacar ( play boy) kelihatannya kaya sibuk ,tapi sebenarnya tidak pernah bantu ayahnya di kantor ,alias pemalas.


Asti hanya manggut - manggut mendengarkan .Mbak Tata yang terlihat kesal dengan kelakuan Siska.


" Padahal ibu Anna baru saja meninggal ," ucap mbak Tata.


Sedikit demi sedikit aku mengenal keluarga pak Harry,dari foto yang terpajang di ruang tamu.


Tiba - tiba suara berisik orang bersenandung menuruni anak tangga ,seorang wanita dengan earphone di kupingnya turun dari


lantai 2.


Wajahnya cantik dengan riasan wajah yang tebal ,tercium juga aroma wangi semerbak,dan mengenakan celana super pendek dan kaos tank top saja.


Asti bisa langsung menebak itu pasti Siska anaknya pak Harry yang di ceritakan mbak Tata.


" Hei kamu siapa ?," tanya Siska.


" Aku ...


" Eh neng Siska ini tamunya bapak,akan menginap beberapa hari di sini," ujar mbak Tata ,yang kebetulan masih berada di ruangan tamu.


"Oh ... Di kira orang sembarangan masuk rumah ," ujar Siska.

__ADS_1


Dari situlah Asti bisa menilai dan melihat betapa tidak ramah wanita itu.


Tetapi Asti tidak menggubrisnya dan tak mau memikirkannya.


▪️


Esok harinya mbak Tata buru - buru datangi Asti.


"De Asti kamu ditunggu pak Harry di luar , kamu mau di ajak pergi.


"Oh begitu mbak," ucap Asti.


Asti berpakaian secepat mungkin tak mau pak Harry kesal menunggu.


Asti di ajak ikut mobilnya pak Harry dan tidak tahu mau di ajak ke mana,Asti duduk di belakang dengan pak Harry.


Sepertinya mobil memasuki mall.


Asti belum pernah lihat mall.


Pak Harry jalan duluan di depan Asti.


Pak Harry lupa kalau Asti belum pernah naik eskalator berjalan.


Asti bingung kaki mana yang harus di taruh duluan.


Pak Harry sudah jalan duluan ,karena tidak bisa jalan - jalan pak Harry terpaksa turun lagi ke bawah ,pak Harry malah tertawa melihat Asti tak bisa naik.


Pak Harry terpaksa menuntun Asti ke atas,pak Harry tertawa terus membuat Asti salah tingkah .


Sampai disuatu toko butik pakaian,tiba - tiba semua memberi salam .


"siang pa ," sapa pelayan toko ke pak Harry juga Asti.


Asti juga memberi salam kepada penjaga toko.


Pelayan toko malah bingung kenapa Asti memberi salam sampai membungkuk begitu.


Membuat mereka tersenyum melihat Asti.


Pak Harry langsung menginstruksikan pelayan toko itu membawakan beberapa baju yang cocok untuk Asti.


Asti diajak pelayan tokonya untuk mencoba baju di kamar ganti baju.


Asti mencoba satu demi satu keluar dari ruang ganti dan mereka yang menentukan baju itu bagus enggak untuk tubuh Asti.


Asti tampak bingung ,pak Harry tersenyum saja melihat Asti bulak - balik coba baju hingga kelelahan Sudah penuh tas bawaan Asti di tangan mungilnya.


Asti membawa barang - barang belanjaan agak kewalahan kemudian supir membantunya.


Asti kembali masuk mobil dan pak Harry memerintahkan supir mengantar pak Harry ke kantor.


\_\_\_\_\_\_--------\_\_\_\_\_\_\_


Hai semua semoga tetap baca cerita ini ,bagaimana sesampainya di kantor pak Harry? ,ikuti next episode ya,salam dr tina yusuf

__ADS_1


__ADS_2