Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.15 Alaric mau membunuh Siska


__ADS_3

Tony balik ke ruangan papahnya ,sepertinya Tony berharap kali ini dia akan menerima uang cukup banyak dari papahnya ,belum lagi dari Sony .


Senyum ceria terlihat di wajahnya memasuki ruangan pak Harry.


Tiba - tiba pak Harry kepalanya pusing sepertinya kurang sehat hari ini ,sehingga pak Harry kehilangan keseimbangan mau jatuh ,Asti dengan sigap menangkap tubuh pak Harry.


"Pak sebaiknya bapak pulang saja ,istirahat saya akan telepon pak Piyan untuk siap di depan,dengan cekatan Asti menelepon Piyan.


Sedang Tony hanya bengong dan terdiam menyaksikan Asti begitu sabar menolong ayahnya.


Memapah Pak Harry keluar dari kantor membuat pemandangan yang sedikit sakit mata untuk yang merasa iri akan ini.


Tony hanya bisa mengekor dari belakang menuju mobil pak Piyan.


Sampai di rumah Asti langsung merebahkan pak Harry di kamarnya.


Setelah selesai mengurus pak Harry ,Asti keluar dari kamar duduk di ruang tamu sendirian ,Tony entah di mana ?,mungkin sudah tidur di kamarnya.


Asti begitu kuatir akan kesehatan pak Harry,Asti meminta tolong untuk mbak Tata menyiapkan teh panas juga bubur karena ini sudah menjelang sore ,pak Harry belum makan.


Asti meletaknya minuman juga makanan yang di bawanya ke kamar pak Harry.


dan segera meraba dahi pak Harry ,"Uhh panas!


Pak Harry di bantu Asti untuk minum teh hangat ,juga di suapi bubur beberapa sendok tapi pak Harry sudah tak kuat .


"Pak Minum obatnya dulu.


Asti memberikan obat Demamnya ,dan merebahkan kembali tubuh pak Harry.


Selama satu jam Asti Mengompres kepala pak Harry yang terasa panas sekali ,Asti dengan sabar merawat pak Harry.


Sampai panas badannya sedikit reda.


"Alhamdulillah sudah turun panasnya,"ucap Asti.


Asti membiarkan pak Harry istirahat ,Asti berjalan perlahan menuruni tangga.


Ruang tamu itu sudah gelap ,mungkin Tony yang mematikannya.


Asti terdiam melihat foto besar yang terpajang di ruangan itu ,walau gelap masih ada cahaya sedikit dari arah jendela dapur.


Wajah almarhumah Anna terlihat jelas,seorang yang berhati tulus dan baik,tapi kenapa anak - anaknya tidak mengikuti jejak orang tuanya.


Semua terbalik dari pribadi pak Harry yang Asti lihat sangat baik dan bijaksana.


Duduk di ruang tamu ,segala pikiran berkecamuk ,bagaimana nasibnya kalau pak Harry tiba - tiba meninggal ,betapa mengerikan pikiran itu terlintas.


Dan kalau aku harus bekerja dengan Tony apa jadinya aku ini ,mungkin hanya untuk kesenangan dia semata ," ujar Asti.


Pak Harry jatuh sakit mungkin terlalu lelah dengan pekerjaannya juga melihat ke 2 anaknya seperti itu mungkin saja bikin beliau sakit.

__ADS_1


Anak anak yang begitu tidak peduli dengan ayahnya ,sibuk dengan dirinya masing - masing.


Asti dalam kesendiriannya di ruang tamu ,tiba - tiba mendengar suara aneh dari arah belakang.


Perasaan Asti kurang enak seperti mendengar orang berjalan di samping rumah dan gerakannya Lincah dan cepat,tak mungkin malam begini mbak Tata dan mbak Ati,pasti mereka sudah di ruangannya.


"Jadi langkah kaki siapa itu ?," ujar Asti menatap ke belakang.


Asti berdiri menatap ke pintu belakang .


Suara langkah kaki itu seperti itu sudah Asti pelajari ,selama belajar bela diri


dikampungnya,indranya cukup peka.


Orang itu lewat pintu belakang ,dan Asti bersembunyi di balik hordeng panjang ,dengan badannya yang kecil tak mungkin terlihat.


Orang itu mengendap - endap mau naik ke arah tangga ,tapi tiba - tiba terhenti karena mendengar suara anak kunci


dibuka ,orang itu coba bersembunyi di balik meja dapur,orang itu memakai tutup wajah berupa kain hitam dan di tangannya membawa senjata tajam.


Asti berharap tidak ada yang turun ke bawah baik itu Tony atau Siska.


Asti ingin memastikan siapa orang ini yang berani menyelusup ke rumah pak Harry ,dan mau apa sebenarnya?


Terdengar suara pintu kamar atas ,Asti benar - benar tegang ,siapa yang turun dari kamar atas.


"Apa pak Harry ,tapi tak mungkin,beliau sedang sakit ,baru aku kasih obat pasti tak mungkin bisa bangun ," ucap Asti perlahan.


Dahi Asti berkerut dan sedikit panik ,Asti melihat sekelilingnya benda apa yang dia bisa gunakan ,tapi semua tertata rapi di laci ,aku harus bisa menjangkau pisau atau apalah ,pelan - pelan Asti membuka laci dapur bersih dan jalan merindik hingga ke hordeng.


"Aduh,bagaimana ini! ,Asti berpikir keras apa yang harus dia lakukan,ternyata yang turun Siska.


Siska tak menyadari bahaya yang mengancam jiwanya saat ini.


Siska yang turun ke bawah masih dengan mata mengantuk dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum tiba - tiba tersentak kaget merasakan tubuhnya terhempas ke tembok ditarik oleh orang itu .


Pisau itu sudah tertancap di lehernya ,rasa kantuk yang dia rasakan hilang seketika dan baru menyadari nyawanya akan hilang dalam sekejap.


Dan mulutnya di bekap ,Seluruh tubuh Siska berguncang keras,keringat dingin langsung menetes karena kemarin dia baru mengalami musibah.


"Apakah ini ajalku ," dalam pikiran Siska.


Air matanya menetes.


Siska ingin berteriak tetapi tangan itu begitu kuat mendekapnya.


"Dengar kamu sudah mencemarkan nama baikku ,kau lebih baik mati ,jangan coba berteriak ," gertak orang itu.


Asti mendengar orang itu bicara ," Mencemarkan namanya"


"Alaric! ... apa itu Alaric?

__ADS_1


Asti harus bertindak cepat kalau tidak Siska akan celaka.


Asti perlahan berjalan dari belakang dan memukulnya dan mengibas tangannya hingga pisaunya terlempar .


Alaric bangun dan memandang Asti dengan wajah marah bahwa seorang wanita yang membuat dia tersungkur.


"Kurang ajar!,ujar Alaric ,ternyata Alaric jago juga menangkis pukulan Asti.


Asti menghajarnya untuk kedua kalinya hingga akhirnya Alaric jatuh.


Karena terdengar ribut - ribut di ruang tengah Tony juga pak Harry terbangun dan menuju anak tangga dan menyalakan lampu ruang tengah yang dari tadi padam ,dan kaget melihat ada orang tergeletak lantai tak berdaya ,dan Siska terduduk lemas di lantai


Dengan air mata yang masih basah di pipinya.


Semua memandang ke arah Asti.


Asti mengulurkan tangannya ke Siska,dan Siska menerima uluran tangannya.


"Ada apa Siska ," tanya pak Harry.


"Alaric pah!


"Alaric datang sendiri tanpa harus polisi cape - cape mencarinya," ujar Asti dengan tersenyum.


"Apa Alaric!


Tony yang mendengar itu adalah Alaric langsung menghampiri Alaric dan menendangnya.


Pak Harry yang masih sakit ,sontak pegang kepalanya yang makin sakit melihat situasi ruang tamu yang berantakan .


Siska langsung memeluk ayahnya ,yang masih memegang kepalanya .


Syukur kamu selamat nak ," ucap pak Harry .


Sambil memeluk Siska.


Pak Harry memandang Asti .


Terima kasih kamu sudah menyelamatkan Siska .


Asti hanya mengangguk saja.


Malam yang mengerikan itu sudah berlalu.


Polisi langsung datang ke rumah dan dengan tangan di borgol Alaric dibawa ke kantor polisi.


Alaric yang sudah dapat bangun dan berjalan , kesal memandang Siska juga Asti.


Tatapan penuh dendam terpancar di wajah Alaric.


Polisi membawa Alaric untuk di tahan atas perbuatannya terhadap Siska.

__ADS_1


_______--------_________


Pembaca setia" Mtt " semoga terus mengikuti cerita ini ,dukungannya sangat berarti.Ikuti kisah selanjutnya,terima kasih salam sayang untukmu .


__ADS_2