Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.4 Bertemu Tony


__ADS_3

" Aduh pak ... Maaf," ucap Asti.


Tatapan mata pak Harry seakan susah dialihkan.


Asti buru - buru berdiri ... Memperbaiki bajunya.


Suasana hati pak Harry yang makin tidak karuan.


Selesai memilih sepatu,Asti di ajak ke toko parfum pak Harry kali ini yang memilih sendiri kira - kira parfum apa yang cocok untuk Asti


Asti duduk saja ditengah toko mereka menyediakan kursi untuk pengunjung.


Sedang Asti santai duduk,tiba - tiba ada satu orang masuk dan yang satunya sedang menelepon seseorang dari depan toko tersebut.


orang itu pura - pura melihat parfum dan berhasil membawa kabur dompet juga tas sepatu Asti yang di taruh di bawah kaki pak Harry sewaktu sedang membayar minyak wangi.


Memang rencananya pak Harry setelah beli minyak wangi akan diberikan ke Asti semua itu keburu diambil orang.


Asti yang melihat itu langsung berlari mengejar ke dua orang itu,terjadilah kejar mengejar di dalam mall,Asti terpaksa mengejar di dalam mall,Asti terpaksa menerobos dan pengunjung mall .


Kepanikan pengunjung mall terlihat mereka pikir ada kebakaran ,mereka ikut berlari ke luar.


Entah dari mana berita kebakaran itu,Asti menghadang maling tersebut dan mereka berkelahi,Asti menendang mereka ,pukulan telak di kakinya sehingga salah satu dari mereka kesakitan dan roboh sedang yang satu lagi masih terus melawan mereka berduel ,tapi bukan Asti kalau sampai harus mengalah ,Asti maju terus sergap lawannya tak bisa berkutik tergeletak di lantai dengan posisi tangan ditarik kebelakang dan Asti dengan kakinya menindih punggung lawan.


Mereka dengan mudah


dilumpuhkan,satpam mall berlari ke lantai 2,semua orang berlarian ke luar gedung seakan betul ada kebakaran ,gosip yang menyebar begitu cepat.Akhirnya satpam menemukan maling itu sudah tergeletak di lantai.


Pak Harry juga sudah menemukan Asti yang sedang mengambil kembali barang juga dompet pak Harry.


Pak Harry menarik napas panjang dan merasa bersyukur Asti baik - baik saja.


Kejadian di pusat perbelanjaan menghebohkan ,sebagian orang berlarian ke luar,pak Piyan yang mendengar dari mulut orang langsung lari menyusul ke dalam mencari pak Harry.


Melihat tiga orang satpam membawa dua orang yang digeret ke luar gedung menuju pos keamanan ,kedua orang itu di interogasi .


Asti memberikan penjelasan ke satpam apa yang terjadi.


Asti bersyukur pak Harry sudah mendapatkan kembali dompetnya.


Asti dan pak Harry juga pak Piyan beranjak pulang.


Asti memandang tas isi sepatu untuknya.


"Pak terima kasih ya sepatunya ," ujar Asti.Sambil mengangkat tas ke atas memperlihatkan ke pak Harry.


"Wah ... Aku juga harus berterima kasih sama kamu As," ujar pak Harry.


Dompet aku berhasil diselamatkan.


Bagaimana kalau kita rayakan bersama,kita Dinner nanti malam," ucap pak Harry.


"Dinner itu apa toh pak ?," tanya Asti.


" Makan malam ! Kamu dandan yang cantik ya," ucap pak Harry.


Asti tersipu - sipu malu,di suruh dandan,sehari - hari enggak pernah dandan.

__ADS_1


Asti masuk ke kamarnya menutup pintu,sejenak menyandarkan punggungnya di pintu,mengingat kejadian hari ini.


Sambil berjalan mau menaruh plastik belanjaan sepatunya.


Asti melihat ke arah meja rias,tampak berjejer alat make _ up.


" Hah ... Punya siapa ini?," ujar Asti.


Asti menaruh minyak wangi pemberian pak Harry,sepertinya sudah komplit alat make up yang Asti butuhkan.


Asti melihat - lihat lipstik dan beberapa make up.


Besok pagi mau aku tanyakan sama mbak Tata,tapi malam ini aku harus berdandan ,bagaimana ya?," ujar Asti


Sudah dua jam Asti beristirahat di kamarnya.


Asti harus bergegas mandi dan berrias diri sebaik mungkin di hadapan pak Harry.


Begitu Asti bergegas keluar kamar sambil membetulkan pakaiannya,tiba - tiba seseorang laki - laki muda sedang memperhatikannya pak Piyan di luar.


Berbalik badan dan memandang tajam Asti.


"Siapa kamu," hardik laki - laki muda itu .


Tanpa di sadari terdengar suara pak Harry ke luar dari ruangannya.


" Dia body guard_ku ," ucap pak Harry.


Oh ... Papa kok enggak bilang punya body guard secantik ini," ujar Tony.


Kamu aja yang terlalu sibuk jarang pulang," ucap pak Harry sambil tersenyum.


Asti masih diam saja,tak berusaha untuk ramah,sikap Asti biasa saja.


Asti sudah dapat menebak kira - kira ini siapa? Di hadapannya.


Dari cerita mbak Tata sepertinya ini tuan muda Tony.


Anak cowok pak Harry yang play boy itu.


" Oh ya Ton kenalkan ini Asti," ucap pak Harry.


Tony menyodorkan tangannya dan memainkan jarinya ditengah telapak tangan Asti


Asti yang merasakan itu kesal sehingga Asti meremas tangan Tony agak keras dan Tony kesakitan.


"Aw ... Aw ... ," pekik suara Tony kesakitan.


Pak Harry hanya tertawa dan memerintah Asti untuk pergi meninggalkan mas Tony yang masih kesakitan.


Pak Harry geleng - geleng kepala melihat ulah Tony yang iseng ganggu_in Asti.


Pak Harry masih senyum - senyum sendiri dimobil.


" kamu apa _ in si Tony?," tanya pak Harry.


" Cuma diremas sedikit pak ,habis nakal pak?," protes Asti.

__ADS_1


Pak Harry tertawa lepas mendengar Asti bercerita.


Pak Piyan tetap melanjutkan perjalanannya ke sebuah tempat yang sudah di pesan pak Harry untuk makan malam mereka.


Suara gemercik air begitu juga alunan musik yang samar - samar terdengar .


Suasana yang begitu tenang dan hangat itu terasa dihati Asti,terlihat dikejauhan sebuah air mancur dengan paduan warna yang indah menambah suasana indah malam ini.


Pak Piyan di ajak makan malam juga walau terpisah bangku.


Makanan di meja pak Piyan juga banyak,pak Piyan menikmati makan malamnya.


Pak Harry belum sempat memperhatikan Asti dari tadi,Asti yang berbeda hari ini penampilannya dengan menggunakan lipstik dan riasan tipis ,Asti coba menikmati makanan yang sudah di pesan pak Harry.


Tiupan angin menerpa rambut Asti,wajah Asti yang cerah dan cantik juga fresh menyadarkan pak Harry bahwa bidadari itu ada di hadapannya,diam - dian pak Harry mengambil foto - foto Asti sudah mulai banyak menghias di telepon genggamnya pak Harry.


Makan malam di tempat yang cukup indah pemandangannya berakhir sudah.


Asti coba berjalan pelan - pelan karena belum terbiasa dengan sepatu hak tinggi.


Karena hampir terjatuh lagi terpaksa bertumpu pada tangan pak Harry .


Pak Harry tak merasa keberatan dengan menjadi tiang penyanggah untuk Asti.


" pegang saja terus ," ucap pak Harry dalam hati.


"Oh maaf pak ,saya belum terbiasa memakai sepatu seperti ini.


Pak Harry percaya Asti memang tidak sengaja memegangnya,tidak ada maksud lain.


Pak Harry terlihat bahagia malam ini bisa makan malam berdua dengan Asti.


Karena sudah larut malam,mereka segera pulang.


▪️


Tony yang sedang pesan minuman kopi sama mbak Tata mendengar suara mobil masuk pekarangan rumah,pastilah mereka sudah kembali.


Sewaktu mbak Tata menaruh minuman kopi milik masTony, bersamaan dengan Asti dan pak Harry masuk ruangan tamu ,dan Tony lupa kalau tangannya sedang sakit dengan santai mengangkat cangkir itu.


Aw ... aw ...


" sialan! ... ," ucapnya.


Cangkir itu_pun terlepas dari tangannya dan pecah ke lantai ,air kopi panasnya menciprat ke tangan Tony.


Mbak Tata kaget segera membantu Tony dan mau mengelap tangan Tony dengan tissue basah yang terdapat didekat meja itu,tetapi Tony menolaknya.


Pak Harry cuma tersenyum dan memberi kode Asti meninggalkan ruangan itu.


Tony tampak kesal melihat ke arah Asti.


Pak Harry juga langsung menuju kamarnya.


_____-------_______


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2