Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.10 Tony pergi ke club


__ADS_3

Pelataran sejuk lapangan golf terlihat masih cukup pagi Tony sibuk bermain golf dengan teman - temannya ,permainan Tony kali ini meleset terus ,beberapa teman mulai menertawakan Tony.


"Loe kenapa Ton ? Dari tadi enggak bisa konsentrasi.


"Aduh kalian itu malah ganggu aku aja .


Mereka makin tertawa ,"Sudahlah hari ini aku yang kalah ,sedang wanita petugas yang berdiri di samping Tony ,wanita caddy itu tersenyum ,jangan menyerahlah pak ,nanti saya juga selesai cepat kalau bapak udahan mainnya,tenang saja sayangku kamu tidak usah kuatir sambil memeluk pinggangnya wanita caddy itu.


Tony berusaha lagi memukul bola itu ,kali ini Tony berteriak .... Masuk yee masuk ... Teman Tony ikut berteriak mantap bos .


Mereka hari ini main golf 5 jam ,cukup menguras tenaga Tony.


Setelah main golf Tony bersama teman - temannya duduk di coffee shop sambil minum kopi juga memesan camilan.


"Eh bos mau ke mana nanti malam ,kita hang out yuk ,gue tahu bos ada tempat luar biasa pasti bos belum pernah ke situ ,wih ceweknya cantik - cantik mereka **** - **** tahu!


"Di mana itu son? tanya Tony


"Kalau mau aku anter bos ke situ ," ujar Soni.


"Ok saja ,aku pulang ganti baju dulu ," ucap Tony.


"Ok bos aku jemput ," ujar Soni.


"Ok ok ," jawab Tony.


Tony berpamitan sama teman- temannya dan cabut pulang secepatnya.


Sesampainya di rumah Tony meminta tolong pak Piyan untuk mengangkat stik golf_nya yang masih tergeletak di bagasi mobil.


Tony ,bertanya sama mbak Tata apa papah sudah pulang dari Bali.


Dan mbak Tata menjelaskan kalau pak Harry sudah pulang dan sedang beristirahat di kamarnya.


Tony sambil bersiul menaiki anak tangga menuju kamarnya ,dengan santai membuka bajunya yang sudah kotor dari bermain golf seharian .


Dan berjalan ke arah kamar mandi ,siapa yang tidak terpesona melihat tubuh Tony yang atletis ,hidung mancung,dan tinggi ganteng dan berkantong tebal ,pasti banyak wanita yang mengejarnya.

__ADS_1


Melihat penampilan Tony sehabis mandi begitu wangi dan harum.


Tony betul - betul paham dengan parfum mana yang di sukai wanita.


Koleksi parfumnya yang bejibun di lemarinya.


Tony turun dari kamarnya dengan santai,sambil memakai tas selempangnya.


Mobil hitam mewah sudah terparkir di depan rumahnya ,temannya Soni sudah menunggunya dari tadi.


Tony belum sempat bertemu dengan papahnya sudah pergi lagi.


Soni supplier selalu berusaha memberikan service ke Tony supaya produknya bisa lancar di terima di perusahaan ayahnya.


Suara dentuman musik terdengar ,Soni berjalan di muka sambil melihat pemandangan menarik di hadapannya.


Tony mengikutinya dari belakang ,memang Tony belum pernah ke tempat ini.


Di tengahnya terdapat tiang tebal dan tinggi serta seutas selendang panjang menjuntai hingga ke dasar panggung.


Soni langsung memesan dua gelas minuman beralkohol ,duduk di bar dan berbicara dengan pelayan bar menanyakan orang yang mengelolakan wanita - wanita cantik di tempat itu.


Wanita setengah tua itu langsung menanyakan keperluannya apa.


Dan setelah tahu apa yang Soni maksudkan ,tidak seberapa lama masuklah beberapa wanita muda yang berpakaian sangat minum datang menghampiri Soni dan Tony.


Mereka seperti sudah terlatih ,mereka berdiri berjejer dan siap untuk dipilih.


"Ayo Ton pilih mau yang mana ?,Tony sebenarnya tak berselera sehingga dia hanya asal pilih saja 2 orang .Dan yang lain segera pergi meninggalkan mereka.


Tony sudah diapit dua wanita cantik yang siap menemaninya untuk minum mereka yang melayani Tony untuk menyalakan rokoknya juga menuangkan minuman beralkohol itu.


Sedang Asyik mencium mereka ,tiba - tiba lampu tengah panggung itu menyala lagu yang kencang terasa hingga dada Tony berdentum keras melihat pemandangan di depan matanya seorang wanita yang hanya menggunakan ****** ***** yang minim juga tipis meliuk - liuk di tiang itu sambil memainkan tali berwarna itu dengan tarian yang memicu adrenalin seorang lelaki .


Tony tak ingin berkedip melihatnya ,terlihat dua bukit kembar yang ada di depan matanya ,dengan sudah sedikit terkena minuman alkoholnya ,Tony maju berusaha melihat dari dekat wanita yang menari dengan lincahnya di tiang tersebut dan Tony coba menyentuhnya dengan memberikan tips uang ratusan ribu di ****** ***** wanita itu.


Wanita itu tersenyum dan mengabaikan Tony dan melanjutkan memainkan selendang panjang itu lagi.

__ADS_1


Tony terlihat kesal karena ada pengunjung yang juga memberikan tips ke wanita itu ,siapapun boleh memberikan tips ke penari itu ,tapi karena Tony merasa dia bos di situ ,timbul emosi apalagi sudah dipengaruhi dengan alkohol ,mulai ada sedikit perkelahian.


Akhirnya Soni temannya Tony ambil tindakan untuk sebaiknya mereka pulang saja ,karena nanti kalau sampai berkelahi malah semakin repot urusannya.


mobil mewah itu sudah memasuki rumah pak Harry ,Soni memapah Tony keluar mobil dan membawanya masuk ,mbak Tata yang tahu kedatangan tuan muda Tony langsung membantunya ,Dan karena terdengar suara Tony yang berisik kesal dengan kejadian tadi masih saja bergumam tak karuan Asti keluar dari kamarnya.


Soni tidak enak berlama - lama di rumah itu langsung pamit setelah menyerahkan Tony ke mbak Tata ,tetapi tangan mbak Tata malah dihempaskan.


Asti hanya mematung di depan kamarnya melihat Tony dalam kondisi mabuk.


"Kau ... kau sambil menunjuk tangannya ,kau Asti kamu mau berapa untuk menjadi body guard_ku sebut saja aku punya banyak uang sambil membuka tas selempangnya .


"Nih ... Uang ambil sambil menaruhnya di meja.


"Atau kau mau kartuku nih ambil kau beli sesukamu saja,apa yang papah kasih ke padamu ,aku ...aku bisa kasih sambil memukul dadanya dengan nada kesal.


Uang setumpuk berada di meja.


Asti memandang kesal ,karena dia merasa tidak tahu apa - apa.


Karena suara keras Tony terdengar sampai ke atas membuat Siska yang sudah bersiap untuk tidur terpancing ikut turun ,dan melihat kakaknya seperti itu ,mencoba menarik lengannya.


"Sudah kak ,ayo istirahat saja,"ujar Siska.


"Ach kamu tahu apa! bentak Tony.


Siska yang juga tidak tahu permasalahannya main menyalahkan Asti.


"Kamu lebih baik keluar dari rumah ini,karena hanya bikin masalah saja,dengan berbicara sangat dekat ke wajah Asti.


Ancaman Siska sepertinya serius,watak Siska yang arogan.


Asti tak mengucapkan sepatah kata_pun,hanya memandangi Siska yang menggeret lengan kakaknya untuk naik ke lantai dua dan beristirahat.


"Sial aku keluar dari kamar nih,aku enggak ngerti ada masalah apa sama mas Tony itu sambil memainkan sebuah tissue di tangannya.


"Sudah de Asti tidak usah di pikirkan biarkan saja ,besok juga mereka lupa dengan kejadian malam ini,percaya deh sama mbak ,aku_kan sudah hapal mereka ini,ungkap mbak Tata.

__ADS_1


________-------__________


Lumayan yah sudah bab 10 ,semoga yang baca punya saran dan kritik tentang cerita ini ,bagaimana esok harinya tunggu episode berikutnya ,salam manis dari Tina.


__ADS_2