
Malam itu Asti tidur lelap sekali di hotel itu.
Begitu bangun pagi Asti rencananya akan langsung mandi ,tetapi tiba - tiba bunyi telepon di kamarnya ,Asti ragu mengangkatnya dan Asti belum pernah mencobanya .
"Hallo ... hallo kok ga ada suaranya?
Ternyata Asti memakai teleponnya terbalik .
"Oh salah ,Asti tersenyum sendiri coba membetulkan kabel telepon itu dan berhasil.
"Oh hallo pagi pak ," jawab Asti.
Ternyata yang menghubungi Asti pagi - pagi pak Harry.
"Pagi As ... kita sarapan di bawah saja ,bareng saya , 15 menit lagi ya aku tunggu di bawah " ujar pak Harry.
"Ok pak ," jawab Asti.
Asti sedikit terlambat 5 menit ,dan pak Harry memakluminya ,Pak Harry tersenyum lebar.
"Ini ... tiba - tiba pak Harry menyodorkan sebuah amplop tebal.
"Apa itu pak," tanya Asti.
"Hari ini kamu gajian ," ujar pak Harry.
"Hah ... gajian?
"Kamu patut menerimanya ,terserah kamu mau beli apa ,kemarin itu kamu dapat handphone dari siapa ,"tanya pak Harry .
"Oh aku dipinjamkan sama mbak Tata semua pekerja di rumah pak Harry dapat handphone,bila sudah tidak bekerja di rumah pak Harry di suruh kembalikan,"ungkap Asti menjelaskan.
"Dan mbak Tata yang mengajariku bagaimana menggunakannya," ujar Asti sambil tertawa geli ,mengingat kebingungan menggunakan handphone dari mbak Tata.
"Apa kamu bahagia kerja dengan saya ," tanya pak Harry.
"Ya aku senang dan bersyukur bisa bertemu pak Harry," ujar Asti dengan matanya berkaca - kaca.
"Kok Asti jadi sedih ," tanya pak Harry.
"Ah enggak pak sambil mengusap matanya ,ini karena bahagia pak," jawab Asti.
"Ok ini uang kamu simpan ,atau mungkin kamu ingin beli sesuatu nanti ," ucap pak Harry.
Dan ini untuk kamu ,sebuah kotak ,Asti tidak bisa menebak apa isinya.
"Ini apa pak ? tanya Asti.
__ADS_1
"Ya coba buka dong," ucap pak Harry.
Asti penasaran dengan isinya ,kertas itu dengan cepat terbuka dan isinya ternyata sebuah handphone.
"Wah ... Bagus banget pak ,tapi kan aku sudah dapat dari mbak Tata.
"Kamu tak pantas memakai itu kamu kembalikan ke mbak Tata ya ," ungkap pak Harry.
"Kamu tahu enggak caranya ," tanya pak Harry.
Asti menggelengkan kepalanya.
"Sini aku yang urus ,kamu punya Ktp (kartu tanda penduduk) enggak ,"tanya pak Harry.
"Ada pak ,Asti menyerahkan Ktp_nya dan sebentar pak Harry urus dan nomer baru Asti sudah terpasang ya.
"Nah ... Ini sudah beres ,karena kita berada di Bali sayang kalau kita tidak jalan - jalan sampai sore dan kalau urusan saya di sini sudah beres semua kita bisa kembali ke jakarta," ungkap pak Harry.
"Baik pak ," ucap Asti.
"Ini uang simpan yang benar ," tutur pak Harry.
Asti hanya mengangguk saja ,tanda mengerti .
Mereka sarapan bersama ,mereka tinggal pilih dan mengambil sendiri terdapat prasmanan di sekeliling meja - meja tamu .
Setelah selesai sarapan mereka akan pergi jalan - jalan mumpung ada di Bali,tentu banyak tempat indah yang bisa dikunjungi.
Begitu sampai di ubud terlihat patung besar berbentuk monyet,karena Asti belum tahu bagaimana menggunakan handphone barunya,pak Harry harus mengajarinya.
Ketidak sengajaan sentuhan tangan Harry selagi mengajari Asti menggunakan handphone barunya ,membuat Asti tersipu - sipu setiap tempat yang dianggap bagus untuk diambil gambarnya Asti coba untuk selfi.
"Mustinya aku pelan - pelan ya ajar_innya ," ujar Pak Harry dalam hati supaya Asti bisa dekat terus dengan aku ,bisik hati kecil pak Harry yang mulai menyukai Asti.
Setelah puas bermain di lokasi penuh binatang monyet mereka rencana pergi ke pantai kuta dengan taksi mereka coba menyusuri pantai kuta ada jalur di mana para pengguna sepeda atau pejalan kaki bisa santai berjalan tanpa hambatan dan di sebelah jalur jalan kaki ada tempat bermain untuk skatboard.
Asti terpukau dengan atraksi mereka .
Banyak anak -anak muda yang hebat - hebat menggunakan skateboard, atraksi mereka luar biasa ,belum tentu semua orang melakukan itu.
Asti melanjutkan perjalanannya sepanjang pantai itu banyak toko - toko penjual souvenir Asti tertarik dengan gantungan kunci juga gelang ,Asti hendak membayarnya tapi langsung pak Harry memegang tangannya.
"Tidak usah ,biar saya saja yang bayar," ucap pak Harry.
Tetapi pak Harry lupa masih terus menggenggam tangan Asti .Pak Harry tidak sadar dan buru - buru melepaskan tangan Asti.
"Berapa pak ," tanya pak Harry.
__ADS_1
Pak Harry mengeluarkan sejumlah uang yang disebutkan,dan mereka keluar dari area itu.
Pemandangan laut yang indah juga tenda - tenda yang terpasang berjejer juga sudah terpasang. Pak harry mengajak Asti duduk di tenda pinggir pantai.
Tidak lama kemudian datang pedagang - pedagang minuman ,Asti memesan es kelapa dan pak Harry pesan minuman soft drink saja.
Asti memandang laut lepas seakan sesak di dada Asti juga hilang seketika.
Pak Harry hari ini juga tidak menggunakan baju ala kantor,pakaian sportif celana jeans dan kaos bermerk warna putih ,pak Harry tampak lebih muda dari umurnya.
Sejak adanya Asti di sampingnya ,pak Harry merasa ada yang terisi di hatinya yang terasa hampa sejak sang istri tiada.
Kehadiran Asti betul - betul membuat pak Harry terhibur keluguan juga kejujurannya.
Pak Harry yakin pasti banyak yang akan menghalangi atau tidak suka dengan Asti ,tetapi pak Harry tidak akan peduli.
Pak Harry yakin suatu saat Asti akan menyayangi dirinya juga.
Pak Harry melihat Asti hari ini banyak tertawa bersamanya,semoga hari ini menjadikan kenangan untuk mereka berdua.
Sore itu mulai muncul orang - orang yang bermain papan seluncuran ,Asti belum pernah melihat aksi orang bermain papan seluncur.
Pemandangan yang seru dan tegang yang Asti rasakan tetapi itu hanya beberapa jam saja karena sudah malam mereka harus sudah kembali ke hotel.
Angin juga sudah terasa lebih kencang dari sebelumnya ,mereka buru - buru sampai kembali ke hotel .Terlihat pak Ica manager hotel sudah menunggu di pintu masuk .
"Sore pak ," sapa pak Ica.
"Sore pak Ica," sapa pak Harry.
"Kami sudah siapkan untuk makan malam nanti di ruangan bapak di kantor pak ," ujar pak ica.
"Oh tidak usah di kantor pak ,di ruang makan biasa saja ,biar bisa makan bareng sama Asti," ujar pak Harry sambil tersenyum.
"Oh baik pak kalau begitu," ucap pak Ica.
Pak Ica menarik napas panjang melihat dari belakang kepergian pak Harry.
"Siapa itu Asti ?" bergumam dalam hati.
Pak Ica mengerutkan alis matanya.
Baik Asti dan pak Harry langsung istirahat ke kamarnya masing - masing.
Lelah juga sudah seharian jalan.
Asti hendak langsung mandi dan rebahan meluruskan kakinya yang seharian berjalan jauh.
__ADS_1
Begitu juga pak Harry ,karena tidak muda lagi malah pak Harry saking lelahnya tertidur di sofa,belum sempat ganti baju.
\_\_\_\_\_\_\_---------\_\_\_\_\_\_\_\_\_