Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.7 Naik pesawat ke Bali


__ADS_3

Terdengar kode pesawat


disebutkan,penumpang di suruh segera memasuki pesawat .Asti memberikan boarding pass ke petugas dan segera berjalan melalui pintu menuju badan pesawat,pak Harry tersenyum melihat Asti yang sudah belajar banyak dengan didampingi pak Harry.


Asti menyapa pramugari dari maskapai penerbangan itu.


Mereka membantu Asti mencari tempat duduknya 16B,sedang pak Harry 16c ,mereka duduk berjejer.


Pak Harry sidah merasa lapar karena belum sempat makan siang,Asti juga merasa haus tapi para pramugari itu tidak menuju ke arah pak Harry hanya terdiam di pojok dengan troli makanannya.


Setelah satu jam baru pak Harry sadar kalau mereka tidak menyediakan makanan,mereka harus beli,pak Harry lupa mengecek di tiketnya.


"De,aku minta makanan ada apa ?," tanya pak Harry ke salah satu pramugara.


" Oh maaf pak,bapak harus pesan,tapi karena waktu tinggal sedikit paling kalau mau pesan minuman saja ," ujar pramugari itu.


Akhirnya mereka pesan minuman saja ,sesampai di Bali baru mereka mengisi perut mereka yang sudah keroncongan,Asti memesan nasi goreng dan pak Harry pesan soto ayam.


Asti kaget benar dengan harga nasi goreng itu 125 ribu untuk satu orang dan air mineral yang harganya mahal dengan botol terbuat dari kaca.


Belum ada 10 menit mereka sudah menyikat habis makanannya,sudah bersih di piring mereka.


Setelah itu pak Harry menawarkan untuk beli oleh - oleh yang terkenal di Bali kebetulan kiosnya ada di bandara 'Pie susu' terlihat antrian pembeli di kasir.


Asti belum pernah mencoba kue pie,Asti terlihat bersemangat untuk antri.


Asti senang sekali dengan pie susu di tangannya.


Pak Harry senang juga bisa buat Asti tersenyum.


Pak Harry mulai terlihat tegang lagi wajahnya .


Mereka menuju ke sebuah hotel bintang 5 di Bali.


Suasana kota Bali yang indah ,begitu mau masuk ke hotel tersebut terasa begitu kental adat budaya Bali lagu - lagu gamelan bali berkumandang dan pelayan hotel juga semua menggunakan topi Bali atau yang sering mereka sebut udeng,pelayan itu kaget melihat pak Harry datang.


Mereka berjejer memberi hormat atas kedatangan pak Harry.


Tidak lama kemudian datang manager hotel pak ica," Sore pak Harry apa kabarnya," tanya pak Ica.


"Baik ! Oh ya kenalkan ini mbak Asti tolong siapkan untuk kamar mbak Asti yang sweet room ," ujar pak Harry.


" Baik pak !," jawab pak Ica.


Pak Ica tampak sibuk meminta kunci kamar ke front desk dan menyerahkan 2 buah kunci tersebut ke pak Harry.


" ini pak yang untuk mbak Asti nomer 316,yang satunya kamar bapak ,sudah ready," ujar pak Ica.

__ADS_1


Langsung pak Ica menemani pak Harry sambil membicarakan apa yang sudah terjadi,ternyata ada penghuni yang meninggal dunia di kamarnya.


Pak Harry langsung menuju office_nya belum mau masuk ke daerah itu menanyakan cerita sebenarnya .


Karena pak Harry tidak mau salah menjawab apabila ada pertanyaan polisi yang sedang berada di ruang 212.


Kejadian itu di kamar 212 seorang wanita muda,usia sekitar 25 tahun yang meregang nyawa,mulutnya keluar busa dan penuh bekas suntikan di tangannya.


Tali kuning sudah di bentangkan di are itu berarti lantai itu tidak bisa di gunakan sementara waktu.


Pak Harry otomatis sedikit merugi dari kejadian ini.


Di lantai dua sekitar 15 kamar tidak dapat di sewakan,dan mungkin pengunjung juga akan takut menginap di lantai tersebut.


Asti terus mendampingi pak Harry,walau kaget juga dengan situasi yang ada di hadapannya.


Sebenarnya Asti rada takut kalau lihat mayat,itu kelemahannya keringat dingin seluruh tubuhnya.


Untung pak Harry tidak memperhatikannya karena sibuk sendiri.


Asti coba menghibur diri menyusuri koridor di lantai 2 itu terdapat air mancur dan ikan - ikan kecil yang menghiasi kolam mungil itu.


Di tengah - tengah terdapat patung Bali,Asti mengamati patung Bali itu lebih dekat,hanya Asti kurang paham itu patung apa?


Masih melihat - lihat sekitar lantai 2 itu terdapat taman kecil juga kursi yang nyaman ,pelayan - pelayan sangat ramah ,apalagi kalau tahu Asti orang kepercayaannya pak Harry karena Hotel bintang 5 itu punyanya pak Harry.


Pak Harry menemui polisi yang sedang bertugas dan pak Ica coba menjawab pertanyaan pak polisi.


Sesekali pak Harry mengangguk setuju dengan saran pak polisi itu.


Pak polisi juga meminta rekaman kamera pemantau dengan siapa wanita itu datang.


Pak Harry terpaksa ikut ke ruang camera pengintai,untung sudah makan siang di bandara bareng Asti sehingga bisa konsentrasi dengan pak polisi.


Tampak beberapa wartawan hadir,mereka sibuk mengambil gambar .Begitu juga pak polisi ,mengambil sidik jari wanita malang itu,dan mengambil fotonya ,suasana tegang terlihat benar.


Akhirnya polisi - polisi itu pulang dan berencana besok akan datang lagi ,sedang mayat wanita muda itu sudah dibawa untuk diotopsi terlebih dahulu dan dicari tahu keluarganya.


Banyak juga tamu - tamu hotel di lobi yang mengetahui hal ini.


Mereka sebagian pulang takut terkena masalah khususnya yang di lantai 2 sudah dikosongkan.


" As kamu istirahat saja dulu malam ini,besok kita masih di sini untuk beberapa hati ," ucap pak Harry.


" Baik pak aku tinggal ya pak ,izin mau istirahat," ujar Asti.


Asti merogoh kantung celananya dan mengambil kunci kamarnya.

__ADS_1


Berjalan meninggalkan pak Harry.


Asti musti naik lift ke lantai 3 ,tapi bingung naiknya kebetulan ada warga yang ingin naik ,Asti dengan polosnya buka sepatunya ditenteng masuk ke lift,orang itu bingung untuk apa buka sepatu.


"Mereka sambil lihat - lihatan .


"Kau tidak perlu membuka sepatu ," ucap orang itu.


"Oh Ya ,Asti langsung memperhatikan orang itu,dan memakai kembali sepatunya dan bunyi pintu lift terbuka ,Asti malu sekali untung pak Harry tidak lihat kejadian ini.


Asti juga ikut merasakan tegang dan lelah hari ini melihat petugas kepolisiaan bolak - balik masuk ke dalam hotel


Banyak pengalaman baru selama naik pesawat dan bagaimana menangani kasus orang meninggal yang tidak lazim.


Sesampai di depan pintu kamar Asti bingung " Bagaimana bukanya ya?


Asti coba - coba tetap tak berhasil.


Untung saat itu ada pelayan yang kebetulan sedang mau mengantar makanan,sehingga Asti ditolongnya.


Terima kasih pak ," ucap Asti .


"Sama - sama bu," tutur pelayan itu dengan sangat sopan,dan berlalu membawa makanan dengan troli.


Asti memandang sweet room itu sampai terkagum - kagum.


"wah ... Bagus banget kamarnya !," ujar Asti.


Sambil merebahkan dirinya di kasur empuk dan kamar mewah ,Asti memandang seisi rumah.


Betapa beruntungnya dia bisa menikmati kamar seperti ini dengan pelayanan yang super.


Pandangan Asti tertuju pada kue pie yang baru diletakkan di meja bundar,Asti bangkit dari tempat tidurnya ingin mencoba buah pie itu ,sambil menikmati kue pie_nya.


Asti teringat ibu dan ayah ,mengingat


semua kenangan kala berada di kampung.


Seandainya ayah dan ibu bisa ikut menikmati semua ini.


Memandang ke jendela yang sedikit tersingkap.


"Aku harus kuat," ucap Asti perlahan meneteskan_lah air matanya.


________--------_________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2