Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.25 Andre merasa bersalah


__ADS_3

Pagi harinya seperti biasa Siska bangun tidur turun dari tangga dengan kebingungan kenapa di meja makan ada sebuah karangan bunga dan sebuah kotak juga tertera tulisan di atas kotak tersebut "untuk Siska".


Siska coba membolak - balik kotak tersebut dan menaruh kembali kotak tersebut dan memperhatikan bunga yang begitu indah tepat di hadapannya.


"Mbakkkk Tataaaaa!


"Ini dari siapa mbak!


"Oh itu non ,dari teman non Siska yang tadi malam antarkan non pulang,pagi - pagi orang itu ke sini non," ujar mbak Tata.


Siska memandang mbak Tata ,sambil mengela napas panjang.


"Kenapa non?


Siska mengambil box cokelat itu dan menyodorkannya ke mbak Tata.


"Nih ambil buat mbak aja ," ucap Siska.


"Loh kok begitu non ,orangnya baik loh non ,mana ganteng banget mbak liat dia itu senyumnya juga tulus ke mbak ," tutur mbak Tata.


" Huh sok tahu loe! ,ya sudah kalau mbak enggak mau ," ucap Siska.


Siska sepertinya tak begitu memperdulikan kotak box cokelat itu ,melemparnya kembali ke atas meja dengan kasar.


Siska berbalik badan dan lupa bahwa semalam habis terkilir,terasa kembali sakit di pinggangnya.


"Awww awww!


Langsung mbak Tata menghampiri Siska dan menolong Siska kembali menuntunnya ke sofa.


"Aduh non lupa ya semalam_ kan jatuh ,apa sebaiknya diantar ke dokter sama supir," ujar mbak Tata.


"Ach mbak tidak kenapa - napa ,besok juga sembuh kali mbak ," jawab Siska.


Wajah kesakitan terlihat jelas di wajah Siska.


Siska masih bingung dari kejauhan memandang bunga dan kotak cokelat itu yang tergeletak di meja makan.


"Kenapa Andre mengirim bunga dan cokelat?


"Aku tidak bisa berteman dengan seorang waiter ,bisa jatuh martabat aku," pikir Siska.


Mbak Tata yang tidak paham akan pikiran Siska diam saja dan melihat ke wajah Siska yang lagi memandang ke arah meja .


"Oh nanti biar mbak simpan non ,siapa tahu suatu saat tertarik mau makan itu cokelat.


Mbak Tata berjalan ke arah meja makan tersebut dan mengambil kotak cokelat dan menaruhnya di lemari.


Siska sambil menikmati teh hangat yang sudah disediakan mbak Ati di meja ruang TV.

__ADS_1


Siska coba menyalakan TV tersebut dan ,tapi tetap saja pikirannya masih memikirkan Andre ,Siska merasa kesal apalagi dengan ada kiriman bunga,semakin bikin pusing.


Siska merengek bak anak kecil yang kesal di sofa ,memukul - mukul bantal kecil yang terdapat di sofa ruangan TV .


"Apa maunya sih kamu Andre?," ucap Siska.


Siska menatap jam di ruang tengah dan kaget melihat jam sudah jam 10 ,tentunya dia akan kesiangan untuk menemui bu intan di kantor papanya.


"Hah jam 10 ," ujar Siska.


Siska buru - buru bangkit dari sofa dan alhasil Siska kesakitan lagi pinggangnya,tapi Siska memaksakan untuk tetap pergi ke kantor papanya.


Ternyata Siska ke kantor papanya karena di dompetnya sudah kehabisan uang ,terpaksa menemui ibu intan yang terlihat sedang sibuk di mesin foto copy,sepertinya sedang mencetak sesuatu.


Siska menepuk pundak ibu intan ,yang sedikit kaget karena di tepuk dari belakang dengan seseorang.


"Oh mbak Siska?


"Aku kaget deh,ada apa mbak Sis tumben ke kantor.


Siska memberi kode ke Intan dengan jarinya bahwa dia membutuhkan uang cash saat ini.


"Oh mbak Siska perlu uang ,ayo ke meja aku mbak ,sebentar ya mbak aku siapkan ," ujar ibu Intan.


ibu Intan membuka lacinya dan mengambil setumpuk uang.


"Mbak perlu berapa hari ini ,2juta atau lebih ," tanya mbak Intan.


"Ok!


Saya buatkan notanya dulu ya mbak ,jari ibu intan yang sudah terlatih terampil menuliskan nota itu dengan cepat selesai dan Siska hanya perlu menanda tangani nota itu.


Selesailah Siska langsung menaruh uang tersebut di tasnya dan tersenyum ke arah ibu intan dan mengucapkan terima kasih dan cepat berlalu meninggalkan ruangan kantor tersebut.


Ibu intan keheranan melihat mbak Siska jalan perlahan dan memegang pinggangnya.


"Mbak Siska kenapa ?aku antar ke dokter mbak sambil memegang pundak Siska yang sepertinya meringis kesakitan terus ," ujar ibu intan.


"Ayo mbak aku antar,nanti malah saya kena marah pak Harry kalau sampai mbak kenapa - napa ," ujar bu Intan.


Sepertinya karena rasa nyeri yang semakin menyiksa Siska terpaksa meng_iyakan tawaran ibu intan untuk mengantarkannya ke dokter.


Ternyata menurut hasil pemeriksaan dokter ada pergeseran tulang sehingga Siska harus dirawat di rumah sakit ,mbak Tata yang mendapat berita itu kaget dan bersedih.


Mbak Tata juga mbak Ati berharap tidak terjadi sesuatu yang serius yang


disebabkan oleh jatuhnya siska semalam.


Mbak Tata langsung memberi kabar ke pak Harry lewat WA nya.

__ADS_1


Pak Harry sepertinya kuatir dan merencanakan pulang secepatnya dari America.


Sedang Tony belum terlihat batang hidungnya.


Keesokan harinya sekitar jam 9 pagi ,pria ganteng yang kemarin mengantarkan bunga juga cokelat datang lagi mengantar bingkisan dan bunga lagi .


Mbak Tata yang sedang membuang sampah di samping rumah melihat sekilas orang yang melihat ke arah dalam rumah dengan penasaran.


Mbak Tata ,mendehamkan suaranya.


"Ehem ... hem...


"Eh tuan datang lagi ,mau cari non Siska ya," tanya Mbak Tata.


"Eh iya mbak ,apa ada Siskanya mbak?


Mbak Tata menggeleng dan berubah wajahnya sedih .Andre menatap tajam ke arah mbak Tata .


"Kenapa mbak?," tanya Andre.


Di tangan Andre terlihat bingkisan yang agak besar dan bunga yang potnya mungil ,mungkin cocok untuk di taruh di kamar non Siska menurut pandangan mbak Tata.


Mbak Tata menceritakan kronologi Siska terjatuh kemarin malam karena ada telepon yang berdering terus tidak berhenti saat Siska sedang berendam di bathtub.


Andre pucat kaget mendengarnya karena sebenarnya ,yang telepon dan mengganggu Siska itu Andre.


Andre merasa bersalah ,tetapi Andre tidak menjelaskan ke mbak Tata bahwa dia yang menelepon Siska saat itu.


Andre bertanya di mana Siska


dirawat ,Andre berniat menjenguknya.


Mbak Tata ,bingung melihat Andre yang kelihatannya panik dan serba salah pergi berlari meninggalkan mbak Tata yang belum selesai bertanya tapi ,Andre sudah langsung masuk mobil dan menaruh bunga dan bingkisannya kembali dan tancap gas ke rumah sakit .


Mbak Tata masih berdiri di depan pintu.


"Wah sepertinya cowok ini benar - benar jatuh cinta sama non Siska," bicara sendiri dan kaget ternyata sohibnya sudah ada di sampingnya , mbak Ati memandang kepergian Andre dengan menggandeng tangan mbak Tata.


" laki - laki hebat,romantis!


Mbak Tata yang risih digandeng mbak Ati ,langsung keplak kepala mbak Ati dan menepis tangan mbak Ati yang menggandeng tangannya.


"Ih kaya lesbi aja kamu!," ujar mbak Tata.


"Aduh sakit tahu ! ," ujar mbak Ati.


"Makanya jangan main gandeng - gandeng aja kamu," ujar mbak Tata.


"Ayo masuk ," ujar mbak Tata.

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_\_


Pembaca tersayang jangan lupa selalu dukung aku ,dengan like,gift,komen supaya aku bisa terus berkarya.Terima kasih salam manis


__ADS_2