
Nadila happy sekali hari ini bertemu dengan Asti,mereka menjadi akrab ,Asti tidak mempermasalahkan soal penampilan Nadila yang super mewah dan tidak merasa terganggu juga.
Nadila menggandeng Asti dengan penampilan Asti saat ini pasti bikin orang klepek - klepek .
"Wah ... aduh ya! kamu cantik dan keren banget ,aku enggak sangka kamu bisa seperti ini,aku terpesona ," ujar Nadila.
Asti jadi wanita yang berbeda ,sangat mempesona.
"Dila ! Terima kasih ya kamu sudah make over aku seperti ini.
"Enggak apa - apa As !kita sekarang sudah bersahabatkan sambil memegang pundak Asti .
"Kalau ada apa - apa butuh bantuan jangan sungkan - sungkan hubungi aku ," ucap Nadila.
Asti hanya mengangguk saja.
"Ayo aku antar kau pulang,supir aku sudah datang jemput kita .
Mobil mewah itupun langsung tancap gas menuju rumah di mana Asti tinggal sementara.
Asti turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Nadila dan berjanji akan menghubungi Nadila begitu ada kesempatan.
Asti berjalan perlahan masuk ke ruang tamu ,dan saat itu hanya ada Tony di ruangan itu.
pintu ruang tamu tidak terkunci sehingga dengan mudah dibuka oleh Asti.
Asti berjalan perlahan ,hanya langkahnya terhenti melihat Tony tersentak kaget melihat penampilannya Asti yang baru.
Pesona Asti dan kibasan rambutnya ,membuat Tony tak bisa berenti menatapnya.
Akhirnya Tony malu sendiri ,dan sadar.
"Kamu habis dari mana ," tanya Tony.
"Aku habis ke pertokoan," ucap Asti.
"Potong rambut! ," tanya Tony.
"Iya pak tony," ucap Asti.
"Kenapa kamu malah jalan - jalan ,kan kamu harus bertugas ," ujar Tony sok galak dan memarahi Asti.
"Inikan hari minggu ,aku bebas jalan ke mana saja," ungkap Asti dengan raut kesal.
"Permisi tuan muda ,Asti berjalan meninggalkan Tony yang terlihat kesal di tinggalkan Asti begitu saja.
Memang untuk menghadapi Asti sangat sulit,Tony mengepal perlahan tangannya,gemas .
"Ditawarkan uang sudah! tetap dia tidak mau ,aku harus mencari akal biar dia mau menjadi body guardku bukan papa," ujar Tony sambil berjalan kesal ke lantai atas menuju kamarnya.
Tony melihat ke cermin ,"Apa aku kurang ganteng ya sampai ,Asti tak perduli denganku ,padahal biasanya semua wanita dengan mudah menempel kaya perangko denganku ," ucap Tony dalam hati sambil merapihkan rambutnya.
Tony siap turun pagi - pagi ,sesampainya di anak tangga Tony berpapasan dengan Asti yang juga siap mendampingi pak Harry.
Asti diam saja hanya memberi hormat dengan membungkukkan badannya sedikit ,sedang Tony terpaksa diam mematung dengan perasaan serba salah.
"Pah ! Teriak Tony.
__ADS_1
"Aku ke kantor juga ,ada pak Sony mau ketemu papah hari ini," ujar Tony.
Asti hanya melirik dan menghela napas panjang dan segera masuk ke dalam mobil.
"Aku naik mobil papa saja ,malas bawa mobil sendiri,"ucap Tony.
"Hah ... Kamu naik mobil sendiri aja ,sudah jalan supir ,perintah pak Harry kepada pak Piyan.
"Stop ,Tony menyetop mobilnya .
Terpaksa pak Piyan berenti dan Tony naik mobil pak Harry dan duduk di kursi depan.
Pak Harry tak bisa menolak anaknya untuk tidak ikut dengannya.
"Sudah pak Piyan tenang saja ,jalan pak! ,"ucap Tony.
Kericuhan pagi - pagi di dalam mobil bikin pak harry sedikit kesal dengan Tony .
"Apa sih maunya ini anak,biasanya tidak pernah mau ke kantor," ucap pak Harry dalam hati.
Asti merasa ini karena "Tony menginginkan aku untuk kerja dengannya,itu sesuatu yang tidak mungkin," ucap Asti dalam hati.
"Pak Harry sangat berjasa dalam hidupku tak mungkin aku berbelok dan menyakiti hati beliau,dasar anak tak tahu diri," ujar Asti dalam hati.
"Huft ... Asti seperti mengeluh di dalam mobil.
"Kamu kenapa As," tanya pak Harry.
"Eh enggak kenapa - kenapa pak !," jawab Asti.
"Hem ... Tony tersenyum sinis di kursi depan.
"Hi bro kau sudah siapkan ,PO (purchase order)
"Sudah dong," jawab sony.
"Ok see you later.
Sampai diparkiran kantor ,terlihat Sony sudah menunggunya .Tony langsung keluar dari mobil dan menghampirinya,mereka sibuk melihat kertas - kertas data yang Sony bawa.
Sedang pak Harry juga Asti langsung masuk saja ke dalam gedung ,begitu masuk langsung terlihat beberapa staf yang sudah hadir mengucapkan salam.
"Selamat pagi pak !
"pagi !," jawab pak Harry.
Pak Harry langsung masuk keruangannya bersama Asti.
Tidak lama kemudian Tony masuk membawakan PO dari Sony dan meletakkannya di meja.
Dokumen tertulis ini berisi persetujuan pembelian sejumlah barang, lengkap dengan jumlah serta harganya.
Dengan begitu, dengan purchase order ini ,Tony akan mendapatkan keuntungan yang lumayan.
Di tahap ini, pesanan pembelian langsung diberikan kepada pihak supplier.
"Ya itulah kerjanya Tony ,hanya penyambung lidah saja karena ayahnya pemegang saham.
__ADS_1
Tony malas untuk kerja duduk di kantor seperti pak Harry.
Tony tak punya posisi apa - apa di kantor itu.
Dari hasil itu ,hidupnya hanya bermain wanita saja.
"Panggil masuk teman kamu itu," ujar pak Harry.
"Hallo om ,apa kabarnya ,sehat ya om ,"tegur Sony basa - basi.
Sony sahabat Tony ,mencoba menawarkan ATK (alat tulis kantor)juga pemasangan CCTV.
Kadang dia mencarikan barang yang mendadak di butuhkan pak Harry.
"Om baik - baik saja,Tony kayanya yang kurang sehat ," ujar pak Harry sambil berkelakar dan tersenyum.
"Oh ha ... ha ... Semua jadi tertawa.
"Ok ini saya pelajari dulu ,nanti biar mbak Intan sekretaris saya yang hubungi kamu ya Son," ujar pak Harry.
"Ok om ,sambil melirik ke arah Asti yang sedang duduk tak jauh dari mereka.
"Itu sekretaris baru ya om ,menunjuk ke arah Asti,membuat Asti salah tingkah.
"Bukan itu body guard nya om," dengan santai menjawab pertanyaan Sony.
"Hah ... Om punya body guard ?
"Wiih keren om ,aku boleh pinjam enggak om ," ucap Sony .
"Enggak boleh! ,ini mau saya ACC enggak ,menatap kesal mendengar pertanyaan Sony ke dirinya.
Tony langsung menarik lengan Sony ke luar ruangan.
Tony kesal dengan ocehan Sony,"Elo udah gila kali ya ?ngomong begitu sama bokap gue .
"Eh Ton ,itu body guard bapak loe cantik banget bro ,kalah tau cewek - cewek yang biasa loe bawa," ujar Sony.
"Payah loe jadi laki - laki sambil memukul perlahan dada Tony.
"Yuk gue pamit dulu ,"see you bro !
Tony menarik napas panjang melihat kepergian Sony.
"Dasar mata buaya juga si Sony.
Tony kembali ke ruangan papahnya .
"Ini kita butuh CCTV di travel ,kamu koordinarsikan sama mbak Intan berapa butuhnya juga Atk_nya.
"Ok pah ,terima kasih ya pah ,Tony keluar ruangan papahnya dan mendatangi mbak Intan.
Mbak Intan orangnya suka tebar pesona,malah Tony merasa tidak nyaman tapi ,Tony harus pura - pura baik dan ramah supaya urusannya tidak di persulit.
Tony menyerahkan data barang itu ke mbak Intan.
Dan buru - buru berlalu ,melihat gaya mbak Intan yang menurut Tony menggelikan ,terlalu over.
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_------\_\_\_\_\_\_\_
Pembaca setia "Mtt ' terima kasih sudah terus menanti cerita aku ,semoga terus membaca hingga tamat ya,salam sayang selalu untukmu.