Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab.3 Cidera olah raga


__ADS_3

Asti masih di dalam mobil,pak Harry keluar dari mobil duluan.


Dalam pikiran Asti ,abis ini pulang .


Pak Harry memberi kode supaya Asti turun mobil dan membawa beberapa baju saja.


Asti tampak bingung ,dengan pakaian seadanya berjalan di belakang pak Harry.


Semua orang memberi salam dan memperlebar jalan supaya pak Harry bisa lewat dengan mudah.


Sekretaris pak Harry melihat aneh ke arah Asti.


"Siapa sih cewek kampung itu?," tanya sekretaris pak Harry yang bernama Intan.


Asti di suruh masuk oleh pak Harry ke ruangannya.


"Tutup pintu," instruksi pak Harry.


"Asti coba kamu ganti baju! ,pilih salah satu baju sambil menunjuk ke suatu ruangan.


"Ganti di situ! ," ujar pak Harry.


Pak Harry sibuk terima telepon dan mencatat sesuatu di mejanya.


Tak berapa lama juga Asti sudah selesai berganti pakaian.


Asti berjalan ke luar ruangan.


Pak Harry sekilas melihat Asti,kemudian melihat lagi dan kaget melihat Asti yang berubah cantik sekali ,pak Harry terpesona.


Tetapi begitu melihat sepatunya,pak Harry lupa membelikan sepatunya.


"Ampun aku lupa," ujar pak Harry tepuk jidatnya.


Setengah jam kemudian pak Harry sibuk memanggil sekretarisnya.


Ibu Intan masuk sambil memberikan berkas yang diminta pak Harry dan memandang sinis ke arah Asti.


Tapi karena Asti duduk terhalang pot tanaman dan agak terpojok ,Intan tak menyadari ada yang berbeda dari Asti.


Intan berlalu keluar dari ruangan pak Harry.


Asti merasa orang di kantor pak Harry kurang bisa menerima kehadiran dirinya,tetapi itu bukan masalah buat Asti.


Apalagi pak Harry yang mengajak sendiri ke kantor.


Waktu cepat berlalu karena sudah sore,pak Harry mengajak untuk pulang.


Asti keluar kantor berjalan di belakang pak Harry .


Semua pegawai memandang heran Asti sudah berganti pakaian dan semua terpana.


Hari ini pengalaman pertama Asti mendampingi pak Harry seharian di kantor.


▪️

__ADS_1


Malam itu Asti merenung di kamar sendiri,memandang tumpukan kantong belanjaan baju.


Asti mengambilnya dan memandang dirinya di kaca dengan dengan mendekatkan baju itu ke tubuhnya,Asti senang sekali sambil berputar - putar. Asti memeluk semua baju itu karena baru pertama kali ini bisa memiliki baju bagus seperti itu.


Asti meneteskan air matanya dan bersyukur bisa bertemu pak Harry yang begitu baik terhadapnya.


Kehidupan Asti berubah sejak bertemu pak Harry .


Bisa tidur nyenyak di tempat tidur yang empuk juga tidak kekurangan makanan.


Sejenak Asti teringat ibu dan bapak ,Asti berharap bisa cepat menolong orang tuanya di kampung.


Setelah selesai mencoba beberapa model baju yang di belikan pak Harry.


Asti memutuskan untuk beristirahat,mungkin besok akan banyak tugas baru dan pengalaman baru lagi yang akan Asti dapatkan.


Asti tertidur nyenyak sekali dengan bebas menguasai tempat tidur besar itu seorang diri.


Asti pagi itu sedang sarapan sendiri di ruang makan,tiba - tiba mbak Tata datang terburu - buru.


"De Asti sudah ditunggu pak Harry ," ujar pak Harry


Asti dengan tergesa mengelap mulutnya dengan tissue dan bergegas menyusul pak Harry.


Asti terdiam dan berpikir pak Harry berpakaian seperti ini, hanya menggunakan kaos dan juga celana training ?


" Mau ke mana ini?," tanya Asti dalam hati.


Betul juga pak Harry tidak ke kantor tapi ke lapangan tennis ternyata pak Harry mau olah raga.


Lawannya orang_nya masih lebih muda ,saat memberi bola selalu memberikan berlainan arah sehingga pak Harry terkecoh dan terjatuh.


" A ... aa ... Suara pa Harry ke sakitan Asti kaget lihat pak Harry terjatuh.


Asti langsung membantu pak Harry untuk bangkit dan membawa pak Harry tempat duduk.


"Sebentar ya pak ," ujar Asti.


Pak Harry yang masih kesakitan melihat tangannya terluka diam saja.


Asti melihat ada warung dekat situ,Asti langsung berlari dan minta es batu .


Dengan gesitnya Asti mengambil handuk kecil di atas tas pak Harry .Lalu menolong pal Harry tangannya terkilir dan luka.


Asti langsung tanpa permisi menarik tangan pak Harry mengompresnya dengan es batu.


Asti tahu bagaimana mengatasi bagian tubuh kalau terkilir atau bengkak ,Asti mendapat pengetahuan itu dari ayahnya.


Sikap Asti yang dengan sigap menolong pak Harry,membuat pak Harry berdebar kencang.


Dan dengan cara yang halus menanyakan kondisi_ nya membuat pak Harry berbunga - bunga.


" Pak apa bisa digerakkan tangannya?" tanya Asti.


Pertanyaan Asti membubarkan pikiran pak Harry.

__ADS_1


Asti kesal lihat orang muda lawan pak Harry yang jail begitu kasih bola ke orang yang lebih tua kok seenaknya.


Asti melotot ke arah orang itu.


Asti hendak mendatangi orang itu ,tapi pak Harry mencegahnya dengan menarik tangan Asti dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah di tegur As?,sudah kita pulang saja," ucap pak Harry.


Terpaksa hari ini tidak ke kantor ,mereka pulang ke rumah.


Pak Harry sesampainya di rumah langsung masuk kamar dan masih dengan balutan es batu di tangan.


Pak Harry senyum - senyum sendiri.


"Hah ... Kenapa aku ini,kok malah senang tangan sakit begini malah happy,enggak mungkin pasti ada yang enggak beres nih sama diriku ," ujar pak Harry kesal sambil menatap di kaca kamar mandi dan spontan membuang es batu tersebut ke wastafel (tempat cuci tangan).


"Ach sudahlah aku mau istirahat saja dulu sebentar," bicara sendiri.


Berusaha untuk memejamkan matanya tapi ternyata tak bisa juga akhirnya pak Harry ke ruangan kerja,mencoba untuk konsentrasi dan membuat dirinya lelah supaya bisa langsung tidur.


Kamar tidur pak Harry yang serba canggih elektroniknya.


" Lampu mati ! ," perintah pak Harry.


Seketika lampu seluruh ruangan padam.


▪️


Pagi itu supir pak Harry sedang mengelap mobil dan membersihkan tempat duduknya ,tiba - tiba pak Harry sudah berdiri di belakang pak Piyan.


"Oh bapak pagi pak ,hampir menabrak badannya pak Harry," ucap pak Piyan.


Pak Piyan adalah supir setia yang mengantar pak Harry ke mana - mana.


"Hari ini antar saya ke mall lagi," lupa aku belikan sepatu Asti dengan berbisik ke pak Piyan.


Pak Piyen melihat Asti yang baru ke luar dari ruangan memandangi sepatunya dan cepat - cepat membukakan pintu mobil untuk pak Harry dan Asti.


Asti mulai terbiasa masuk mall,pak Harry tersenyum sendiri melihat Asti mulai paham naik tangga berjalan.


" Bagus ... Mantap ," ucap pak Harry mengacungkan jempolnya melanjutkan perjalanan ke arah toko sepatu.


Pelayan toko melayani dengan sabar mempersilahkan Asti untuk mencoba beberapa sepatu.


Pak Harry walau masih tangannya di balut tetap semangat memilihkan sepatu untuk Asti.


Beberapa warna cantik dibawa oleh pelayan toko dan model yang cocok untuk orang kantoran,dan beberapa juga untuk casual.


Asti di suruh coba berjalan oleh pak Harry ,tetapi karena belum pernah memakai sepatu hak tinggi Asti tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya yang mungil ,untung tertangkap oleh pak Harry ,jantung pak Harry berdetak kencang mendapatkan Asti


dipelukannya.


"Ups ...


-------\_\_\_\_\_\_-------

__ADS_1


Bersambung ,kalau penasaran dengan ceritanya tunggu ya episode berikutnya,salam manis dari penulis.


__ADS_2