Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab .6 Menyelamatkan cowok di laut


__ADS_3

Siska menyalakan mobilnya,dan menyalakan musik agak kencang tancap gas ke sebuah tempat pinggir laut.


Dengan kostum pantai dan topi lucu di kepalanya.


Entah kenapa hatinya galau sekali hari ini,ingin menyendiri ,flash back tentang mendiang ibunya yang sepertinya ada kerinduan sosok ibu yang selalu mengingatkannya.


Hidupnya seakan seorang diri,papa dan kak Tony sibuk masing - masing.


Air mata mengalir perlahan dan isak tangis yang menyayat hati terdengar,Siska terduduk di pasir melihat sekelilingnya ,dengan masih dengan pipi basah dengan air mata memandang ke samping,dan terlihat sebuah papan seluncur mengapung,Siska berjalan perlahan ke tengah laut dan kaget melihat tangan yang menyangkut di papan seluncur.


Siska dengan sekuat tenaga menarik orang itu ke pinggir pantai.


Siska berteriak - teriak minta tolong ,tetapi suasana sepi sekali.


Terpaksa Siska menggeret pelan - pelan membawa orang itu ke dalam mobilnya dengan susah payah ,menaruh di jok belakang ,dan secepat kilat membawanya ke rumah sakit.


Siska turun dari mobil di depan UGD langsung meminta pertolongan suster yang ada di resepsionis.


Kejadian itu cukup membuat Siska kelelahan.


Siska jatuh dilorong rumah sakit saking kakinya berat menopang cowok itu tadi dan gemetaran dan berusaha menggapai kursi yang menempel ditembok.


"ini pasien siapa namanya?," tanya suster.


Siska yang masih mengatur napasnya yang terengah - engah.


"Begini sus? Aku enggak tahu karena aku menemukan orang ini di laut," ujar Siska.


"Biar aku yang bayar tagihannya," tutur Siska.


"Ya silakan mbak isi formulirnya,karena orang ini harus dirawat," ungkap suster.


" Oh ok sus," ucap Siska.


Setelah itu Siska meninggalkan rumah sakit ,dan siska juga sudah menitipkan kartu nama apabila ada masalah soal biaya .


Seperti rencana semula Siska ingin mengunjungi makan mamanya ,Siska lalu menuju arah tempat mamanya di makamkan.


Siska mengendarai mobilnya masuk pekarangan pemakaman ,di situ banyak berjejer tukang jualan bunga dan cairan botol minyak wangi untuk campuran


disiram ke makam.


Siska membelinya sekantung bunga juga minyak wanginya.


Duduk di depan makam ibunya ,bingung mau membaca doa ,doa apa ?


Siska selama ini sudah mengabaikan agama yang dianutnya,Siska hanya bisa menaburkan bunga dan menyiram minyak wanginya,sambil berkata," mom Siska kangen,enggak ada yang marah_in Siska lagi.


Tanpa terasa air matanya menetes.


Siska tertunduk lesu memandang pusara ibundanya.


Terduduk diam ,dan memeluk batu nisan itu sejenak ,sambil mengusapnya.

__ADS_1


" Mom ... Siska pulang Ya," tutur Siska sambil berdiri menghapus air matanya dan melangkah pulang dengan wajah sedih.


▪️


Asti duduk di luar gedung kantor karena merasa bosan di dalam ruangan,Asti pergi beli camilan di sebuah kedai kecil dan lanjut berjalan ke sebuah taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor pak Harry.


Asti duduk di situ memandang orang - orang sekitarnya yang sedang bermain di taman tersebut,tiba - tiba telepon berdering ,ternyata pak Harry .


"As ... Kita mendadak harus ke luar kota ,kamu pulang sebentar sama supir ambil baju saya minta sama mbak Tata ,juga kamu bawa keperluan kamu,setelah itu kamu jemput lagi saya di kantor.


"Baik pak," ucap Asti dan Asti - pun melangkah pergi meninggalkan taman cantik di belakang kantor pak Harry.


Pak Piyan sudah dapat kabar dari pak Harry,langsung membukakan pintu mobil untuk Asti.


Asti langsung masuk dan mereka tancap gas pulang.


Begitu Asti pulang tampak mbak Tata menenteng tas koper hitam ,sepertinya barang - barang pak Harry sudah disiapkan.


Asti langsung lari ke kamarnya dan membereskan barang - barang yang dia butuhkan untuk beberapa hari saja.


Asti buru - buru membawa tas dan membuka pintu ,tapi begitu hendak melangkahkan kakinya terhalang tubuh seseorang yang sudah berdiri tepat di hadapannya,harum tubuhnya sudah bisa di perkirakan pasti ini Tony.


Tony berusaha menghalangi tubuh kecil Asti.


" Oh maaf aku buru - buru ," ujar Asti .


" Emang kamu mau ke mana sayang?


"Hekk ... sayang?


"Lebih baik kamu mundur deh,kasih aku lewat," ujar Asti.


" kalau aku tidak mau bagaimana ?," tanya Tony.


"Terpaksa aku terobos ,kamu tidak menyesal kalau aku terobos ?," tanya Asti.


"Ga lah ... Coba saja kalau kamu bisa dengan senyum nakalnya.


Tony yang belum tahu siapa Asti,pasti takkan menduga bahwa Asti dengan mudah dapat menerobos.


"Baik,siap - siap sakit ya," ucap Asti.


Tony pikir Asti hanya menakut - takuti dirinya saja,tiba - tiba Tony terjatuh tersungkur di lantai sambil menahan sakit di perutnya.


"Kamu sebenarnya siapa?," tanya Tony yang masih meringis kesakitan.


" Aku ! ... Bodyguard papamu.


Permisi .. Aku ada tugas terburu - buru,maaf sudah membuat anda kesakitan," ujar Asti.


Asti berbalik badan dan menarik napas panjang,meninggalkan Tony yang masih meringis kesakitan.


Asti berharap Tony jera mengganggunya,karena itu hanya akan menyakitinya.

__ADS_1


Mbak Tata sepertinya sepertinya tahu apa yang terjadi antara Tony dan Asti.


Tetapi pada saat kejadian mbak Tata tidak berani menolong Asti ,takut tuan muda Tony marah.


Mbak Tata tahu sifat tuan muda ,semakin sulit didapat semakin membuat tuan muda penasaran ingin memilikinya.


Mbak Tata menyerahkan tas barang pak Harry.


Asti langsung menuju mobil tak memperdulikan Tony.


Sebenarnya keadaan ini sudah bikin Asti pusing,tetapi Asti berusaha dan meyakinkan dirinya untuk bisa mengatasi masalah ini.


Selama tinggal di rumah pak Harry banyak pelajaran yang berharga untuk Asti,dan kebaikan pak Harry tak mungkin bisa Asti lupakan.


Semua kebutuhan Asti di berikan.


Asti berharap semoga Tony bisa berubah setelah kejadian tadi.


Pak Harry bingung kenapa Asti belum datang juga ,pak Harry gelisah menunggu.


" Apa macet ya?," sambil bergumam .


Pak Harry terus melihat jam,dan menanyakan ke sekretarisnya tiket pesawatnya.


Akhirnya yang ditunggu - tunggu datang juga Asti keluar mobil hanya berdiri di depan pintu memandang pak Harry yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


Pak Harry masuk ke mobilnya ,Asti mendengar saja selama pak Harry berbicara di telepon,walau tidak tahu jelas tentang apa.


Telepon itu ditutup,pak Harry menatap Asti seakan minta penjelasan kenapa sampai terlambat.


" Maaf pak saya agak telat karena bermasalah lagi dengan tuan muda Tony pak,Tony menghalangi saya pergi ," ungkap Asti.


Asti bercerita kronologis kejadiannya sepanjang perjalanan ke air port.


Maaf saya sudah dua kali menyakiti tuan muda karena terpaksa ," ujar Asti.


Pak Harry terdiam mendengar penjelasan dari Asti.


Sebelumnya belum pernah Tony mengganggu pegawainya atau orang yang di rekrut ayahnya,tetapi ini kenapa?


Pak Harry bingung dengan situasi ini harus bagaimana?


"Ok Asti nanti kita pikirkan solusinya,sekarang ini kita harus konsentrasi ke Bali dulu," ujar pak Harry.


Asti hanya mengangguk tanda mengerti.


Asti belum pernah naik pesawat ,pak Harry mengajarinya,check_in bagasi dan dapat kursi nomer berapa?


Asti mengikuti pak Harry berjalan menuju gate 6,mereka duduk di ruang tunggu ,tak banyak pembicaraan antara mereka pak Harry terlihat sedikit cemas.!


Asti belum memahami atau mengetahui apa yang sedang pak Harry hadapi.


Sepertinya sesuatu yang serius sekali.

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_\_


Bersambung


__ADS_2