
Pak Harry yang tertidur di sofa kaget mendengar telepon kamar berbunyi.
"Ya hallo ," ujar pak Harry
"Malam pak ,makan malam bersama mbak Asti sudah saya siapkan pak," ucap pak Ica.
"Ok pak Ica terima kasih," ujar pak Harry.
Telepon itu ditutup oleh pak Harry.
"Waduh jam berapa ini ,aku ketiduran ,sambil bergumam enggak jelas .
Pak Harry langsung ambil handuk dan mandi.
Sampai dibawah terlihat Asti sudah menunggu di lobi hotel sambil liat foto - foto yang terbaru diambilnya.
Asti terlihat senyum - senyum sendiri.
Kebetulan lift berhadapan langsung dengan lobi sehingga begitu orang turun dari lift bisa langsung melihat ada siapa saja di lobi itu.
Asti tidak menyadari kalau pak Harry sudah berdiri di hadapannya.
"Asti! ...
"Eh bapak sudah datang ," ujar Asti.
"Aduh maaf As ,aku ketiduran sudah lama ya menunggu ," tanya pak Tirta.
"Oh belum pak ,Asti juga sempat tidur sekitar sejam_lah ,terus ke bangun ," ungkap Asti.
"Oh baguslah kalau kamu bisa istirahat sebentar,ayo kita ke ruang makan melati room untuk makan malam kamu pasti sudah lapar ," ujar pak Harry.
Malam ini ternyata tidak ada prasmanan lagi ,untuk desert disediakan di meja kecil khusus buat pak Harry dan Asti. Sedang menu intinya langsung
dibawakan tukang masaknya ,kali ini
dibuatkan sup buntut .
Asti belum pernah makan sup buntut ,sepertinya menggugah selera .
Koki_nya keluar masuk takut ada keluhan dari pak Harry.
Maklum Bos harus dilayani dengan sempurna .
Asti sebenarnya kurang terbiasa dengan suasana ini.
Koki yang berdiri tidak seberapa jauh dan terus memantau mereka makan rasanya sulit tertelan makanan itu walau enak banget rasanya.
Semua mata memandangnya.
__ADS_1
Pak Harry sepertinya sadar ,Asti kurang nyaman dengan kondisi ini.
"As ... Makan saja tidak apa - apa mereka hanya menjalankan tugasnya ,ayo makanlah ," ujar pak Harry.
"Ya pak ," jawab Asti.
Setengah jam kemudian masuk dua orang ,duduk di meja sebelah Asti dan yang wanita membuka jaketnya ,ke duanya naik ke atas panggung.
Asti kaget juga tidak menyangka ada musik di ruangan itu.
Ternyata setiap malam ada solo keyboard .
Pemain keyboard itu rambutnya panjang dan di ikat sedang wanitanya perawakannya cantik blasteran ,riasannya keren dengan sepatu boot hitam juga memakai perhiasan anting juga gelang emas sepertinya ,Asti memperhatikan mereka.
Mereka memberi salam ke pada pak Harry juga Asti.
Alunan musik mulai terdengar ,penyanyi wanita itu sepertinya fasih berbahasa inggris mereka membawakan lagu jazz " love".
Suaranya yang indah dan enak didengar membuat Asti ikut mengetuk - ketuk kakinya.
"Bagus ya pak suaranya?,siapa namanya tanya Asti.
"Fitri ... keren suaranya ,aku suka.
Kalau kamu suka kita kontrak terus dia biar kamu bisa dengar dia menyanyi.
Asti makin bingung dengar kata " Kita" ,itu terserah bapaklah,tapi kan aku jarang ke Bali pak ," ujar Asti dengan polosnya.
"Ayo dihabiskan makanannya,pak Harry berusaha mengalihkan pembicaraan,Asti hanya mengangguk.
"Besok pagi kita sudah pulang ke jakarta ,jam 8 pagi dari sini ," ujar pak Harry.
"Baik pak ," jawab Asti.
▪️
Cuaca cerah pagi ini,matahari sudah mulai terlihat,Asti terbangun karena bel alarm di telepon genggamnya.
Sambil menguap dan masih sedikit malas membuka matanya,tersentak kaget melihat jam karena harus segera turun dan sarapan,Asti bergegas untuk mandi dan berpakaian setelah itu mencari pak Harry.
"Maaf pak aku terlambat bangun,maaf pak," dengan perasaan yang kurang enak.
"Enggak apa - apa,ayo sarapan supaya kita bisa cepat berangkat.
Ternyata pak Harry belum sarapan juga ada rasa bersalah dihati Asti.
Sambil menikmati sarapannya Asti sempat melirik ke arah pak Harry hanya tersenyum - senyum saja," ya ampun," ucap Asti dalam hati.
Selesai sarapan pak Harry menyuruh Asti tunggu sebentar ,beliau tampaknya sedang berbicara dengan pak Ica ,sepertinya mau pamit pulang.
__ADS_1
Asti segera membereskan barang - barang pak Harry.
"Ayo As kita berangkat sekarang ,barang - barang saya As tolong," ujar pak Harry.
"Ini pak sudah saya bawakan," ucap Asti.
Tapi ternyata pak Ica tidak enak hati melihat bawaan Asti yang cukup banyak,pak Ica menawarkan jasanya untuk menolong Asti,dan Asti tidak keberatan.
Taksi sudah menunggu untuk ke bandara ,pak Harry sempat bersalaman dengan pak Ica.
"Sampai ketemu lagi pak,semoga sampai dengan selamat ke jakarta,kabar - kabari ya pak kalau sudah sampai ," ujar pak Ica.
"Baik pak Ica ,terima kasih," ucap pak Harry.
Sampai di bandara sudah siang sekitar pukul 1 ,pak Piyan supir pak Harry sudah menunggu di pintu 3 ternyata mobil tidak bisa masuk ke pintu 2 harus menunggu di seberang,terpaksa pak Piyan berjalan kaki mencari pak Harry dan membawa barang - barang mendorongnya sampai pintu 3.
" Peraturan baru pak,wah saya muter - muter ini ,maaf ya pak sudah menunggu lama," ujar pak Piyan.
"Belum lama juga Piyan," Oh syukurlah kalau belum terlalu lama menunggunya bapak sambil melihat ke kaca spion.
Asti membawa masuk barang - barang milik pak Harry,mbak Tata juga turut membawakan koper kecil pak Harry.
Saat itu terdengar siaran TV di ruang tamu,ternyata Siska sedang ada di rumah.
"Eh papa sudah pulang sambil berlari memeluk papanya.
"Tumben kamu di rumah tegur pak Harry .
"Papa baru sampai dari Bali,papa sedikit lelah ,papa mau langsung istirahat ya ,sambil mengusap pundak Siska.
Pak Harry berjalan meninggalkan Asti dan Siska juga mbak Tata yang masih mematung melihat kepergian pak Harry.
Asti langsung tersadar dan menyerahkan koper pak Harry ke mbak Tata.
Siska yang kurang suka dengan Asti memperlihatkan wajah judesnya.
Dan ikut berjalan meninggalkan Asti duduk kembali di ruang tamu sambil mengunyah camilan yang sudah tersedia di meja ruang TV dengan kedua kakinya di taruh di atas meja seperti tak ada etikanya.
Asti dan mbak Tata menarik napas melihat tingkah Siska seperti itu,mereka tidak ingin mengusik kesenangan Siska membiarkannya menikmati Acara di TV.
Asti memandang amplop cokelat dari pak Harry yang belum sempat dibuka yang disebut sebagai gaji.
Penasaran dengan isinya dikasih berapa,Asti coba menghitungnya .
"Hah ... waduh banyak amat ini ,apa enggak salah,6 juta Asti belum pernah punya uang sebanyak itu.
Asti berencana di tabung saja karena Asti tak perlu membeli apa - apa lagi semua sudah Asti miliki,Asti memang pribadi yang sederhana.
Perjalanan dari Bali juga cukup melelahkan sehingga tak terasa Asti sempat tertidur ,terbangun kaget melihat jam sudah menjelang magrib.
__ADS_1
______-------_______
Bersambung