
Rencana pak Harry ke Hollywood tidak ada yang tahu,sekalian berlibur dan mungkin akan invest di sana.
Intan yang di suruh pak Harry langsung sibuk mencari maskapai penerbangan yang bagus untuk bosnya.
Tony masih kesal dengan papanya karena menyembunyikan Asti darinya.
Tanpa setahu Tony ,papahnya sudah mengurus semua keperluannya lewat mbak Tata.
Pak Harry tak ingin bertemu dengan anaknya.
Tony malam itu hang out dengan Sony dan teman - temannya di cafe.
Pak Harry sudah siap untuk berangkat esok paginya .Begitu terdengar azan subuh pak Harry sempatkan solat dan siap berangkat ke air port,penerbangan jam 9 pagi .
Dengan di antar pak Piyan pak Harry masuk ke bandara dan check in bagasi ,sempat berbincang dengan pak Piyan menitip pesan untuk Siska juga Tony ,"Kalau mereka bertanya tentang saya ,ujar pak Harry.
Pak Piyan hanya mendengarkan saja dan mengangguk.
"Baik pak!," jawab pak Piyan.
Sepanjang perjalanan yang di tempuh cukup lama sekitar 12jam ,pasti luar biasa lelahnya pak Harry .
Tapi tekat hatinya untuk melupakan kesedihannya ,pak Harry butuh waktu untuk bisa melupakan sejenak semua masalahnya di indonesia.
Selama di pesawat pak Harry melihat - lihat foto Asti yang sempat dia abadikan di handphone_nya itu di taruh di dada,kerinduannya semakin nyata.
Pak Harry sudah jatuh cinta terhadap Asti,tapi yang terparah belum tentu Asti mencintainya juga.
Semua itu masih tanda tanya ?
Selama di pesawat pak Harry hanya bisa nonton film atau tidur saja ,kakinya sudah terasa pegal ,tapi harus bagaimana lagi ?
Entah apa yang ada di pikiran pak Harry .
Kenapa musti Hollywood yang dipilih.
Mungkin pak Harry ingin melihat Artis beken di sana.
Hollywood itu sendiri kawasan yang identik dengan industri film, area seluas lebih dari 200 hektar di California itu adalah ladang Toyon, atau California Holly.
Pebisnis kaya raya, Harvey Henderson Wilxoc membelinya. Nama Hollywood lantas diabadikan saat Harvey membuat peta wilayahnya untuk Los Angeles County, pada 1 Februari 1887.
Nama Hollywood sendiri didapat dari istrinya, yang secara tak sengaja bertemu seseorang yang punya properti bernama sama di Illinois, di kereta dalam perjalanan kembali ke Ohio.
Itu sedikit cerita tentang kota Hollywood . Siangnya pak Harry sudah sampai di bandara.
Barang yang dibawa pak Harry tak banyak ,pak Harry langsung naik taxi dari bandara ke sebuah hotel.
Begitu sampai di hotel pak Harry ingin berendam air hangat di bathtub untuk membuat tubuh sedikit relax dari perjalanan jauh.
Sudah kira - kira setengah jam pak Harry santai ,terasa perutnya sudah mulai berbunyi.
Pesanan makanan tiba ,makanan ala barat ini belum tentu mengenyangkan perutnya tapi dari pada kelaparan ,di sikat saja.
__ADS_1
Begitu malam tiba pemandangan lewat jendela kaca kamar pak Harry luar biasa ,lampu malam yang begitu indah .
▪️
Tony pulang dalam ke adaan mabuk berat masuk ke ruang tamu sudah membuka jaketnya dan teriak - teriak panggil Asti.
Mba Tata yang mendengar teriakan juga barang jatuh langsung lari ke ruang tengah.
"Kalian tahu tidak Asti di mana ?
Sambil menarik lengan baju mbak Tata,dan menatap kesal ke arah mbak Tata.
"Kalian sekongkol ya sama papah ,tidak mau kasih tahu di mana Asti sekarang ," ucap tuan muda Tony sambil menunjuk dengan jarinya.
"Kami tahunya pulang kampung ke jawa tuan muda .
Mbak Tata berbohong dan mencolek mbak Ati takut salah bicara.
"Baiklah,sekarang aku capek! Mau tidur saja ,sambil bergumam tidak jelas menuju kamarnya di atas.
Dan terdengar pintu di banting oleh tuan muda Tony.
"Bam !!
Mba Tata dan mbak Ati sampai kaget mendengar pintu di banting,mereka perlahan meninggalkan ruang tamu menuju kamar tidur mereka di belakang.
Mereka bicara berbisik - bisik takut terdengar.
"Kita tidak boleh bilang sama tuan muda ,kalau Asti sebenarnya pergi sekolah ya Ti," ujar mbak Tata.
"La iya lah ,aku enggak bakalan ngomong,wis cangkemku meneng sambil memegang bibirnya yang di pegang," ujar mbak Ati.
"Ya wis kita turu saiki ," ucap mbak Ati.
"Ok ... dengan jarinya memberi kode mbak Tata.
▪️
Satu bulan sudah berlalu ,pagi itu di sekolah Asti mendengar kalau siang ini akan praktek kerja disuatu rumah sakit setelah ,membantu pasien.
Tentu ini membuat Asti semangat sekali ,karena menunggu saat seperti itu.
Asti sampai di sebuah rumah sakit yang lumayan besar ,tiap setengah jam ada saja pasien yang datang dengan berbagai keluhan.
Asti dapat tugas menolong anak muda yang terluka kakinya perlu dijahit.
Terlihat anak muda itu sepertinya anak muda yang bergaya anak band ,dengan memakai anting sebelah ,celana jeans robek juga rambut yang di warnai sedang kesakitan ,seorang dokter memeriksanya.
"Sepertinya ini luka bukan baru karena sudah infeksi ,ini harus diberi suntikan dulu ,lukanya cukup dalam," ungkap dokter yang sudah agak tua.
"Suster tolong siapkan peralatan jahitnya ,alkohol ,kapas ,"ujar dokter tua itu.
"Baik dok! ... "Ucap Asti.
__ADS_1
Dalam hitungan menit Asti sudah membawanya di sebuah baki kecil dan Asti tetap mendampingi dokter tersebut memberikan suntikan anastesi yang membuat kebal di area yang terluka.
Wajah laki muda itu sedikit ketakutan melihat dokter tua akan menyuntiknya.
"Takut ya ! ,tenang saja ini aku kasih suntikan kebal ,karena luka kamu cukup dalam harus dijahit ," ujar dokter tua itu.
Setelah pasien itu dibersihkan lukanya ,dokter mulai menjahit dan dokter meminta Asti untuk memotong benang jahitannya.
"Potong! ... Asti maju dan memotong tali itu ," Potong ... Asti potong kembali sampai selesai dokter itu menutup luka itu dengan seluruhnya dengan jahitan.
"Sudah selesai !,jangan kena air dulu ya sebelah kaki yang luka ini," pesan dokter itu.
Pasien itu tersenyum memandang dokter tua itu dan mengucapkan terima kasih.
Dokter tua itu melihat ke arah Asti,dan mengucapkan ," good job Kamu .
Dokter tua itu melihat name tag di seragam itu.
"Asti namamu!," ucap dokter itu.
"Ya dok!," jawab Asti.
Dokter itu mengangguk dan tersenyum.
Asti tersenyum senang hari pertama di rumah sakit Asti sudah dapat pujian dari dokter tua itu dan belajar banyak untuk mengobati luka ringan dan luka dalam.
Tidak lama kemudian masuk lagi pasien dengan gejala muntahber .Dokter itu minta Asti untuk membawakan infus untuk pertolongan pertama bagi pasien tersebut ,Asti belajar pasang infus di lengan pasien tersebut.
Dokter minta Asti untuk menyiapkan dua buah obat untuk pasien tersebut untuk segera diminum salah satunya ,Asti mencatatnya dan segera berlalu menyiapkan obat tersebut.
Seharian Asti di UGD membantu para dokter ,cukup melelahkan tangannya di goyangkan terasa pegal juga pundaknya tegang .
Tiba - tiba tangan Asti ada yang menariknya ,Asti kaget ternyata Austin yang menariknya.
"Kau belum makan_kan?
"Belum !
"Ayo makan bersama aku !
Austin menarik lagi Asti ke ruang suster ,"nah kita istirahat sejenak di sini.
" Aku sudah pesan makanan sebentar lagi juga sampai ," ujar Austin.
Betul juga tidak lama kemudian pesanan makanan itu diantar seorang kurir go food.
Asti menarik napas panjang melihat tingkah Austin ini ,memang sih Asti belum sempat mengisi perutnya ,sehingga Asti tak dapat menolaknya kebaikan hati Austin ini karena perutnya sudah terasa keroncongan .
Asti coba menikmati makanan tersebut bersama Austin.
Austin terlihat senang dan tersenyum melihat Asti mau makan bersamanya.
\_\_\_\_\_\_\_\_--------\_\_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
Bersambung ~
Pembaca tersayang tetap baca kelanjutannya ya ,jangan berhenti ya dukung aku selalu .