Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab 16. Alaric tertangkap


__ADS_3

Pak Harry dalam kondisi sakit melihat ruang tamu_nya berantakan semua ,kepalanya masih terasa pusing hampir saja tersandung di tangga untung Siska berada didekat tangga itu ,hingga dengan cepat bisa menolong papanya.


"As ! Besok kamu pagi ke kantor polisi,sama pak Piyan untuk buat laporan," ujar pak Harry.


"Baik pak !," jawab Asti.


Masalah Alaric sudah selesai ,tapi bagaimana dengan foto - foto siska


Pertanyaan Asti mungkin bisa terjawab besok di kantor polisi.


Asti memandang kepergian pak Harry ke kamarnya ,semoga cepat sembuh ya pak dalam hati Asti sambil menarik napas panjang.


Asti menutup pintu ruang depan ,dan ruangan yang sempat gaduh sebentar nampak mulai sepi ,semua sudah kembali ke kamarnya masing - masing.


Malam itu cukup melelahkan untuk Asti ,merawat pak Harry juga menghadapi Alaric ,untungnya semua baik - baik saja dan Siska selamat dari bahaya, itu yang terpenting.


Asti berpikir,Alaric nekad juga ya mendatangi Siska ,mungkin dia pikir mereka lebih baik mati bersama dari pada mati sendirian.


Pagi harinya setelah menyiapkan makanan untuk pak Harry yang sedang sakit .


"As! Kamu hati - hati ya ,terima kasih semalam kamu sudah menyelamatkan Siska ,mungkin kalau tidak ada kamu pasti Siska sudah tidak tertolong ," ujar pak Harry.


"Ya pak ,sudah sepatutnya saya menolong Siska ,kebetulan saya ada di ruangan itu pada saat Alaric masuk ,dan waktu itu saya bersembunyi di balik hordeng begitu mendengar suara aneh," ungkap Asti.


"Oh begitu ceritanya ?


"As masih ada yang aku kuatirkan ,yaitu foto - foto Siska ,apa kamu bisa mencari tahu tentang foto itu ?," tanya pak Harry.


"Saya coba ya pak ,semoga ada berita baik hari ini ," ucap Asti ikut prihatin dengan situasi ini .


Asti terdiam sejenak ,begitu juga pak Harry.


"Pak saya pergi dulu ke kantor polisi ,nanti saya kasih kabar bapak.


Bapak jangan kuatir ,saya akan berusaha sekuatnya untuk mencari informasi tentang foto itu.


"Bapak jangan lupa makan dan minum obat ,biar bapak cepat sehat dan bisa cepat beraktifitas kembali ," ujar Asti.


Asti menghampiri pak Harry dan membantu membetulkan bantalnya supaya bisa duduk dan bisa mudah sarapan.


"Saya pamit dulu ya pak," ujar Asti.


"Terima kasih As ," ucap pak Harry sambil tersenyum memandang kepergian Asti.


Pak Harry merasa beruntung mempunyai orang seperti Asti yang dengan sabar membantuku ,coba kalau tidak ada ,mungkin anakku sudah tiada semalam di tangan Alaric,aku sangat beruntung ," ucap pak Harry dalam hati.

__ADS_1


Pak Harry memandang sarapan yang sudah dibuatkan Asti untuknya.


Sambil tersenyum pak Harry menikmatinya,begitu juga obatnya sudah di minum .


Pak Harry membaca beberapa pesan di handphonenya sampai tertidur kembali,mungkin karena pengaruh obatnya yang sudah di minumnya.


▪️


Asti di kantor polisi duduk di depan meja pak polisi ,Asti mendapat 30 pertanyaan ,banyak juga tapi semua di jawab dengan lancar.


"Pak aku ingin dengar sendiri tentang foto - foto itu dari Alaric ,bagaimana ya caranya ?,"tanya Asti.


"Oh bisa ,Asti ikut dengan pak polisi ke sebuah ruangan dan tidak lama kemudian datang Alaric dengan tangan tetap diborgor di temani dua orang polisi.


Alaric tersenyum sinis terhadap Asti.


Melihatnya saja Asti kesal padahal orang ini tidak berwajah jelek ,biasanya seorang penjahat atau penjual narkoba wajahnya kurang ganteng ,mungkin dekil,kotor jarang mandi bisa seperti itu,dipikiran Asti.


"Aneh ganteng - ganteng kok kelakuannya nol di depan wanita.


"Kenapa kok sinis begitu ,liat aku ," tanya Asti.


"Eh mustinya kau masuk neraka sana ,atau nyebur ke laut ,aku mau tahu di mana kau simpan itu foto - foto Siska?," tanya Asti dengan nada kesal.


"Sudah aku buang !,sambil membuang mukanya .


Asti memandang pak polisi ,berharap ada solusi harus bagaimana menghadapi seorang Alaric yang berbohong .


Polisi itu duduk di samping Asti sambil mengambil secangkir kopi .


"Kau mau ?," polisi itu menawarkan ke Alaric.


"Kalau kau mau minumlah," ucap pak polisi.


"Hem ... kasih ... kasih! ,"Ucap pak polisi itu .


Alaric coba dengan ke dua tangannya memegang kopi itu ,belum sampai di mulutnya kopi itu malah muncrat ke wajahnya ternyata polisi di sampingnya yang jail melakukannya.


Hingga basah bajunya ,Alaric anak orang kaya yang selalu dimanja belum pernah berurusan dengan seorang polisi. Belum pernah merasakannya jeruji besi dan,seramnya hidup di penjara.


"Begini ya! Kalau kamu berbohong akan semakin memberatkan hukuman kamu ,tapi kalau kamu koperatif dalam pemeriksaaan ,akan ada keringanan hukuman.


"Itu penjelasan dari aku ,terserah kamu mau koperatif atau tidak terserah !


"Yang rugi diri sendiri kan hukuman kamu akan makin bertambah," ujar pak polisi tersenyum ke arah Alaric.

__ADS_1


"Baiklah !"Aku sembunyikan di gentong besar di belakang rumah," ucap Alaric.


Pernyataan ini membuat Asti sedikit tenang ,hanya butuh waktu untuk ambil ke sana.


"Terima kasih sudah memberitahukan itu,sambil menggebrak meja tapi tidak terlalu keras menatap dekat ke wajah Alaric.


"Awas kalau kau bohong ,kau akan tinggal 20 tahun di penjara.


Dengan menatap tajam ke mata Alaric dan ancaman itu sepertinya betul adanya.


Kedua polisi yang mendampingi Alaric membawa Alaric keluar dari ruangan itu.


Alaric sempat melihat ke arah Asti,siapa wanita ini yang ikut campur urusan aku ?


Asti berharap sekali ,keterangan yang di berikan Alaric benar adanya ,Asti tersenyum keluar dari kantor polisi dan tak lupa berterima kasih kepada pak polisi yang sudah menolongnya tadi.


Asti masuk ke mobil pak piyan yang sudah menunggunya .


"Gimana neng ? Sudah beres semua ?


Sudah pak Piyan Alhamdulillah !," jawab Asti.


"Aduh saya kasian sama tuan neng !


Mana lagi sakit! Alhamdulillah ada si eneng yang bantu tuan ," pak Piyan terus ngoceh.


Pikiran Asti tidak bisa fokus dengan pertanyaan pak Piyan.


Asti memandang jalanan terasa lelah juga dari semalam otaknya tak habis berpikir ,Asti sedikit merebahkan badannya yang lelah dan memejamkan matanya.


Pak Piyan baru sadar kalau Asti tak mendengarkan ocehannya melihat Asti dari kaca spion sudah tertidur.


Pak Piyan langsung diam dan melanjutkan perjalanan pulang.


Asti terbangun setelah pak Piyan memberitahu kalau sudah sampai rumah.


Asti senang hatinya untuk memberi kabar ke pak Harry bahwa foto itu kemungkinan masih ada ,bila kita gerak cepat ke TKP.


Asti berjalan ke arah belakang dan melihat mbak Tata juga mbak Ati


Mereka sedang membicarakan soal maling yang tadi malam ,mbak Tata yang sedang memperagakan Asti berkelahi dengan orang itu ke mbak Ati.


Mereka tak sadar Asti sudah dari tadi berdiri di pintu tertawa geli melihat tingkah mereka berdua.


_________-------__________

__ADS_1


Bersambung ,


__ADS_2