
Makanan yang sudah di depan mata ,dengan santai Asti memakannya ,Austin senang sekali Asti mau menerima pesanannya.
"Eh tahu enggak! Kalau kita namanya mirip ,coba deh kamu dengar dan pikir Austin dan Asti ,mirip_ kan ,siapa tahu kita jodoh yang tidak kita sengaja," bicara Austin yang ngelindur terus.
Asti selesai makan dan minum ,menghapus bibirnya dengan tissue,Austin begitu memperhatikan bibirnya Asti.
Asti yang tahu di perhatikan rada kesal ,Asti merogoh dompet kecilnya di sakunya dan mengambil sesuatu ,Asti merasa sudah waktunya kembali bertugas langsung berdiri dan memegang tangannya Asti .
Asti langsung mengambil uang dari kantong celananya dan menaruhnya di kantong baju Austin ,dan menepuknya.
"Terima kasih ya ,sudah kenyang nih sambil meraba perutnya yang tidak keroncongan lagi kaya tadi.
Austin kesal karena Asti malah buru - buru bertugas lagi bukannya ngobrol sebentar saja ,Austin kesal dan menendang kursi di dekatnya ,alhasil malah kakinya kesakitan .
Asti hanya tersenyum keluar ruangan mendengar tendangan kaki Austin dan teriakan Austin kesakitan aw ... aw ... aw ...
▪︎▪︎
Selama 2 bulan pak Harry menghabiskan waktu di amerika ,menghilangkan rasa kesal juga kerinduannya dengan Asti.
Pak Harry berharap suatu saat bisa mengajak Asti ke amerika ,dan hidup di sana.
Sedang Asti mulai sibuk membantu di rumah sakit,sudah mulai sering praktek kerja .Dan Austin yang terus menerus berusaha mendekati Asti.
Hari itu terdapat pasien luka tusuk dan luka belas sayat pisau yang cukup besar di sekitar perut hingga mengakibatkan pasien harus di operasi secepatnya.
Austin memperhatikan seorang laki - laki aneh yang duduk seenaknya di tempat tidur pasien ,dan menyuruh Austin untuk melayani orang itu yang mengeluh lemas dan minta di berikan infus.
Austin coba memeriksa laki - laki itu tampaknya sehat - sehat saja ,kenapa harus di infus ,Austin sudah mengecek tensinya semua tidak menujukkan kalau orang itu lemas seperti yang di keluhkan.
"Ya sudah kalau bapak merasa masih lemas ,ya silakan tiduran saja di sini ," ujar Austin.
Sedang Asti sedang membantu dokter - dokter di ruang bedah.Pasien sudah dalam bius total ,suasana di ruang bedah mulai berjalan ,lampu pintu ruang bedah sudah berubah menjadi merah ,tanda ruangan itu sedang di gunakan.
Suasana di dalam ruang bedah sangat menegangkan karena pasien sudah banyak kehilangan darah.Asti benar - benar serius memperhatikan dokter meminta pisau bedah dan peralatan yang di minta,Asti tidak ingin membuat kesalahan dengan menggunakan kostum ruang bedah juga sarung tangan terbuat dari pelastik siap membantu sang dokter.
Austin yang masih berada di UGD melihat orang itu menelepon seseorang dan membicarakan pasien dengan luka tusuk tersebut.
Austin mengerutkan keningnya dan mulai curiga dengan pasien itu.Tanpa sengaja melihat orang itu menghempaskan jaketnya dan terlihat sebuah pisau terselip di pinggangnya.
__ADS_1
Austin buru - buru melapor ke suster depan juga security ,bahwa ada orang yang membawa senyata tajam di rumah sakit itu.
Kepala security terus mengadakan rapat sebentar dengan beberapa security lainnya untuk melindungi pasien di rumah sakit itu.
kepala security coba datangi ruang UGD yang di tunjuk Austin ternyata begitu tirainya di buka ,tempat tidur tersebut sudah kosong ,mereka saling berpandangan ke mana orang itu?
Mereka ramai - ramai mencari orang tua itu yang berpenampilan serba hitam dan menggunakan kopiah dari bahan rajut berwarna hitam .
Mereka coba mencari di beberapa sudut ruangan dan toilet pria ,satu persatu ruangan mereka tidak menemukannya.
Manager rumah sakit sudah mulai kelelahan mencarinya mereka berpencar.
Austin berada di lantai 3 di mana pasien yang akan di operasi ada di dalam ruangan itu ,selintas terpikir mungkin ada hubungannya dengan korban tusuk yang masuk di rumah sakit hari ini.
Austin kaget melihat bapak tua itu benar adanya sedang mengamati ruang operasi itu.
"Sedang apa bapak di sini ,"tanya Austin.
"Oh aku tersesat ingin ke toilet," ucap bapak tua itu .
Austin merasa bapak tua itu sedang berbohong ,karena gerak - geriknya yang mencurigakan.
"Maaf pak ,tapi toilet tidak ada di lantai ini ,toilet ada di lantai 2,silakan bapak turun dari lift yang berada di sebelah kiri bapak ,mari saya bantu ," ujar Austin.
Austin dengan tenang menunjukkan arah maju hendak mengusir bapak itu supaya tidak berada di lantai 3.
Tapi sekonyong - konyong bapak itu menarik tangan Austin dan membalikkan badan Austin dan mengeluarkan pisau tajam itu ke arah leher Austin.
Austin tak bisa berteriak ." Apa yang bapak cari ?
"Aku mencari korban tusuk ,di mana dia ?
Austin menunjuk ke arah ruangan bedah ,dengan lampu merah yang sedang menyala tanda ruangan itu sedang melakukan operasi.
"Masuk!! ... Kau harus terobos masuk ke ruangan itu " gertak pak tua itu.
"Tidak boleh pak! ," ucap Austin dengan suara serak.
Semakin keras cengraman pisau di leher Austin.
__ADS_1
butiran keringat mulai muncul di dahi Austin ,dengan terpaksa Austin menuruti keinginan orang itu untuk masuk ke ruangan operasi.
Dengan berat hati Austin melangkah masuk dengan kondisi pisau di lehernya.
Pintu pertama sudah di lewati dan pintu ke dua sudah mulai terlihat tepat di depannya ,jantung Austin semakin berdetak kencang ,bingung karena dia bukan siapa - siapa rumah sakit itu ,hanya seorang pelajar yang sedang belajar ,berbagai pikiran berkecamuk di benaknya .
Bagaimana harus mempertanggung jawabkan bila operasi seseorang itu gagal dan berantakan di sebabkan oleh dirinya ,rasa sesak di dada makin Austin rasakan langkah terseret menembus pintu dengan wajah pucat pasi melihat pintu ruang operasi terbuka.
Semua orang para perawat juga dokter menatap Austin dengan melongo ,ada orang yang masuk begitu saja ke ruangan operasi .
Dokter baru melihat setengah badan Austin ,orang tua itu masih terhalang badan pintu.
Asti yang sedang membantu dokter ,kaget melihat Austin masuk keruangan itu.
"Austin?," sebut Asti sambil menatap heran.
"Kamu siapa? Kamu tidak boleh masuk keruangan ini ,kita sedang melakukan operasi ,apa kamu tidak melihat lampu merah di luar," tanya Dokter.
Austin tidak bisa menjawabnya,kakinya terdorong untuk maju karena laki - laki tua yang berada di belakangnya siap setiap detik menggorok lehernya .
Asti mulai mengerti melihat kondisi Austin .Asti menutup mulutnya kaget terdapat pisau di leher Austin.
Dokter yang sedang melakukan operasi terpaksa berenti.
Dokter menatap cemas ke arah Austin yang sedang dalam bahaya.
Dokter meletakkan alat yang sedang ia gunakan,menatap serius ke arah Austin.
"Ini ada apa?
" Bapak ini siapa ? tanya dokter yang bertugas.
Bapak tua itu menunjuk ke arah pasien yang sedang di meja operasi .
"Biarkan orang itu mati ,atau orang ini yang mati," gertak pak tua.
Asti tersentak kaget mendengar ucapan orang itu .
--------\_\_\_\_\_\_\_--------
__ADS_1
"Hai pembaca setiaku maaf baru muncul kembali baru sembuh dari sakit semoga bab ini bisa menghibur kalian.Selamat membaca salam sayang selalu.