Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab 23. Siska dapat kenalan baru.


__ADS_3

Kata - kata tajam yang keluar dari mulut laki - laki tua membuat dokter dan suster itu terkejut .


Asti berpikir keras ada apa dengan laki - laki tua ini kenapa dia menginginkan pasien yang sedang tidak berdaya ini.


"Dengar ,aku tidak percaya dengan keadilan di negeri ini ,banyak orang yang berbuat seenaknya terhadap orang lain dan dibebaskan," ujar laki tua itu.


Dengan air mata yang berlinang ,"laki - laki yang kalian tolong tidak pantas hidup ,dia sudah memperkosa putriku yang masih kecil ,putriku sangat menderita sekarang ini ,"ujar laki tua itu dengan bibir gemetar dan menahan tangis.


Asti menatap tajam ke arah dokter ,dan berharap dokter mau berhenti sesaat supaya orang tua itu sedikit tenang ,karena Asti memikirkan Austin yang dalam bahaya.


Dokter itu panik karena pasien banyak mengeluarkan darah ,berusaha menahan lubang luka itu dengan tangannya Asti tak bisa berpikir jernih melihat situasi yang darurat seperti itu ,Asti perlahan mengambil pisau kecil dan dalam hitungan menit ,Asti berhasil melempar pisau itu dengan sekali lemparan mengenai kaki lawan dan dengan gerak cepat Asti menangkis pisau yang berada di tangan pak tua ,dan menarik lengan Austin dengan cepat .


Pisau orang tua itu sudah terlempar ke lantai ,orang tua itu merasa kesakitan ,ternyata pisau hasil lemparan Asti hanya menyerempet saja.


Orang tua itu bersimpuh di lantai ruang operasi itu dengan memegang kakinya yang terasa sakit.


Tidak beberapa lama datanglah manager juga satpam yang sejak tadi sibuk mencari ke sana kemari .


Mereka kaget juga melihat apa yang terjadi ,satpam membawa orang tua itu keluar dari ruang operasi.


Dokter memandang Asti dan suster lainnya untuk bisa menyelesaikan operasi yang tertunda.


Walau mereka sudah mendengar tentang riwayat orang itu yang sudah memperkosa seorang anak di bawah umur ,tetap saja mereka harus menyelesaikan operasi ini.


Setelah selesai operasi baru dokter akan melaporkan kejadian yang telah mereka alami hari ini ke pihak yang berwajib.


Tinggal kepolisian yang akan menentukan nasib orang itu ,apa akan


ditahan ?


Austin yang masih shock duduk di kursi panjang di depan ruang operasi ,dengan wajah masih pucat,Asti coba menghampirinya dan menyapanya.


"Kau tak apa - apa kan?


Austin langsung memeluk Asti ,membuat Asti tak bisa berkutik dengan kedua tangan didekap dengan kencang.


"Aku tidak tahu kalau kamu tidak melempar pisau itu ,mungkin aku sudah putus urat leherku ," ujar Austin.


Austin masih memeluk dengan kencang ,perlahan Asti mendorong Austin.


"Dengar ya! Kita sesama teman wajib saling tolong menolong ,kamu jangan merasa hutang nyawa atau hutang budi , enggak ada itu di kamus aku ," ujar Asti sambil menjaga jarak dengan Austin.


"Baiklah !," ucap Austin.

__ADS_1


"Ayo kita balik ke UGD ,ajak Asti.


Asti berdiri lebih dahulu menyusul Austin dengan masih dengan wajah melow.


Asti berjalan di depan ,Asti tidak menyangka kalau begitu sampai di UGD para dokter juga suster - suster yang bertugas semua berdiri dan memberikan tepuk tangan untuk Asti.


Asti terpaku sejenak melihat sekelilingnya yang begitu peduli dan sebagai suster yang note benenya masih taraf belajar bisa punya kemampuan bela diri seperti itu.


Asti sangat terharu ,para suster memeluknya ramai - ramai.


Sedang Austin tersenyum berdiri di belakang Asti.


▪︎


Siska hari ini berjalan - jalan di sebuah taman dekat pertokoan sambil mengambil foto dengan camera_nya mencari spot yang dianggap indah untuk diliat hasilnya nanti.


Itu salah satu hobby Siska kalau sedang merasa kesepian ,Siska sebenarnya rindu dengan ayahnya ,tapi kadang sungkan menghubunginya karena dulu biasanya yang di hubungi adalah ibunya ,tapi beliau sudah tidak ada.


Kesibukan sang ayah membuat mereka sulit berjumpa ,apalagi saat ini pak Harry masih berada di Amerika


Siska duduk di sebuah taman sambil mengecek foto yang baru saja dia ambil ,Siska coba mengambil lagi beberapa foto dan tidak sengaja mendengarkan pembicaraan ke dua wanita yang duduk tidak seberapa jauh dengannya.


kedua wanita itu begitu semangat menceritakan kekesalannya dengan wanita yang bisa merebut suaminya itu dan berhasil merebut harta darinya.


Pembicaraan itu menarik untuk di dengar oleh Siska ,sambil menguncang kakinya membuat Siska melamun apa yang akan terjadi bila ayahnya di Amerika sudah punya pasangan lagi dengan cepat bisa melupakan ibunya.


Siska menendang batu yang berada di depannya hingga mengenai pohon .


"Sialan!," ucap Siska kesal ,kenapa papa tidak pulang - pulang?


Ke dua wanita itu otomatis menengok ,melihat batu melayang juga gerutu Siska yang agak kencang.


Kedua wanita itu merasa takut dengan Siska,sehingga mereka beranjak dari situ dan pergi meninggalkan Siska dengan masalahnya.


Siska memutuskan untuk pulang saja,ternyata berbarengannya dengan hujan gerimis yang mulai turun,membuat Siska harus berlari meneduh sejenak.


Siska tidak memperhatikan sekelilingnya bahwa ada seseorang di sampingnya sedang memperhatikannya dari tadi.


"Hi! ," sapa lelaki muda itu.


"Hi ," jawab Siska dengan agak malas.


"Sepatunya keren deh ,cocok untukmu," ucap lelaki muda itu.

__ADS_1


"Oh ya?," ucap Siska singkat.


"kamu cantik sekali,boleh kenalan?," tanya lelaki muda itu sambil mengukurkan tangannya .


Siska sampai menoleh bingung menatap orang yang tidak dia kenal sama sekali.


laki - laki muda yang wajahnya mirip dengan jung hae in artis korea yang terkenal itu ,membuat Siska terperangah sambil menyambut uluran tangan laki muda itu tersenyum manis memandang Siska .


"Siska ,sambil bersalaman menatap mata laki itu.


"Boleh minta nomermu cantik !," ucap laki muda itu .


"Boleh ! Siska seperti terhipnotis dengan wajah orang itu yang menurut Siska terlalu ganteng untuk dibiarkan begitu saja.


"Ok aku mau pulang dulu ,tampaknya hujan sudah mulai reda ," ujar Siska.


Siska menunduk sedikit dan meninggalkan laki - laki muda itu dan berlari ke arah parkiran mobil dan tergesa - gesa masuk ke dalam mobil.


Siska diam sejenak ,dan merebahkan kepalanya di sandaran kursi dan wajah itu terus dalam ingatannya.


"Bedebah! ," apa ini ! kenapa aku mikir_in ,emang siapa dia? kenal juga baru ,cepat - cepat Siska menyalakan mobilnya dan berlalu dari daerah itu.


"Aku harus mikir_in papa ini .


Pikiran Siska kacau omongan kedua wanita itu membuat Siska mulai kuatir karena posisi ayahnya yang sudah sendiri akan mudah cari pendamping baru.


Dengan kecepatan penuh ,mobil Siska tidak perlu lama sudah terparkir di depan rumahnya ,dengan buru - buru turun dari mobil dan berteriak memanggil mbak Tata.


"Mbak ... Mbak Ta ... Mbak Ta," teriak Siska.


"Iya non ... ,ada apa toh panggil mbak kok teriak - teriak ," ucap mbak Tata.


"Mbak tahu enggak papa kapan pulang? ," tanya Siska sambil duduk di sofa.


"Aduh non ,pikir mbak ada masalah ,eh malah tanya bapak.


"Begini non !,mbak enggak tahu kapan bapak mau pulang dari Amerika ,saran mbak coba non hubungi sekretaris bapak ,mbak Intan! besok di kantor," saran mbak sih begitu .


"Oh begitu ya mbak ?sambil kakinya diluruskan di sofa empuk itu.


"Iya non ,coba deh besok hubungi mbak Intan.


Siska mencoba untuk menghapus kegelisahan hatinya ,meminta mbak Tata membuatkan minuman segar untuknya,dan mbak Tata segera beranjak ke dapur sambil bergumam," tumben tanya papahnya biasanya cuek ," ucap mbak Tata bicara sendiri.

__ADS_1


______-------________


Pembaca setiaku jgn lupa like ,koment juga kasih bintang ya dan bila suka kasih gift dong ,terima kasih salam sayang selalu dariku .


__ADS_2