
Tony melotot melihat Asti yang masih berdiri,sebenarnya Asti ingin membantunya tapi pak Harry sudah memberi kode untuk meninggalkan ruangan itu.
Akhirnya Asti pergi meninggalkan Tony yang sedang kesakitan tangannya,tetapi sekali - kali harus diberi pelajaran menurut Asti.
Sambil memandang dirinya di cermin.
"Aku sedang memberi pelajaran pertama untuk Tony karena seenaknya saja berkelakuan seperti itu kepadaku ," ujar Asti.
Asti mematikan lampunya dan berusaha tenangkan hatinya semoga besok tangan Tony sudah sembuh.
Dalam sepuluh menit Asti sudah tertidur pulas dalam mimpi indah.
Sedang Tony masih di ruang tamu membalut tangannya sambil berjalan ke kamarnya.
Di dalam kamar Tony berpikir ,wanita yang namanya Asti semakin menarik di pikirannya.
▪️
Sebuah mobil mewah beserta supirnya memasuki perkarangan toko butik yang cukup luas dan terkenal ,ada seseorang yang sangat modis dari kalangan berada dengan celana pendek juga blues yang tampak keren potongannya dengan ikat pinggang berlabel,sepatu juga tasnya semua branded buatan orang ternama ,dengan potongan rambut sepundak terselip kaca mata di atas kepalanya,Nadila turun dari mobilnya berjalan masuk ke toko butik itu.
Pemilik toko langsung mengenali Nadila menyapanya dengan hangat .
" Hai kak Nadila ... aduh sudah lama nih enggak datang ke sini,habis berlibur ke luar negeri lagi ya?," tanya pemilik toko.
Nadila hanya tersenyum saja menanggapi teguran pemilik toko itu
Pemilik toko juga tidak tersinggung dengan sikap Nadila,memang selalu begitu.
Nadila berdiri dekat pajangan baju yang berjejer di depannya sambil melihat satu - persatu apa ada yang bagus untuk dirinya.
Nadila memilih beberapa baju,karena sudah tahu dengan ukurannya,Nadila tidak harus mencobanya sudah pasti pas dengan ukuran tubuhnya.
" Aku mau ini semua ," ujar Nadila.
"Ok ," jawab pemilik toko itu.
"Eh kak aku ada mutiara swarovski terbaru,keren banget mau lihat enggak," tanya pemilik toko.
"Pasti kakak senang deh lihatnya,belum ada yang punya serius ," tutur pemilik toko coba untuk membuat Nadila percaya omongannya.
Pemilik toko itu memanggil karyawannya untuk mengambil mutiara itu,pelayan itu membawa kotak perhiasan super mewah itu diperhatikan ke Nadila.
Nadila memang suka sekali mengoleksi swarovski ,tentu seperti terbius untuk memiliki barang mahal dan bergengsi itu,apalagi antar teman yang selevel dengannya sudah pasti sangat menunjang penampilannya.
Tawar menawar itu_pun terjadi .
Nadila akhirnya dapat harga spesial dengan senang hati Nadila pulang meninggalkan toko butik itu.
Telepon genggam Nadila berbunyi,tertulis nama Tony.
"Hai sayangku,kita jadikan ketemu makan siang," tanya Nadila dengan suara yang ceria.
Nadila memandang kotak mewah itu dengan menarik napas panjang dan supir mulai melaju jalan ke arah yang ditunjuk Tony untuk bertemu.
Restoran mewah yang ditunjuk Tony,dari luar bisa terlihat kalau ada pengunjungnya atau tidak ternyata begitu sepi dan lenggang ,Nadila melangkah masuk penampilan Nadila pasti memukau semua orang yang melihatnya,dengan celana pendek kaki Nadila terlihat jenjang .
Tony kelihatannya sudah duduk di ruang tengah dengan sudah memesan beberapa menu lagi.
Sambil menunggu dengan tenang kedatangan Nadila.
__ADS_1
Nadila tersenyum melihat Tony.
"Hai ,sudah lama menunggu," ujar Nadila.
Tony tersenyum saja.
Nadila terus bercerita tentang barang - barang yang baru dia beli di toko butik dan mutiara swarosvki.
Membanggakan mutiara yang baru dia beli,Tony hanya mendengarkan dan mulai kesal dan lelah mendengarkan cerita Nadila.
Entah kenapa di pikiran Tony hanya ada Asti,wanita energik yang menarik perhatiannya.
Berbeda dengan Nadila yang suka memamerkan kemewahan.
"Kok kamu diem saja Ton?," tanya Nadila.
"Aku menunggu kamu sudah selesai belum ceritanya," tanya Tony dengan nada ketus.
" Eh kok sewot begitu sih bicaranya,aku pakai barang branded_kan biar kalau jalan sama kamu enggak malu -malu_in," tutur Nadila.
Tony memandang Nadila kamu memang cantik Nadila,puji Tony secara langsung,tapi kita sudah tidak cocok," tutur Tony.
"Maksud kamu Ton," tanya Nadila.
"Kita pu_tus! ," ucap Tony dengan tegas.
Sambil berdiri meninggalkan Nadila yang masih melongo dengan ucapan Tony itu.
Nadila kesal berusaha menarik tangan Tony ,tangan Nadila dihempaskan
"Ton ... Ton panggilan Nadila tidak digubrisnya,Nadia kesal.
Waiter itu bertanya dan coba tersenyum kepada Nadia ,tapi Nadia coba mengelak untuk tersenyum .
Dalam hati Nadila waiter ini ganteng juga,tetapi karena malu Nadila tidak berniat untuk tersenyum balik dan tidak berselera untuk makan.
" Ini semua kamu bungkus saja buat kamu,selera aku sudah enggak ada," ujar Nadila.
Sambil beranjak dari kursi dan meninggalkan waiter itu yang masih melongo dapat makanan sebanyak itu.
Setelah waiter itu tersadar ada barang yang tertinggal ya itu, handphone Nadila tergeletak di meja .
Akhirnya telepon genggam itu disimpan oleh waiter_ nya .
Kalau orang lain yang menemukannya pasti sudah diambil,ternyata masih ada orang baik di dunia ini,seperti pegawai ini sudah rajin,ganteng dan jujur.
Nadila kesal sekali di putus_in sama Tony.
Nadila coba menghibur dirinya pergi ke club malam dan meminta supirnya untuk pulang tidak menunggunya.Mobil mewah itupun segera pergi meninggalkan Nadila sendiri di klub malam minum - minum hingga mabuk berat.
Begitu selesai ingin pulang baru sadar kalau telepon genggamnya tidak ada,Nadila tak bisa menelepon taksi untuk pulang dalam keadaan setengah sadar sambil mikir ke mana handphonenya.
▪️
Asti malam itu izin untuk jalan - jalan sendiri.
Asti sudah mulai paham untuk jalan pulang.
Diperjalanan pulang Asti melihat wanita yang setengah mabuk dan seperti sedang mencari sesuatu di tubuhnya,tapi tak berhasil menemukannya,lalu wanita itu tak sadarkan diri.
__ADS_1
Asti masih diam memandang sekitarnya dan berpikir,apa yang harus dia lakukan dengan wanita yang tergeletak di kursi didepan sebuah gedung.
Tidak mungkin orang yang tak waras dari cara berdandannya.
Asti tetap diam saja ,mungkin di pikiran Asti mencari satpam terdekat.
Tapi belum sempat mencari pertolongan ada orang dengan sepeda motor hendak mengambil barang - barang wanita itu,terpaksa Asti menolongnya,dan menyetop sebuah Taksi.
Asti bingung tidak tahu harus dibawa ke mana wanita ini.
Terpaksa wanita ini
dibawa ke rumah pak Harry.
Asti dibantu mbak Tata membaringkan tubuhnya di kamarnya.
Paginya Nadila terbangun dan bingung dia ada di mana?
Nadila baru mau beranjak dari tempat tidur Asti masuk.
"Oh ... aku ini di mana ," tanya Nadila?
"Kamu ada di rumah pak Harry,aku menolongmu semalam tergeletak di kursi di depan sebuah gedung," ucap Asti.
"karena aku tidak tahu kamu tinggal di mana ya terpaksa aku bawa ke sini," ujar Asti datar saja.
Asti juga bercerita bagaimana kedua orang yang hendak mengambil barang - barang ," tapi coba cek dulu ada barang yang hilang tidak ?," tanya Asti.
" Semua masih komplit,terima kasih ya siapa namamu," tanya Nadila.
"Asti ...
Nadila mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang yang cukup banyak.
"ini untukmu ambil !," ucap Nadila.
"Oh tidak usah ,aku membantumu dengan iklas," ucap Asti.
"Baiklah," ucap Nadila,sambil menaruh kembali uangnya di dompet.
Nadila mengambil kartu namanya dari dompetnya dan menyerahkan ke Asti.
"Ini kartu namaku,siapa tahu suatu saat kau membutuhkan pertolongan ,bisa hubungi saya.
"Baiklah," ucap Asti.
Aku antar kakak keluar," ujar Asti.
Asti sudah memanggil sebuah taxi sebelumnya ,dan Nadila memandang Asti.
"Terima kasih ya ,kamu sudah jadi malaikat penolongku,aku tak akan melupakan itu," ujar Nadila.
Nadila masuk ke dalam taxi dan berlalu dari pandangan Asti.
Asti memandang kartu nama di tangannya.
"Nadila ...
\_\_\_\_\_-----\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
Bersambung