Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab 19. Asti masuk ke sekolah perawat


__ADS_3

Asti sadar sangatlah besar tanggung jawabnya bila menjadi perawat kata jenuh atau bosan tidak pernah terbesit di pikirannya, karena Asti berpikir pasti setiap hari berbeda, ia akan menemukan hal baru karena ingin berbuat yang lebih dan berguna untuk semua orang. Selain hal itu, Asti juga merasa senang dapat membantu dan melayani orang- orang yang lemah di sekitarnya.


Suatu kepuasan tersendiri baginya, pada saat melihat pasien yang sakit menjadi bisa tersenyum, atau yang tadinya meregang nyawa bisa normal kembali terselamatkan.


Hal tersebutlah yang mendasari Asti mengambil sekolah ini.


Menjadi seorang perawat bukan hanya soal membantu dalam memulihkan kesehatan pasien.


Lebih dari itu, seorang perawat memiliki pula kewajiban memberikan dukungan mental kepada pasien agar tetap optimis mencapai kesembuhan.


Selain itu, seorang perawat juga dituntut agar berperan sebagai seseorang yang mampu merawat keluarganya. Bagaimana berperan antara mencintai profesi dan menjaga agar keluarganya tetap sehat.


"wajib menggunakan masker, belajar pola hidup sehat dan makan bergizi dan minum vitamin,"pesan guru yang mengajar.


Mata pelajaran hidup sehat hari ini ,di simak Asti dengan cepat ,materi pelajaran tidak membosankan.


"Hari ini kita kedatangan murid baru ,berdiri dan memperkenalkan dirinya," ujar pak guru.


Asti dengan tenang berdiri dan memberi salam kepada semua teman barunya.


"Namaku Asti ," ucap Asti,dan duduk kembali.


"Nah semoga semua bisa bekerja sama dengan saudari Asti ,tidak ada keributan,saling tolong menolong dalam segala hal.


Ingat tugas seorang perawat adalah merawat orang dengan penuh cinta kasih ,bukan untuk saling menyakiti,dengar semua" tutur pak guru.


"Austin coba kamu ambilkan boneka manusia di kantor bapak ," perintah pak guru.


Austin berdiri dari bangkunya dan bergerak jalan keluar kelas,dengan bergumam kesal ," kenapa sih bukan ambil sendiri.


"Austin ," bentak pak guru.


"Ya ... a...pak ! Austin langsung lari,Asti tersenyum geli liat Austin yang berlari kaya gitu.


Sepuluh menit kemudian ,Austin menggendong boneka besar itu di punggungnya dan mengetuk pintu kelas.


"Masuk! perintah pak guru.


Sepertinya berat juga membawa boneka itu.


Laki - laki itu yang membawa bunga untuk Laura ,Asti penasaran saja yang mana yang namanya Laura.


Pak guru memberi tahu nama organ - organ tubuh ,Asti mencatat yang harus di ingat.


Austin diam - diam memperhatikan Asti.


Tapi Asti tidak sadar bahwa ada yang melihat ke arahnya.


Austin menulis sesuatu di kertas dan di lipat sangat kecil lalu kertas tersebut di lemparkan tepat di hadapan Asti.


Asti melihat ke arah yang meleparkan ,Austin memberi kode kalau dia yang memberikan kertas itu.


Tapi Asti tak ingin menanggapinya ,Asti malah membuang ke bawah.


Austin kesal ,tapi Asti tak perduli.

__ADS_1


Asti kembali konsentrasi ke depan ,dalam hati Asti aku tak mau ambil pusing dengan Austin atau Austin yang lainnya ,aku kesini untuk study.


Hari pertama pendidikan seru juga menurut Asti. Ternyata Asrama cewek beda dengan asrama cowok.


Ruang makannya sama semua membaur jadi satu cewek dan cowok.


Cewek - cewek terdengar kasak - kusuk membicarakan bunga yang tergeletak di pintu Laura,mereka bingung dari siapa?.


Asti yang tahu hanya diam saja,Asti mengambil makanan yang tersedia.


Asti terkejut memandang Austin yang sudah berada di depan kursinya sambil menaruh makanannya.


"Kenapa?


"Kok ke sini? tanya Asti.


"Memang enggak boleh !," tanya Austin.


"Bukan tidak boleh ,kasian Laura hargailah perasaan wanita ," ucap Asti.


"Hah ... Austin memandang wajah Asti dengan alisnya terangkat ke atas.


"Kok Asti bisa menebak aku yang taruh bunga itu!


"Kok kamu menuduh aku !


"Sudah sana! Akui saja bunga itu dari kamu kan ?," ucap Asti.


"Aku tidak sengaja melihat kamu membawa bunga itu ,dari jendela kamarku," Asti menjelaskan.


Austin mukanya merah padam.


▪️


Pak Harry sepertinya kehilangan Asti ,setiap beliau melihat ke sudut ruangan kantornya ,seakan bayangan Asti ada di situ.


Semua kenangan itu beliau ingat ,flash back sewaktu mereka makan bersama di bali dan jalan - jalan juga duduk di pinggir pantai.


"Lucu juga aku harus berebut cintanya dari anakku sendiri," ucap pak Harry dengan mengepal jari tangannya.


Seandainya itu tidak terjadi Asti pasti masih bersamaku di sini ,tapi mungkin sudah harus begini ,dalam benak pak Harry.


Tiba - tiba pintu ruangan terbuka tanpa di ketuk lagi.


Tony memandang papanya bingung.


"Pah ke mana Asti ?Semua di rumah di tanya enggak tahu! ... enggak tahu! ," ujar Tony.


Dengan tenang pak Harry bertanya," kenapa kamu cari Asti ,dia itu pengawal papa bukan kamu!


Pak Harry menarik napas melihat Tony kaya orang linglung saja.


"Kamarnya juga sudah kosong!,aku tanya mbak Tata juga ,mbak Ati mereka bilang Asti pergi tapi tidak tahu ke mana ?


"Asti mengundurkan diri dan pulang kampung," ucap pak Harry.

__ADS_1


"Pulang kampung! ... mendekat ke meja papahnya.


"Kenapa tidak bilang aku !,wajah sedih Tony terpancar di matanya.


"Memang harus izin kamu Ton! memandang aneh ke anaknya itu.


Pak Harry semakin sedih menatap Tony ,aku harus bagaimana ini bicara dalam hati.


Pak Harry membereskan barang - barangnya hendak pulang,seakan tak bisa berpikir lagi untuk hari ini memutuskan untuk pulang lebih awal saja.


"Pah! ... pasti papah tahu di mana Asti ," hardik Tony.


"Di mana kampungnya pah?


Pak Harry menggelengkan kepala sambil membawa tasnya dan berjalan ke luar ruangan dengan tertunduk sedih.


Pah! ... Pah ... Teriak Tony.


Pak Harry keluar ruangan tampa memperdulikan suara panggilan Tony.


Hati pak Harry begitu sedih ,jiwa pak Harry seakan terguncang hebat melihat Tony seperti itu.


Terdengar meja pak Harry digebrak Tony.


Pak Harry hanya diam dan keluar kantor.


Intan sekretaris pak Harry ,masuk ke ruangan melihat apa yang terjadi ,meja pak Harry yang sudah berantakan dan alat tulis yang sudah tercecer di lantai .


Tapi Tony tidak merasa bersalah dan menabrak bahu intan sewaktu keluar ruangan ,Intan hampir terjatuh.


"Huh ... biasanya Intan cari muka cecentilan ke Tony ikut kesal melihat kelakuan Tony kali ini.


"Aneh juga itu anak sama bapak berantem ,aku deh yang pusing .


"Ada yang bapak harus tanda tangan jadi batal deh ," keluh Intan sambil membereskan barang di lantai.


Pak Harry sepertinya kecewa dengan sikap Tony di dalam mobil menuju pulang ,pak Harry menelepon Intan dan menanyakan kondisi ruangannya ,apa ada yang rusak ?


Intan menjelaskan hanya alat tulis saja yang rusak ,tidak ada yang ancur atau hilang.


Pak Harry bersyukur mendengar informasi dari Intan.


"Intan! ... ,tolong kamu pesan tiket untuk ke luar negeri ke hollywood ,secepatnya ya ," ucap pak Harry.


"Baik pak ," ucap Intan.


Pak Harry menutup teleponnya dan menarik napas panjang ," kita pulang pak Piyan ?


"Baik pak," ucap pak Piyan.


\_\_\_\_\_\_\_-------\_\_\_\_\_\_\_\_


Bersambung,


Pembaca setia ,bagaimana seru tidak ceritanya ,untuk bisa sukses cerita ini butuh dukungan kalian ,salam manis .

__ADS_1


__ADS_2