Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
bab 13 . Make over Asti


__ADS_3

Wulan masih menemani Siska ,kondisi Siska yang belum stabil .


"Foto - foto kamu gimana Sis ? Aku belum sempat mengambilnya ,karena saat itu kamu lebih penting dari pada foto - foto itu," ujar Wulan.


"Aku takut sekali kehilangan kamu Sis?


"Rasanya aku shock banget melihat kamu seperti itu.


"Perasaan kamu sekarang gimana Sis?


Wulan terus nyerocos seakan ingin tahu lebih banyak .


Siska hanya diam memeluk kedua kakinya ,terpaksa Wulan tidak bertanya lagi dan menyelimuti tubuh Siska yang seperti kedinginan .


Tatapan kosong mata Siska terlihat jelas.


"Aku pulang ya Sis ,kamu istirahat saja ," ujar Wulan.


Siska tak mau menjawab malah memejamkan matanya.


Wulan keluar dari kamar dan menutup pintunya perlahan.


Wulan turun ke bawah sudah sudah sepi tampaknya pak Harry juga sudah masuk ke kamarnya,Wulan juga memutuskan untuk pulang saja malam itu.


Perjalanan pulang Wulan tidak habis pikir kenapa Alaric berbuat nekat seperti itu,padahal mereka sudah kenal lama.


Alaric memang ganteng ,kaya mungkin itu yang membuat cewek - cewek pada mau saja dilukis seperti itu.


▪️


Tony yang mendengar musibah yang di alami adiknya itu ,sampai membanting kertas - kertas di tangannya.


Berani betul orang itu menyentuh adikku.


Tony mencoba menghubungi papa_nya di kantornya.


"Pah ,rencananya papah gimana soal Siska ?," tanya Tony.


"Papa mau ke sana sekarang bawa polisi ," ucap pak Harry.


"Sama Asti pah! ," tanya Tony.


"Ya sama Asti," ujar Tony.


Tony duduk kembali di kursinya ,sepertinya flash back kejadian kemarin saat dia mabuk dan menawarkan uang dan kartunya.


"Oh ya kartu bank aku di mana ya ?


"Aduh aku lupa mengambilnya kembali ," ucap Tony.


"Apa disimpan Asti ?," tanya pada dirinya sendiri.


▪️


Pak Harry sudah berada di kantor polisi untuk buat laporan ,polisi mencatat semua keterangan yang didapat dari pak Harry.


Tidak berapa lama pak Harry dibantu beberapa polisi berangkat ke rumah Alaric.

__ADS_1


Sesampai di rumah mewah itu dua orang satpam menunggu di depan pagar dan kaget melihat beberapa polisi turun dari mobil ,suasana di luar begitu tegang.


Satpam terpaksa mengalah memberi jalan pak polisi untuk masuk.


Polisi langsung masuk karena satpam bilang orang tua Alaric sedang tidak ada di rumah.


Satpam hanya terdiam karena mereka tidak tahu tentang kejadian itu.


Polisi memeriksa seluruh ruangan ,juga sebuah gudang tapi ruangan itu sudah kosong ternyata Alaric sudah memindahkan barang - barangnya dan melarikan diri ke esok_kan harinya.


Mereka tak berhasil menemukan apapun sudah bersih dan rapi pekerjaan Alaric.


Untuk bisa seperti itu pastinya Alaric tak mungkin kerja sendiri pasti banyak kaki tangannya ,perkiraan polisi seperti itu.


Polisi_pun pulang dengan tangan hampa.


Tapi mereka takkan putus semangat untuk mendapatkan info keberadaan Alaric.


▪️


Tony sudah di rumah ,rencananya mau ikut untuk melihat rumah Alaric tapi karena terlambat ,sehingga ditinggal oleh papahnya.


Akhirnya Asti dan pak Harry bertemu juga dengan Tony di rumah.


Mbak Tata yang melihat Tony langsung memberikan dompet juga kartu bank_nya.


"Tuan muda ini kemarian ketinggalan di meja dapur,coba dicek dulu takut ada yang hilang," ujar mbak Tata.


"Ah enggak usah aku percaya sama kamu," ujar Tony singkat .


"Pah ! apa papah sibuk besok aku mau ke kantor kasih penawaran pak Sony ,bisa tidak pah ?


"Bisa kamu titip saja sama intan ,biar nanti papa liat dan pelajari dulu," ucap pak Harry.


"Terima kasih pah!


"Hem ... Pak Harry hanya mengangguk.


Dalam hati ini karena ada perlunya saja Tony mau datang,tadi di suruh ikut malah telat," ucap pak Harry dalam hati.


▪️


Asti baru selesai mandi tiba - tiba bunyi handphone.


Rencananya Asti hari ini mau jalan - jalan ke Mall sendiri karena hari minggu.


Asti coba melihat menu disuatu restoran dan tidak lama kemudian makanannya sudah datang ,Asti menikmati makanan tersebut.


Tidak jauh dari situ terlihatlah seseorang yang sibuk memborong barang juga seorang disebelahnya yang harus membawa barang - barang tersebut sudah menumpuk di tangannya.


Tiba - tiba orang itu berhenti dan berjalan mundur menatap Asti.


"Oh Asti!"


"Asti..ii..ii! Orang itu memanggil .


Asti_pun menoleh dan kaget bisa bertemu kembali dengan wanita itu ,Asti coba mengingat namanya .

__ADS_1


"Nadila " Itu namanya ,wanita yang Asti tolong tempo dulu.


"Oh kau "ucap Asti dengan senyum manisnya.


"Hai ... Apa kabarnya ,kenapa enggak ada beritanya .


"Aku sibuk Kak ,hari ini kebetulan hari minggu jadi liburkan?" ucap Asti.


Asti belum selesai makan ,"kak makan ?


"Oh aku mau minum saja," ujar Nadila.


Nadila langsung memesan minuman.


Asti melirik ke orang yang membawa barang Nadila.


"Aduh aku lupa ,ya kamu pulang saja duluan ! Aku mau ngobrol sama teman lama ,"ujar Nadila.


Sambil memberi kode orang itu untuk pergi,asisten itu langsung pamit dan pulang membawa barang - barang Nadila.


"Eh Asti kamu mau enggak di make over sama aku," ujar Nadila.


"Aku kangen tahu sama kamu ,mau ya jalan sama aku ,aku make over kamu," ucap Nadila dengan menatap Asti lebih dekat.


"Aku penasaran kalau kamu di make over itu kaya apa nantinya.


Asti cuma tersenyum,"Sepertinya Nadila tulus nih ," ucap Asti dalam hati.


Akhirnya Asti setuju untuk ikut ke sebuah salon di pertokoan itu juga.


Nadila menyarankan rambutnya


dipotong sepundak ,dan dengan model yang dianggap cocok untuk Asti.


Asti happy juga bisa punya teman baru seperti Nadila.


Mereka semakin akrab,Nadila dengan sabar menunggu hasil potongan rambut Asti sambil mencoba bicara dengan tukang potong rambut.


Penampilan Asti jadi berbeda ,keren sekali potongan rambutnya ,membuat pangling yang melihatnya sangat cocok dengan wajah Asti.


Setelah puas dengan potongan rambut barunya ,Asti di ajak ke sebuah toko pakaian langganan Nadila .


Mereka tertawa - tawa lucu melihat baju - baju yang sudah terpasang di mannequin itu.


Nadila menyuruh Asti mencoba baju yang terlihat bagus di patung itu.


Hal hasilnya cukup bagus untuk dipakai ke tubuh Asti yang mungil.


Berbeda saat Asti mencoba baju dengan pak Harry suasana tegang dan tak bisa relax,tapi dengan Nadila mereka bisa bebas tertawa apalagi kalau baju itu terlihat aneh di tubuh Asti semakin mereka ramai berkomentar dan pelayan toko itu juga ikut senang.


Asti sudah pilih dua buah baju dan hendak membayarnya ,tapi Nadila menolaknya ,langsung menyodorkan kartu banknya ke kasir.


Asti sebenarnya tidak enak hati karena tadi Nadila sudah membayar untuk salon .Tapi karena Nadila memaksa ,jadi Asti tak dapat menolaknya.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_------\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


To be continued

__ADS_1


__ADS_2