Mutiara tak terlihat

Mutiara tak terlihat
Bab 24. Siska kecewa


__ADS_3

Siska hari ini jalan - jalan dengan Wulan mereka ingin makan di suatu restoran yang menyediakan steam food ,untuk memesan tempat itu cukup lama harus antri ,pakai nomer urut .


Resto itu menyediakan makanan yang mejanya bisa berputar mengelilingi orang sekitarnya sehingga dengan mudah bisa mengambil lagi bila ingin makanan tertentu tanpa harus menunggu pelayan menyuguhkan.


Siska dan Wulan harus menunggu hingga setengah jam,tak sadar sebuah nomer di taruh di tangannya karena sibuk cerita dengan Wulan .


No 6 itu nomer meja mereka ,seseorang pelayan dengan ikat kepala menyapa Siska dengan senyum ramahnya ,Siska memandang heran kenapa laki -laki itu bisa ada di tempat ini.


Laki - laki muda yang wajahnya mirip jung ha en itu melayaninya dengan sabar dan menanyakan mau pesan sup apa ?


Suara Siska seakan sulit keluar ,Wulan yang bingung ,ada apa dengan Siska?


Dengan tenang laki - laki itu menyodorkan buku menu berwarna hitam didalamnya ada gambar sup beragam rasa ,ada tom yum ,ada mushroom sup ,bisa pesan yang rasa pedas dan yang tidak pedas.


Laki - laki itu tetap berdiri


disebelahnya ,tanpa canggung sama sekali,Siska yang dari awal sudah jatuh hati dengan cowok itu merasa kecewa ternyata cowok itu hanya seorang pelayan resto biasa ,Siska berpikir dan membayangkan kalau dia seorang pengusaha atau sesuatu yang lain.


Siska melirik nama di bajunya " Andre"


Membuat Siska patah semangat dan menyuruh Wulan saja memesan makanannya untuk mereka.


Siska merasa tidak level untuk berteman dengan Andre.


Sikap sombong yang dimiliki Siska mulai terlihat lagi ,tetapi Andre sangat sabar melayani Siska ,beberapa kali Siska minta diambilkan makanan ,walaupun sebenarnya bisa ambil sendiri makanannya.


Karena dekor ruangan resto itu cukup bagus maka Siska mengajak foto berdua dengan Wulan dengan latar tembok resto yang di hiasi tanaman bunga mawar plastik berwarna warni yang menurut Siska sangat cantik dilihat.


Mereka menikmati makan di resto itu dan menikmati makanan itu dengan senang walau di hati Siska terselip perasaan kecewa tentang Andre.


sepulang dari resto tersebut Siska berusaha untuk melupakan laki - laki itu ,Siska berjalan setelah turun dari grab car sendirian dan Wulan langsung pulang.


Dalam perjalanan pulang Siska melamun ,"Kenapa hanya pelayan resto padahal aku sudah suka dan sulit melupakan wajahnya yang super ganteng itu," ucap Siska.


Siska masih terus mengoceh sendiri tanpa sadar sebuah motor dengan kecepatan kencang menyerempetnya,tetapi seketika pula badan Siska ada yang menariknya dan ,badan kekar itu berusaha menyelamatkan Siska.


Motor besar itu terselip dan orang itu terjatuh tidak beberapa jauh dari posisi Siska ,orang itu membuka helm_nya dan merebahkan tubuhnya di pinggir jalan.


Siska mengangkat mukanya dan melihat siapa orang yang telah menyelamatkannya.


"Jung hae in teriak Siska kaget,Andre hanya tersenyum.


"Siapa itu jung hae in ? ," tanya Andre


"Itu artis korea yang mirip kamu ," ujar Siska.

__ADS_1


"Oh aku mirip ya?," sambil memegang ke dua pundak Siska .


Siska mundur perlahan ," Terima kasih sudah menyelamatkanku dari orang itu sambil menunjuk ke arah orang yang hampir mencelakakan dirinya.


Andre hanya mengangguk dan tersenyum ,"Sebaiknya kamu aku antar ," ujar Andre.


Siska tak bisa menolaknya ,dan rumah Siska juga sudah tidak seberapa jauh lagi dari situ.


Mereka jalan beriringan sampai di depan rumah siska yang super megah terlihat dari luar rumah.


Andre mengucapkan selamat malam dan sedikit membungkuk meninggalkan Siska yang terpesona dengan figur Andre tersenyum senang.


"Ach cuma pelayan ,mau jadi apa kalau aku sama dia jadian ,dasar bego ... bego aku sambil memukul kepalanya sendiri.


Siska meninggalkan pekarangan rumahnya dan segera masuk ke dalam.


"Mbak Tata ! ,"siap_in air panas di kamar mandiku ," teriak Siska.


"Ya non ," jawab mbak Tata.


Di dalam kamar mandi sambil berendam di air hangat,Siska mengkhayal tentang Andre yang berjalan ke arahnya dan menggendongnya ,mereka dengan bahagia tertawa bersama dan Andre semakin mendekatkan wajahnya hendak menciumnya ,napas Andre terasa berhembus di wajah Siska.


Tok ... tok ... tok


Tiba - tiba lamunan itu hilang seketika mendengar kamar mandi ada yang mengetuk.


"Non ... ada telepon dari tadi bunyi terus tuh," ujar mbak Tata.


"Sialan ,enggak bisa santai dikit sih ,ada aja yang ganggu," ucap Siska dengan nada jengkel.


Siska mengambil telepon genggamnya dan melihat nomer aneh tidak dikenal.


"Ach dasar gila nih orang !


Siska melihat sudah 10x telepon itu ber bunyi .


Siska mau melangkah balik kembali ke kamar mandi karena tubuhnya masih penuh sabun ,baru beberapa langkah tiba - tiba telepon itu berbunyi lagi.


Siska merasa jengkel lalu langsung mengangkat dan berteriak ke orang tersebut.


"Ya! dasar berengsek!


Telepon itupun di bantingnya ke tempat tidur.


Karena terlalu kesal sewaktu melempar telepon itu tubuhnya ikut berputar dan lantai yang licin karena sabun di mana - mana ,Siska kehilangan keseimbangan maka terpelesetlah dan jatuh di lantai.

__ADS_1


"Aawww !


Mbak Tata dan mbak Ati lari tergopoh - gopoh mendengar teriakan Siska mereka dan langsung menerobos kamar tidur Siska .


Melihat Siska yang tergeletak di lantai penuh sabun di tubuhnya dengan handuk yang melilit di badannya ,tubuh Siska seakan tak berdaya untuk bangun sepertinya ada yang terkilir ,Siska terpaksa harus di bantu untuk kembali ke kamar mandi ,terpaksa mbak Tata dan mbak Atik bantu membersihkan tubuh Siska.


Siska semakin kesal dan meringis kesakitan dan seakan menolak pertolongan kedua pelayan setianya.


"Sudah sana aku bisa sendiri mandi ,dan tidak ada pilihan Siska tak dapat melanjutkan berendam air panas dan beralih ke air pancuran.


Selesai berpakaian Siska berusaha jalan tertatih - tatih menuju tempat tidurnya dan membaringkan tubuh yang lelah dan kesakitan.


"Sialan ,awww ... Siska merasa seluruh tubuhnya sakit dan susah digerakkan.


Mbak Tata kembali mengetuk pintu kamarnya .


"Ya masuk!


"Non ini mbak bawakan kue juga teh manis ,mbak taruh di sini ya ," ujar mbak Tata.


"Itu non mau mbak kasih koyo atau mau mbak gosokin pakai balsam non yang terasa sakit," tanya mbak Tata.


"Mana balsamnya ," tanya Siska.


"Ini non ,sambil menyodorkan botol hijau kecil terbuat dari pelastik.


Langsung Siska merebut balsam tersebut dari tangan mbak Tata.


"Biar aku sendiri saja yang gosok,"ujar Siska.


" Baik non Siska,mbak tinggal kalau non ada perlu sama mbak tinggal telepon saja ya non.


"Yaaa ,dengan tangannya menyuruh mbak Tata pergi.


Terdengar juga suara pintu


ditutup ,Siska bersandar sedikit ke tembok dan coba meraih gelas berisi teh manis juga kue yang dibawakan oleh mbak Tata.


Perutnya baru terasa lapar ,perlahan kue - kue itu ludes termakan.


Malam itu Siska tertidur dengan perut kenyang.


Dalam hati Siska bersyukur punya pelayan - pelayan yang setia mengurusnya.


     --------_______---------

__ADS_1


Pembaca setiaku terimakasih masih terus mengikuti cerita ini ,tapi jangan lupa support aku dengan like,koment dan giftnya ya ,salam sayang selalu.


__ADS_2