
Rasa malas masih melekat di badan Siska ,terpaksa bangun karena harus mengantar berkas - berkas papanya yang tertinggal ,sebenarnya pak Harry hanya mau Siska sedikit peduli dengan perusahaan papanya ,sebenarnya berkas itu tidak terlalu penting untuk diantar oleh Siska.
Siska hanya cuci muka dan berdandan seadanya dengan menggunakan celana pendek berangkat menuju kantor papanya.
kring kring
Telepon di meja pak Harry berbunyi.
"Pagi pak ... kak Siska sudah di sini pak ,"ucap ...
"Suruh masuk !
"Baik pak," ucap ...
Ceklek
Suara pintu terdengar ,dan Siska masuk pak Harry hanya memandang kesal lihat Siska yang berpakaian ke kantor seperti itu.
"Siska bisa tidak kamu berpakaian yang lebih sopan.
"Aduh papa ini berkasnya,Siska kan terburu - buru katanya papa mau rapat jadi seadanya di depan mata aja ,Siska pakai.
"Sudah papa koreksi saja papa sendiri ,bawa wanita itu ke kantor ," ucap Siska dengan sengitnya.
"Kamu jangan mencampuri urusan papa ya.
Siska pergi tanpa pamit dan membanting pintunya.
"Bangk..
Suara pintu di banting membuat semua karyawan kaget dan ada yang berdiri memandang Siska dengan sejenak ,Siska kesal dengan karyawan yang berdiri memandang Siska.
"Apa melotot - melotot ,mau aku acak - acak kamu ,"sapa Siska dengan emosi dan mendorong tubuh karyawan wanita itu.
Siska melangkah pulang .Pak Harry hanya bisa mengelus dada melihat tingkah putrinya seperti itu.
Pak Harry sedih memandang foto mendiang istrinya yang masih terpajang di meja kantornya.
Pak Harry bersandar sebentar di kursi kerajaannya dan memejamkan mata sejenak menurunkan emosinya.
Sesampai di rumah ,Siska duduk di meja makan sambil sarapan ,waktu tadi ke kantor papanya belum sempat sarapan.
Kling ... Kling bel keemasan itu di bunyikan ,tanda seseorang membutuhkan pelayannya.
"Bi Atiiii.... ,"teriak Siska.
"Aduh neng enggak usah teriak - teriak begitu ,mbak pasti datang.
"Eh enggak usah banyak aturan ,mana bi Ati ,"panggil Siska.
__ADS_1
"Bi Ati lagi masak neng ,eneng mau apa biar mbak Tata siapkan .
"Aku mau kopi ,dan aku mau bi Ati yang bikin ,kalau kamu yang bikin enggak enak.
Mbak Tata sedikit kesal ,mendengar kopi buatannya tidak enak harus bi Ati yang buat.
"Ada ada saja ini neng siska, sambil bergumam menuju dapur.
"Tii ... Ini buat_in kopi buat neng Siska ,katanya buatanku 'gak enak ,sudah sana aku yang ganti_in goreng ayamnya sebentar.
Bi Ati yang merasa terganggu hanya bisa menarik napas panjang,neng Siska ini emang rada aneh.
"Emang rada gini ,sambil memberi tanda gila di kepalanya.
percakapan mereka terhenti ,bi Ati langsung membuatkan kopi pesanan neng Siska.
"Ini neng sambil perlahan menaruh kopi di hadapan neng Siska.
"Hem ... Siska langsung mencicipinya ,nah ini enak sudah sana dengan tangannya memberi kode untuk mengusir bi Ati .
Bi Ati langsung buru - buru jalan meninggalkan neng Siska menikmati sarapannya.
"Makan di meja makan kaya orang makan di warteg ," ujar mbak Tata kedua pembantu itu mengintip neng Siska sarapan.
"Ampun itu anak ya ,udah kaya anak ayam kehilangan induknya," ucap mbak Tata.
"Iya ya ...,ayo aku mau lanjutkan masaknya .
Mereka kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Membiarkan Siska di ruang makan sendirian.
Drt drt drt
Terdengar suara handphone bergetar.
"Yaww my man ," ada apa sister ,"sapa Siska dengan gayanya ke Wulan.
"Ada undangan pesta di rumah alaric ,elo mau datang enggak ,"tanya Wulan.
"Wah untuk happy - happy mau dong ,ya sudah aku tunggu di rumah ya," ujar Siska.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 ,Wulan sudah menunggu di ruang tamu ,tak lama kemudian terdengar langkah kaki ,Siska tampil mempesona dengan baju super seksi dan ,sepertinya Siska tak menggunakan dalaman terlihat dari baju atasan yang belakangnya hanya di tali saja,dan rok panjang yang terbelah samping hingga atas .
Rambut yang tergerai ,juga lipstik berwarna merah dan dengan atasan rendah di dadanya membuat orang yang memandang menelan ludahnya.
Siska membawa mobilnya sendiri bersama Wulan,mereka menuju rumah Alaric .
Rumah itu mewah dan masuk ke dalam sehingga orang tidak bisa masuk seberangan harus melalui satpam dan meninggalkan data di situ.
__ADS_1
Mobil Siska terparkir di depan rumah mewah itu ,Siska dan wulan masuk dengan percaya diri yang tinggi.
Lampu di ruangan itu memang sengaja tidak terlalu diterangi supaya terasa nyaman ,begitu masuk terlihat sebuah meja panjang yang di atasnya tersedia segala macam kue juga makanan dan minuman.
Sedangkan Alaric sendiri tak bisa di temukan hanya orang - orang yang mulai bertingkah aneh karena sudah menenggak obat dan minuman keras.
Mereka asyik dengan dunianya .
Siska dan Wulan berdiri di teras lantai dua memandang sebuah rumah yang terhubung dengan rumah Alaric ,rumah itu sangat antik penuh dengan hiasan yang aneh - aneh dan rada seram
Siska menunjuk rumah itu ke Wulan.
"Aku bosan aku mau ke situ ,aku mau lihat itu rumah apa ," ucap Siska.
Wulan yang sudah asyik dengan minumannya hanya mengangguk saja.
Siska langsung turun dan berjalan ke belakang rumah Alaric.
Melewati pintu taman belakang ,Siska jalan perlahan .
Siska semakin penasaran rumah apa yang ada di pekarangan samping rumah Alaric.
Ternyata semacam gudang ,gudang yang di rubah sedikit .
Siska mengintip dari jendela kaca ,ada orang di dalamnya dan terdengar alunan musik tidak terlalu keras,orang itu sedang melukis.Orang itu menoleh karena mendengar barang jatuh,yang tidak sengaja tersenggol oleh Siska.
Siska yang ketakutan buru - buru keluar tapi tiba - tiba tangannya sudah tertangkap dan tersentak kaget melihat laki - laki yang sudah menangkap tangannya.
"Hah ... Alaric?
"Maaf aku masuk tanpa izin dengan wajah meringis ketakutan karena tangannya dipegang dengan kuat oleh alaric.
"Pantas aku tadi mencari_mu tapi tidak ada ,kenapa kamu tidak hadir di pesta kamu sendiri ,malah diam di rumah aneh ini," ungkap Siska.
Alaric yang melihat Siska sexy begitu ,menarik Siska sini masuk ke rumah aneh aku ," ucap Alaric.
Siska tak bisa menolaknya ,tapi di kepalanya Alaric ini adalah korban selanjutnya.
Siska terpaksa mengikuti langkah kaki Alaric untuk masuk ke gudang itu,pintu itu sudah terbuka dan Siska kaget melihat pemandangan di seluruh ruangan itu penuh wajah wanita yang
dilukis tanpa menggunakan selembar benangpun .
Alaric melihat Siska begitu menggiurkan ,apakah kau tertarik untuk aku lukis seperti itu ,kau punya badan yang bagus ,cantik .Rayuan alaric begitu begitu menggodanya .Minum obat ini membuat kamu pede dan santai untuk aku lukis.Dua butir obat ada di genggamannya.
Sentuhan tangan alaric di tengkuknya membuat bulu kuduk berdiri semua ,ciuman lembut membuat Siska tak bisa berkutik seakan membiarkan alaric melakukannya lagi.
________---------___________
Bersambung,
__ADS_1
Tanpa terasa sudah bab 11 ya ,semoga pembaca setia "Mutiara tak terlihat ' makin bertambah ya.Apa yang akan terjadi dengan Siska yuk tunggu episode berikutnya ,salam manis .