
Asti terbangun karena bunyi alarm jam ,rasanya badan sakit semua ,tapi Asti harus segera bersiap untuk melihat kondisi pak Harry.
Asti bergegas mandi dan berias sederhana saja tak berlebihan.
Baju warna cokelat juga dan celana jeans biru tua juga sepatu pantofel cokelat tua lepes ,sangat cocok untuk penampilan hari ini.
Rencananya Asti pagi - pagi mau ke tempat Alaric untuk mengambil foto Siska.
Asti harus bertemu pak Harry sebelum berangkat.
Asti buru - buru berjalan ke ruang tamu ternyata pak Harry sudah ada di meja makan sedang sarapan.
" Pagi pak !,sudah sehat ?," tanya Asti.
"Sudah As,berkat kamu aku cukup istirahat dan minum obat.
"Oh ya As ! gimana soal foto sudah dapat info belum.
"Maaf saya tidak memberi kabar semalam karena tidak mau mengganggu istirahat bapak ,saya sudah dapat berita dari Alaric bahwa foto itu ada di gentong belakang rumahnya," ujar Asti.
"Pagi ini rencananya saya mau ke sana ,pak Piyan kira - kira bisa tidak ya antar saya ke rumah Alaric ," tanya Asti.
"Bisa As,bersama saya sekalian habis dari situ ke kantor.
"Ok pak!
Asti berjalan keluar dan mencari pak Piyan ,dan menceritakan rencana hari ini .
Pak Piyan langsung menaruh mobilnya di depan.
Tiba - tiba turun Tony dari kamarnya di atas.
" Aku ikut! ," ujar Tony
"Oh ... Pak Harry yang masih di meja makan kaget dan berbalik badan mendengar mendadak mau ikut.
"Dalam hati pak Harry mau apa lagi ini anak,pasti ada maunya?
"Aku ke kantor hari ini,sambil membetulkan kemejanya juga dasinya," ucap Tony.
Seakan benar ingin bekerja.
"Kenapa ya?,dahi pak Harry berkerut.
"sarapan ! ... Pak Harry menawarkan Tony untuk sarapan lebih dulu.
"Oh nanti saja di kantor ! Aku belum lapar pah ?
Pak Harry hanya mengangguk saja.
Pak Piyan sudah siap di depan rumah.
"Kamu bawa mobil sendiri ya? ,"Ucap pak Harry.
"Oooo .... Aku ikut mobil papah sambil memeluk pundak ayahnya.
Pak Harry berkerut lagi dahinya .
__ADS_1
Udara hari ini kurang bersahabat angin agak kencang sepertinya mau hujan ,mereka harus buru - buru sampai di rumah Alaric .
Pak Piyan kebut sedikit mobilnya kita harus cepat sampai sebelum turun hujan," ucap pak Harry.
Ternyata barisan mobil pagi ini begitu panjang di lampu merah ,sehingga sulit untuk melaju dengan cepat.
Pak Piyan tampak gelisah karena sepertinya akan turun hujan yang deras walau masih pagi tapi mendung terlihat jelas.
Tony sepertinya santai saja,malah melihat konten lucu dan tertawa perlahan.
Asti gemas kalau seperti itu ,"Rasanya ingin aku jitak saja jidatnya supaya melek matanya.
"Kita semua sedang senewen tentang foto - foto itu , dia malah cengengesan kaya gitu bicara Asti dalam hati.
"Ciih ... Asti tendang sedikit kursi di depannya saking gemasnya.
Pak Harry tak begitu memperhatikan karena sedang melihat jalan yang macet.
Sampai di rumah Alaric ada satpamnya ,tali panjang kuning garis polisi masih mengelilingi tempat itu ,Asti mendapatkan izin tertulis dari kantor polisi untuk mengambil foto itu tapi ternyata pak polisi sudah ada juga di lokasi.
Asti di bantu petugas satpam,polisi juga pak Harry ikut dari belakang masuk dari pintu kecil ditembok belakang ,mereka harus masuk ke pekarangan belakang ,dan tiba - tiba hujan deras mengguyur tubuh Asti juga satpam sedang pak Harry buru - buru meneduh di sudut rumah itu.
Asti tidak punya pilihan harus diam pak polisi yang bergerak membalikkan gentong itu.
Dan akhirnya mereka menemukan foto itu di dalam kantong plastik hitam,mungkin maksudnya Alaric
disimpan dulu suatu saat bisa di gunakan kembali.
Karena terlihat begitu rapi pembungkusnya.
Ternyata benar setelah di cek itu foto - foto Siska.
Bersyukur saat itu ada satpam yang lain membawakan payung sehingga barang tersebut aman tidak kehujanan.
Mereka kembali ke mobil ,mereka semua sudah bernapas lega bahwa foto itu sudah di temukan.
Tapi foto itu tak bisa di bawa pulang oleh mereka tetap sebagai bahan bukti untuk kepolisian.
Pak Piyan langsung tancap gas lagi ke kantor.
Sampai di kantor Pak Harry sibuk .
"Pah ! Aku sudah di kantor nih ,aku harus mengerjakan apa ?," tanya Tony.
Pak Harry bingung menjawabnya ,karena Tony tidak bicara apapun kalau dia mau kerja .
Pak Harry duduk di kursinya ,memandang Tony .
"Ok kamu cek saja sama Intan barang si Sony itu sudah dikirim belum atau sudah diproses belum ?," ujar pak Harry.
"Oh ya betul juga ,papah?
Pak Harry makin tak enak hatinya ,Asti yang sedang bantu_in pak Harry urus file - file di ruangan itu jadi terusik karena Tony coba mengambil alih file itu .
"Ton! Bentak papahnya ,kamu cari di intan bukan di Asti," ujar pak Harry.
"Oh ya lupa ," dalih Tony ,sebenarnya Tony hanya ingin cari perhatian Asti .
__ADS_1
Pak Harry tahu kalau Tony ada hati sama Asti ,sedang pak Harry sendiri juga sudah kepalang sayang dengan Asti.
Pak Harry bingung harus bagaimana ?
Pak Harry melihat Tony semakin mencoba mendekati Asti,terpikir oleh pak Harry untuk sementara waktu Asti terpaksa dipindahkan tapi ke mana ?
Pak Harry yang kesal dibuat Tony yang keluar masuk pintu ruangannya hanya untuk duduk di depan Asti.
Hal ini sudah membuat pak Harry jengkel.
Malam harinya setelah pulang dari kantor Pak Harry kirim pesan ke Asti sewaktu pak Harry di kamarnya.
Asti juga baru selesai mandi dan hendak beristirahat karena lelah seharian membantu pak Harry di kantor.
"As! bisa bicara sebentar ke pekarangan samping rumah ," ucap pak Harry.
"Ok pak ! Lima menit aku di situ ," ucap Asti.
Asti tidak jadi ganti baju tidur ,Asti menggunakan kaos saja dan celana bahan biasa.
Begitu Asti sampai pak Harry sedang duduk di samping kolam ikan.
"Hei As sudah mau tidur ya?,sorry aku ganggu ," ucap pak Harry.
"Ah enggak apa - apa pak!
"Begini As ,aku lihat anakku Tony sepertinya mengejar kamu terus,kamu harus jujur sama saya kamu suka tidak dengan Tony ," tanya pak Harry.
Wajah Asti memerah mendengar pertanyaan pak Harry yang begitu tegas langsung seperti itu.
Asti terdiam sejenak memandang wajah pak Harry.
"Pak! Karena bapak tanya terpaksa saya jawab." Saya tidak punya pikiran untuk dekat dengan tuan muda Tony apalagi untuk bisa dekat dengannya ," ucap Asti.
Wajah pak Harry kembali ceria mendengar ucapan Asti .
"Ok ,sekarang pertanyaan ke 2 .
"Kaya di sekolahan saja pak ,ada pertanyaan ke 2 segala ," ucap Asti dengan tertawa.
"Ya kamu dengarkan saya dulu dong!
"Ya ok pak," jawab Asti masih tersenyum geli.
"Dulu kamu pernah bilang pertama kali ketemu dengan saya ingin sekali sekolah suster ,kamu masih tertarik tidak?
"Oh masih pak! ," jawaban Asti dengan cepat dan tegas.
"Ok untuk sementara waktu kamu besok diantar pak Piyan ke sekolah suster,pak Piyan sudah saya kasih tahu alamatnya ,dan jangan kasih tahu siapa - siapa kamu di mana terutama Tony ," ujar pak Harry.
"Serius pak ! tanya Asti tercengang kaget.
Asti tersenyum bahagia mendengar berita itu ,cita - citanya terkabulkan menjadi seorang perawat.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_---------\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Bersambung
__ADS_1