My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 9


__ADS_3

Berkat ucapan Caitlin, Austin pun tak bisa menentang lagi, ia memutuskan untuk kembali ke Chicago terlebih dahulu dan membiarkan Selena mengatur segala sesuatu yang akan dibutuhkan Caitlin selama tinggal di Apartemen Lewis. Sudah 2 hari Selena mengatur selasa sesuatunya, mulai dari pakaian baru Caitlin, sekolah barunya, hingga ia mencari seorang pengurus rumah yang akan bekerja dari pagi hingga sore untuk membantu segala keperluan Caitlin karena jika Lewis seorang diri yang Selena takutkan adalah kuliah Lewis akan terbengkalai dan tidak fokus.



Selena tersenyum kecil dan menatap Lewis dalam beberapa detik lalu menarik nafasnya dengan perlahan. “Kau sudah dewasa sekarang, Mom harap kau lebih berhati-hati lagi dalam berkendara dan fokus saja pada kuliah mu, Brian sudah menceritakan semuanya, buka matamu untuk melihat ketulusan seorang wanita,” ucap Selena, ia lalu menoleh kearah teras bandara yang sedang dilalui banyak orang dari dalam mobil. “Kalau begitu Mom akan pulang, jaga dirimu dan Caitlin baik-baik, maaf Mom tidak bisa menemani kalian lebih lama disini, masih banyak pekerjaan yang harus Mom selesaikan untuk cover buku terbaru.” Lewis menganggukkan kepalanya, ia memeluk Selena dan mengantarkannya sampai di pintu masuk Bandara.



Selesai mengantarkan Selena, Lewis kembali ke Apartemennya untuk menemani Caitlin yang hanya seorang diri di sana, pengurus rumah yang sudah di pilih oleh Selena akan mulai bekerja besok dan itu artinya Lewis yang akan menyiapkan makanan untuk hari ini. “Caitlin,” panggil Lewis sambil mengetuk pintu kamar dengan pelan.

__ADS_1



Pintu kamar terbuka, menampilkan Caitlin dengan wajah yang terlihat sangat tak nyaman dengan gangguan Lewis. Gadis itu tak mengucapkan sepata kata pun dan hanya menatap Lewis tanpa ekspresi. Melihat keadaan yang tampak canggung membuat Lewis mengusap bagian belakang lehernya sendiri dengan perlahan. “Um, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita, kau mengantuk bukan?” tanya Lewis. Terlihat gelengan kepala Caitlin sebagai jawabannya dan membuat Lewis semakin canggung untuk meneruskan percakapan yang ia harapkan bisa menghangatkan hubungan mereka, ia ingin bersikap layaknya seorang kakak yang perhatian. “Um, kalau begitu aku akan memanggil mu lagi saat makan malam sudah siap.”



Lagi-lagi Caitlin hanya menganggukkan kepalanya, saat Lewis menarik nafasnya dalam dan hendak pergi meninggalakan pintu kamar itu, terdengar suara Caitlin yang menjawabnya. “Baik paman,” jawabnya lalu menutup kembali pintu kamar, meninggalkan Lewis yang mematung saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis itu. Paman, alih-alih memanggilnya kakak atau namanya sendiri Caitlin justru lebih memilih memanggil Lewis dengan sebutan paman, usia mereka hanya berbeda 6 tahun dan menurut Lewis akan lebih cocok dengan sebuah kakak dibandingkan paman.


__ADS_1



Ting..



Suara bel Apartemen mulai terdengar, Lewis dengan segera membuka pintu dan meminta Brian masuk dengan cepat, mereka memindahkan semua makanan yang baru saja Brian bawa ke atas piring yang sudah disiapkan Lewis terlebih dahulu. “Kau yakin kita bertiga akan menghabiskan makan malam sebanyak ini?” tanya Brian bingung. “Dan, mengapa kau tidak memasak saja? Bukankah rasa masakan mu tidak terlalu buruk?”


__ADS_1


Lewis hanya berdecak lalu menggelengkan kepalanya. “Aku tidak yakin Caitlin akan menyukai masakanku, sudahlah, ayo duduk dan temani aku agar tidak terlalu canggung.”


__ADS_2