
Satu minggu berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari di mana Selena akan datang ke Frorida, namun sebelum pergi menuju gerbang, Caitlin mencoba untuk menghubungi Peter, akhir-akhri ini Peter memang selalu menghilang tanpa kabar, entah ia masih marah karena ajakannya dibatalkan mendadak oleh Caitlin atau Peter sedang sibuk. Terkadang Caitlin pun merasa aneh karena Peter selalu aktif di sosial medianya sedangkan pesan Caitlin tak pernah di balas dengan cepat oleh Peter.
“Bagaimana jika kau membawakan minuman untuk Peter sebelum pulang? Bukankah hari ini Peter akan latihan basket untuk perlombaan nanti?” tanya Poppy sambil berbisik pelan karena takut jika guru mereka mendengar dan memberikan hukuman pada keduanya diakhir pelajaran.
Caitlin yang mendapatkan pencerahan langsung tersenyum, dia mengangguk pelan dan mulai memikirkan minuman kesukaan Peter yang ia ketahui. “Baiklah, pelajaran hari ini sudah selesai, aku harap kalian bisa menyelesaikan tugas kalian dengan mudah.” Sebuah kalimat yang selalu dinanti setiap murid.
“Baik Miss,” ucap semuanya serentak.
Caitlin langsung menoleh pada Poppy saat guru mereka sudah keluar dari kelas. “Kau mau mengantarkan aku pergi membeli minuman untuk Peter? Walaupun aku sudah mengenal teman-teman kelas Peter tetapi tetap saja canggung,” pinta Caitlin dengan wajah sedikit memohon agar Poppy mau untuk mengantarkannya.
__ADS_1
Namun, terlihat jelas saat raut wajah Poppy berubah penuh penyesalan, pastinya sebentar lagi ia akan mendengar penolakan dari sahabatnya. “Oh Caitlin, maafkan aku, Daddy ku sudah menjemput ku, aku harus segera pergi,” ucapnya dengan sedih.
Caitlin tertawa kecil, ia berusaha menenangkan Poppy agar tidak terlalu berpikir buruk atas penolakannya sendiri. “Ya sudah tidak apa-apa, biar aku saja sendiri yang membeli minum, kalau begitu hati-hati dijalan.”
Poppy yang mendengar itu semakin cemberut, ia memeluk Caitlin dengan cepat. “Jika tidak ada yang menunggu Daddyku aku pasti akan mengantarkan mu. Semoga hubungan mu dan Peter segera membaik ya, aku yakin dia hanya sedang sibuk, bukan sedang menjauhi temanku yang baik ini,” ujar Poppy sambil melepaskan pelukan mereka.
Keduanya pun berdiri dari duduk mereka dan mulai berpisah di ujung lorong, Poppy menuju lapangan sedangkan Caitlin menuju Kantin. Setelah sampai di Kantin, Caitlin mulai mencari minuman yang cocok untuk Peter, ia membelikan sebuah jus segar agar menambah semangat Peter nanti. “Dia tidak mengaktifkan ponselnya lagi?” gumam Caitlin saat melihat pesannya belum diterima oleh Peter.
Tak lama setelah itu, jus pesanannya pun jadi, Caitlin langsung membayarnya dan dengan penuh harapan ia bisa memperbaiki hubungannya bersama Peter, jika tidak, ia akan menyalahkan Lewis atas semua ini. Caitlin menggelengkan kepalanya dengan cepat, tidak mungkin jika Peter sampai menolak pemberiannya, lagi pula ini hanya karena masalah sepele dan dipercakapan mereka yang bisa dibilang jarang pun Peter tak pernah membahas mengenai pembatalan pergi mereka minggu lalu.
Caitlin mengerutkan keningnya samar, sedikit aneh pada suara tawa yang begitu kencang saat dirinya baru saja akan tiba di depan pintu kelas Peter. Lawakan apa yang sedang mereka bicarakan hingga membuatnya beberapa orang tertawa kencang.”Dan kalian ingin tau apa?” kali ini mulai terdengar suara Peter. Entah mengapa jantung Caitlin berdebar tak menentu, ia seakan bisa memprediksi jika ada sesuatu yang tidak beres, ia seakan baru mendengar suara Peter dengan nada mencemooh seperti tadi.
“Oh ayolah Peter, cepat ceritakan! Aku lihat dia selalu menatapmu dari jauh seperti orang bodoh!” Caitlin menghentikan langkahnya di dekat pintu, tangannya menggenggam kuat botol jus yang ada ditangannya. Ada apa ini? Siapa yang memperhatikan Peter? Apakan semuanya sedang membicarakan Caitlin yang akhir-akhir ini selalu memperhatikan Peter karena selalu membalas pesannya sangat lama? Caitlin menelan salivanya dengan kuat, apa ada ini sebenarnya? Pikiran buruk semakin memenuhi pikirannya.
“Aku tak habis pikir, bagaimana bisa seseorang seperti Caitlin mendapatkan julukan wanita yang sulit didapatkan? Aku hanya mendekatinya baru-baru ini, bahkan saat ulang tahunnya, dia yang membayarkan semuanya tanpa menagih uang yang pinjam sampai saat ini!”
__ADS_1
Deg! Hati Caitlin seakan hancur begitu saja, semua kata yang keluar dari mulut Peter seakan menjadi pisau yang menyayat hatinya. Apakah ini semua permainan mereka? Apakah lucu menjadikan seseorang sebagai candaan yang membuat mereka semua tertawa? Rupanya belum sampai sana sakit hati yang harus diterima Caitlin, masih ada lagi perkataan Peter yang membuatnya hancur.
“Apa di antara kalian ada yang bersedia menantangku lagi? Aku bisa melakukan apapun pada wanita lugu itu, ayo, apa ada yang bersedia membayar lebih besar untuk taruhan ini?” tanya Peter dengan nada menantang yang menantan seakan ia dapat melakukan semua itu dengan mudah.
Caitlin menarik nafasnya dalam, tubuhnya terlalu syok mendengar ucapan Peter, jus yang sedang ia bawa pun terjatuh dan membuat semua orang di dalam kelas menoleh keluar. Pada saat itu juga Caitlin menunjukkan dirinya, ia melihat dengan jelas semua orang yang ada di sana terkejut, bahkan Peter langsung berdiri dari duduknya. “Caitlin,” panggil Peter dengan wajah panik, ia berjalan mendekati Caitlin dan saat mulut itu terbuka hendak menjelaskan semuanya, Caitlin dengan cepat menampar wajah Peter dengan kasar. Baginya itu belum seberapa mengingat harga dirinya yang sudah di injak-injak oleh Peter, suatu saat nanti mungkin pria itu akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya!
“Mulai saat ini kita tidak memiliki hubungan apapun lagi, terima kasih sudah menunjukkan kebusukan mu!” desis Caitlin dengan wajah menahan Amarah.
“Tidak, Caitlin! Dengarkan aku!” teriak Peter yang berhasil mengejar Caitlin namun dengan cepat Caitlin menepis tangan Peter dan memberikan tatapan peringatan agar pria itu berhenti mengejarnya.
Peter mengangkat kedua tangannya rendah, ia menghembuskan nafasnya pelan membalas tatapan Caitlin. “Maafkan aku.”
Sudah terlambat, Caitlin sudah terlalu muak dengan semua ucapan yang Peter keluarkan, rasanya ia bertambah ingin memukul pria itu jika saja tenaga yang ia miliki cukup kuat. Tanpa menjawab ucapan Peter, Caitlin pun kembali melanjutkan langkah kakinya menuju gerbang keluar.
---
__ADS_1
Guyss ayo dong like, Author suka semangat nulis kalo liat like banyak 😂